Dapur SPPG Jadi Sorotan, Pasatama Institute Perkuat Standar Keamanan Lewat Sertifikasi HACCP di Bandung
jabar-online.com | Jumat, 3 April 2026, 19:05 WIB | Her/DikRizal

— BANDUNG | Kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Penyusunan Dokumen Sistem HACCP yang diselenggarakan oleh Pasatama Institute berlangsung di Tebu Hotel Bandung pada Jumat (3/4).

Dapur SPPG Naik Panggung, Bukan Buat MasterChef Tapi Demi MBG yang Lebih Aman & Bergizi. Nanda turut mengajak para pelaku dapur SPPG yang belum mengikuti pelatihan, khususnya perwakilan dari tiap kecamatan, agar dapat berpartisipasi
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas dan standar keamanan dapur SPPG, khususnya dalam mendukung implementasi program pemerintah pusat.
Pelatihan ini berfokus pada penyusunan dokumen sistem BNSP berbasis Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), yang merupakan standar internasional yang mengacu pada ISO 22000: 2018 dan ISO 45001: 2018 dalam menjamin keamanan pangan serta keselamatan kerja secara terintegrasi.
Pelatihan ini berfokus pada penyusunan dokumen sistem BNSP berbasis Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), yang merupakan standar internasional yang mengacu pada ISO 22000: 2018 dan ISO 45001: 2018 dalam menjamin keamanan pangan serta keselamatan kerja secara terintegrasi.
Para peserta mendapatkan pembekalan teknis serta uji kompetensi guna memastikan kesiapan dalam menerapkan sistem tersebut di lingkungan dapur operasional.
Direktur Pasatama Institute Bandung Raya, Nanda Kartika Sari, dalam pernyataannya menekankan bahwa penerapan standar dapur SPPG yang berbasis sistem HACCP menjadi hal krusial dalam menjamin kualitas, keamanan, dan kelayakan pangan, khususnya dalam mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur dan menambah wawasan kompetensi kerja pelaku dapur SPPG agar lebih terstandarisasi dan aman, karena memang saat ini dapur SPPG jadi sorotan publik dalam menyajikan MBG,” ujar Nanda.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur dan menambah wawasan kompetensi kerja pelaku dapur SPPG agar lebih terstandarisasi dan aman, karena memang saat ini dapur SPPG jadi sorotan publik dalam menyajikan MBG,” ujar Nanda.
Ia juga menegaskan bahwa dapur SPPG sebagai garda terdepan dalam penyediaan makanan bergizi harus memenuhi standar higienitas, keamanan, serta manajemen risiko pangan yang ketat.
Nanda turut mengajak para pelaku dapur SPPG yang belum mengikuti pelatihan, khususnya perwakilan dari tiap kecamatan, agar dapat berpartisipasi pada pelatihan berikutnya yang akan digelar di kota-kota selanjutnya.
Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi ini, diharapkan para pengelola dapur mampu menyusun dan menerapkan dokumen HACCP secara profesional, sehingga kualitas layanan pangan kepada masyarakat dapat terjamin secara optimal.
Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi ini, diharapkan para pengelola dapur mampu menyusun dan menerapkan dokumen HACCP secara profesional, sehingga kualitas layanan pangan kepada masyarakat dapat terjamin secara optimal.
