Dr Rita Patriasih: Kiat Bangun Tim HACCP Dapur MBG Guna Persiapan Sertifikasi HACCP, ISO 22000:2018 & ISO 45001:2018
jabar-online.com | Sabtu, 4 April 2026, 10:05 WIB | Her/DikRizal
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah preventif guna meminimalisir berbagai kejadian yang dapat berdampak pada kualitas hasil MBG
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Rita Patriasih, S.Pd., M.Si., pengajar dari Universitas Pendidikan Indonesia.
Dalam pemaparannya, disampaikan materi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) secara komprehensif dengan 7 prinsip dasar yaitu:
Pelatihan ini juga menjadi bentuk tindakan nyata atas hasil kunjungan sidak di sejumlah dapur SPPG yang masih ditemukan kondisi tempat produksi kurang aman serta belum memiliki standar yang seragam.
Dalam pemaparannya, disampaikan materi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) secara komprehensif dengan 7 prinsip dasar yaitu:
- Identifikasi potensi bahaya pada semua tahapan produksi pangan
- Tentukan tahapan produksi yang dapat dikendalikan untuk menghilangkan atau mengurangi bahaya (CCP)
- Tetapkan batas kritis untuk CCP
- Tetapkan sistem pemantauan pengendalian (monitoring) CCP
- Tetapkan tindakan perbaikan jika CCP tidak terkendali
- Tetapkan prosedur verifikasi sistem HACCP
- Kembangkan dokumentasi untuk penerapan prinsip HACCP
Pelatihan ini juga menjadi bentuk tindakan nyata atas hasil kunjungan sidak di sejumlah dapur SPPG yang masih ditemukan kondisi tempat produksi kurang aman serta belum memiliki standar yang seragam.
Selain itu, kegiatan ini sekaligus menjadi langkah preventif guna meminimalisir berbagai kejadian yang dapat berdampak pada kualitas hasil MBG itu sendiri.

Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku dapur dan pengelola SPPG guna meningkatkan kompetensi serta pemahaman terhadap standar keamanan pangan.

Baca juga: Chef Dapur SPPG Ciledug Sertifikasi: Demi Layanan MBG Unggul & Zero Accident
Diharapkan, kualitas pengelolaan dapur SPPG semakin terstandarisasi, aman, dan mampu menjawab kepercayaan publik terhadap penyajian makanan yang higienis dan layak konsumsi.
Pemerintah daerah mulai dari tingkat provinsi hingga ke tingkat kota/kabupaten setempat juga diharapkan dapat berperan aktif dengan memberikan imbauan kepada seluruh pengelola dapur SPPG di wilayahnya masing-masing untuk mengikuti pelatihan standarisasi ini secara berkelanjutan.
Artinya diharapkan penerapan standar keamanan pangan dapat berjalan lebih merata, konsisten, dan berdampak luas. Sehingga hal-hal yang jadi momok program MBG ini seperti kejadian luar biasa di banyak daerah terpencil maupun perkotaan tidak terulang kembali. [■]
Reporter: Hery - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
Reporter: Hery - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL

