Forkopimda Kota Bekasi Nobar Selayar: Kalau Jagoan Beda, Yang Penting Jangan Sampai Adu Penalti di Depan Videotron!
— KOTA BEKASI | Ada kabar yang dijamin membuat suasana Minggu malam di Kota Bekasi lebih seru dari drama perpanjangan waktu. Bukan karena sidang paripurna, bukan pula karena rapat anggaran yang molor hingga tengah malam.Melainkan karena Final Piala Dunia 2026!
Pada Minggu, 19 Juli 2026 mulai pukul 21.00 WIB, Plaza Patriot Candrabhaga akan berubah menjadi "stadion terbesar" di Kota Bekasi. Ribuan warga dijadwalkan memadati kawasan tersebut dalam acara Nonton Bareng (Nobar) Final Piala Dunia 2026 yang digelar gratis dengan beragam hiburan.
Acara kolaborasi Pemerintah Kota Bekasi, Kodam Jaya, Kodim 0507/Bekasi, KADIN Kota Bekasi, KADIN Indonesia, serta dukungan Forkopimda ini juga akan menjadi tontonan nasional karena tvOne dan ANTV dijadwalkan ikut melakukan peliputan.
Namun... justru ada "pertandingan lain" yang mulai ramai dibahas warga Bekasi.
Bukan Argentina versus Prancis.
Melainkan...
Siapa sebenarnya jagoan para pejabat Kota Bekasi?
Di satu sisi ada Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, sosok yang dikenal gemar membangun kebersamaan melalui berbagai kegiatan masyarakat.
Di sebelahnya hadir Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe, partner kerja yang selama ini kompak mendampingi berbagai agenda pembangunan.
Lalu ada Kolonel Arm Krisrantau Hermawan, Komandan Kodim 0507/Bekasi, yang tentu paham betul bahwa dalam sepak bola, strategi menyerang harus tetap diimbangi pertahanan yang disiplin.
Belum lagi Ketua KADIN Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar, yang selama ini dikenal piawai membaca peluang investasi. Jangan-jangan membaca peluang gol pun sama tajamnya.
Nah, di sinilah warga mulai berimajinasi.
Kalau Wali Kota mendukung Argentina...
sementara Wakil Wali Kota diam-diam menjagokan Prancis...
lalu Dandim ikut memberi analisis ala komandan lapangan...
dan Ketua KADIN sibuk menghitung peluang menang seperti membaca prospek investasi...
maka Plaza Patriot malam itu bisa berubah menjadi ruang diskusi sepak bola paling bergengsi se-Kota Bekasi.
Tentu saja, semuanya dalam suasana penuh keakraban.
Justru itulah menariknya.
Di luar urusan pekerjaan, pelayanan publik, pembangunan daerah, maupun pembahasan investasi, para pimpinan daerah juga bisa duduk berdampingan menikmati hiburan bersama masyarakat.
Kalau nanti ada yang berteriak "Gooool!" sambil saling menggoda karena jagoannya unggul, itu bukan rivalitas politik ataupun birokrasi.
Itu hanya bukti bahwa sepak bola memang punya bahasa yang sama untuk semua orang.
Yang lebih penting lagi, nobar ini menjadi simbol kekompakan antara Pemkot Bekasi, Forkopimda, TNI, Polri, KADIN, dunia usaha, media, dan masyarakat. Di lapangan boleh saja Argentina dan Prancis saling berebut trofi, tetapi di Plaza Patriot yang menang tetap satu: kebersamaan warga Kota Bekasi.
Jadi, siapa nanti yang tersenyum paling lebar saat peluit panjang dibunyikan?
Apakah Wali Kota?
Wakil Wali Kota?
Hanya satu hal yang paling mahal dalam sepak bola...
hak untuk berkata kepada teman di sebelahnya: "Tuh kan... dari awal saya sudah bilang!"
Dan itulah indahnya nobar: menang boleh selebrasi, kalah boleh senyum, yang terpenting kebersamaan tetap menjadi juara. [■]

