Kejari Kota Bekasi Kirim Salam Lebaran, Warga: Semoga Tak Sekadar Ucapan, Tapi Juga Pelayanan Nyata
jabar-online.com | Jumat, 20 Mar 2026, 13:31 WIB | NMR/Her/Why
— KOTA BEKASI | Di tengah gema takbir dan aroma opor yang mulai menguasai ruang tamu warga, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi turut menyapa masyarakat dengan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. / 2026 M.
Dalam pesannya, Kejari mengajak semua pihak memperkuat silaturahmi, sinergi, serta komunikasi publik yang jujur dan berimbang.
Kejari Kota Bekasi juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini.
Semoga silaturahmi dan sinergi yang telah terjalin dengan rekan-rekan media senantiasa membawa keberkahan, memperkuat transparansi, serta menghadirkan informasi yang mencerahkan masyarakat, tegas pihak Kejari Kota Bekasi.
— KOTA BEKASI | Di tengah gema takbir dan aroma opor yang mulai menguasai ruang tamu warga, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi turut menyapa masyarakat dengan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. / 2026 M.Ucapan yang diawali dengan salam hangat “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” itu menjadi penanda bahwa institusi penegak hukum tersebut tak ingin ketinggalan momentum Lebaran—momen di mana maaf menjadi “mata uang” paling laris, bahkan mengalahkan THR yang kadang hanya numpang lewat.
Dalam pernyataannya, keluarga besar Kejari Kota Bekasi menyampaikan, “Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin.”
Sebuah kalimat yang terdengar sederhana, namun bagi warga Bekasi, maknanya bisa cukup dalam—terutama jika diikuti dengan pelayanan hukum yang makin ramah, transparan, dan tidak bikin dahi berkerut.
Lebih lanjut, Kejari juga menekankan pentingnya hubungan baik dengan rekan-rekan media. Harapannya, sinergi yang telah terjalin dapat terus membawa keberkahan, memperkuat transparansi, dan menghadirkan informasi yang mencerahkan masyarakat.
Bagi warga, ini tentu kabar baik—setidaknya di atas kertas. Sebab selama ini, masyarakat kerap berharap informasi dari institusi hukum tidak hanya “resmi”, tapi juga mudah dipahami tanpa perlu kamus istilah hukum setebal skripsi.
“Kalau bisa sih bukan cuma silaturahmi sama media, tapi juga sama warga. Biar kita nggak cuma dengar kabar dari jauh, tapi juga merasa dilibatkan,” celetuk seorang warga Bekasi yang mengaku lebih sering mendengar istilah hukum dari sinetron ketimbang dari sosialisasi resmi.
Mereka mengajak semua pihak untuk terus bergandeng tangan demi terciptanya komunikasi publik yang jujur, berimbang, dan membangun.
Ajakan ini tentu menjadi harapan bersama. Di tengah dinamika kota yang terus berkembang, warga tak hanya butuh ucapan selamat, tapi juga kehadiran nyata institusi hukum yang responsif, terbuka, dan berpihak pada kepentingan publik.
Sebagai catatan redaksi, beberapa hari lewat, Kejari berikan paket parsel Lebaran Idul Fitri kepada beberapa awak media yang mewakili banyak media di Kota Bekasi pada hari Selasa, 17 Maret 2026 dengan niatan silaturahmi antara Kejari dengan awak media.
Menutup pesannya, Kejari kembali mengucapkan salam penutup penuh kehangatan.
Namun bagi warga Bekasi, esensi Lebaran kali ini mungkin bisa dirangkum sederhana: mohon maaf lahir batin, dan semoga setelah ini, urusan hukum tidak lagi terasa “menegangkan”—setidaknya tidak lebih tegang dari antrean ketupat di hari pertama Lebaran. [■]



