Kadis Dagperin Ika Indah Yarti Siapkan Konsep Baru Penataan Pasar Kota Bekasi: Menuju Ikon Wisata Belanja
jabar-online.com | Senin, 22 Juni 2026, 14:43 WIB | Mac/Bul/DR
— KOTA BEKASI | Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) tengah menyiapkan konsep besar penataan pasar tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat, tetapi juga diarahkan menjadi ikon wisata belanja khas Kota Bekasi.
Siapa bilang pasar tradisional identik dengan semrawut? Pemerintah Kota Bekasi justru sedang menyiapkan gebrakan besar. Kepala Disdagperin Kota Bekasi, Ika Indah Yarti, menggagas konsep penataan Pasar Baru Durenjaya agar kelak memiliki daya tarik layaknya Pasar Klewer di Solo, Malioboro di Yogyakarta, hingga Pasar Batu Kota Malang.
— KOTA BEKASI | Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) tengah menyiapkan konsep besar penataan pasar tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat, tetapi juga diarahkan menjadi ikon wisata belanja khas Kota Bekasi.Kepala Disdagperin Kota Bekasi, Dra. Hj. Ika Indah Yarti, M.Si., menjelaskan bahwa penataan kawasan Pasar Baru Durenjaya, Bekasi Timur, merupakan bagian dari transformasi jangka panjang dalam membangun wajah baru pasar tradisional yang lebih tertata, bersih, nyaman, aman, dan memiliki daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
"Ke depan kami ingin menghadirkan konsep pasar tradisional yang menjadi kebanggaan Kota Bekasi. Pasar bukan sekadar tempat transaksi jual beli, tetapi juga memiliki identitas budaya, nyaman dikunjungi, serta mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan." ujar Ika Indah Yarti
"Kami ingin belajar dari keberhasilan Pasar Klewer di Solo, kawasan Malioboro di Yogyakarta maupun Pasar Baru di Kota Malang yang telah menjadi ikon daerah," imbuh Kadis Ika Indah.
Menurutnya, konsep tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh kawasan pasar ditata secara menyeluruh, mulai dari penataan pedagang, penyediaan kios yang layak, perbaikan infrastruktur, sistem drainase, akses pejalan kaki, penerangan hingga pengelolaan kebersihan kawasan.
Ika menegaskan bahwa penertiban pedagang yang selama ini berjualan di bahu maupun badan Jalan Ir. H. Juanda bukan dimaksudkan untuk menggusur masyarakat kecil.
Sebaliknya, pemerintah ingin memastikan para pedagang memperoleh tempat usaha yang lebih aman, lebih manusiawi, dan lebih berkelanjutan.
"Seluruh proses penataan dilakukan dengan prinsip pemberdayaan. Pedagang akan difasilitasi menempati kios maupun lapak yang tersedia di dalam kawasan pasar sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan, namun fungsi jalan umum juga dapat dikembalikan sebagaimana mestinya," jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan penataan kawasan pasar tidak hanya berdampak pada meningkatnya kenyamanan masyarakat berbelanja, tetapi juga akan memperkuat daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan pusat-pusat perdagangan modern.
Sementara itu, Walkot Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi tidak mengambil ruang usaha para pedagang, melainkan justru menyiapkan tempat usaha yang lebih layak agar aktivitas perdagangan dapat berkembang.
"Kami tidak mengambil ruang usaha pedagang. Justru kami ingin pedagang memiliki tempat yang lebih baik sehingga usahanya bisa berkembang. Kalau pasar bersih, nyaman, tertata, masyarakat akan datang. Ketika masyarakat datang, pedagang lah yang paling merasakan manfaatnya," ujar Tri Adhianto.
Menurut Tri, selain merelokasi pedagang ke dalam gedung pasar, Pemerintah Kota Bekasi juga terus melakukan pembenahan infrastruktur kawasan melalui pembangunan trotoar, perbaikan drainase, peningkatan penerangan jalan serta penataan ruang publik.
Hal itu dilakukan agar kawasan Pasar Baru kembali menjadi pusat ekonomi rakyat yang modern namun tetap berpihak kepada pelaku usaha kecil.
Dukungan terhadap konsep tersebut juga datang dari Ketua Rukun Warga Pasar (RWP) Pasar Baru Durenjaya, Ustadz H. Muhammad Wanda, yang menyebut gagasan Disdagperin Kota Bekasi sebagai visi besar yang patut diapresiasi seluruh masyarakat.
"Ibu Kadis Perdagangan dan Perindustrian menyampaikan kepada kami bahwa Kota Bekasi ingin memiliki pasar tradisional yang menjadi ikon daerah seperti Pasar Klewer di Solo, Malioboro di Yogyakarta ataupun Pasar Batu di Kota Malang. Ini merupakan cita-cita yang sangat baik dan layak kita dukung bersama," ujar Ustadz Wanda.
Menurutnya, penataan kawasan Jalan Ir. H. Juanda merupakan fondasi awal untuk mewujudkan pasar tradisional yang tertib, bersih, sehat, nyaman, sekaligus memiliki nilai wisata ekonomi.
"Kalau ingin memiliki pasar yang tertata dan menjadi tujuan wisata belanja, tentu kawasan jalan harus steril dari aktivitas perdagangan yang mengganggu fungsi jalan. Ini bukan menggusur rakyat kecil, melainkan memindahkan mereka ke tempat yang lebih layak sehingga usaha mereka justru memiliki masa depan yang lebih baik," tegasnya.
Ia optimistis, apabila konsep yang tengah disiapkan Disdagperin Kota Bekasi dapat diwujudkan secara bertahap dan konsisten, maka Pasar Baru Durenjaya akan berkembang menjadi salah satu ikon perdagangan tradisional.
Hal itu sangat membanggakan masyarakat Kota Bekasi sekaligus menjadi destinasi ekonomi kerakyatan di kawasan penyangga ibu kota. [■]
Tags
Dinas
Dinas Dagperin Kota Bekasi
Disdagperin
Ika Indah Yarti
Kadis
Kepala Disdagperin
Operasi Gabungan
Pemkot Bekasi
Penertiban
Polisi
Satpol PP
TNI
Trantib
