Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

YGIK Level Up Perempuan dan UMKM Jadi Penggerak Ekonomi di Gebyar HUT RI ke-81

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

Dari Lapak UMKM sampai Konsultasi Hukum, Gebyar Kemerdekaan YGIK Ingin Perempuan Bukan Sekadar Jadi Penonton

jabar-online.com | Sabtu, 15 Agt 2026, 21:38 WIB | Dudung/Linov

Kalau 17 Agustus biasanya identik dengan balap karung, panjat pinang dan rebutan hadiah, YGIK punya agenda tambahan: bikin UMKM perempuan ikut “panjat kelas”. Yayasan Generasi Indonesia Kuat menyiapkan Gebyar Kemerdekaan RI ke-81 pada 16–17 Agustus 2026 dengan melibatkan pelaku UMKM, khususnya perempuan, sekaligus membuka ruang konsultasi hukum dan penguatan ekonomi masyarakat.

 — JAKARTA UTARA | Bagi Yayasan Generasi Indonesia Kuat (YGIK), merayakan kemerdekaan tak cukup dengan memasang bendera dan menggelar perlombaan. Ada ekonomi keluarga yang harus terus bergerak, ada perempuan yang perlu diberi ruang untuk berdaya, dan ada pelaku UMKM yang masih menunggu pintu pasar terbuka.

Semangat itu yang dibawa YGIK dalam rangkaian Gebyar Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang akan digelar pada 16–17 Agustus 2026. Persiapan kegiatan dibahas dalam konferensi pers di Cafe.In Coffee & Eatery, Kompleks Graha, Jalan Boulevard Timur Summarecon Blok ND No. 23, Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara, Sabtu (15/8/2026).

Mengusung tema “Indonesia Harus Kuat”, kegiatan tersebut dirancang bukan semata sebagai perayaan HUT Kemerdekaan, melainkan ruang untuk mempertemukan masyarakat, pelaku UMKM, dan berbagai unsur pendukung pemberdayaan perempuan.

Ketua Umum YGIK sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Kadek Wulan, mengatakan perempuan memiliki posisi penting dalam menopang ekonomi keluarga. Karena itu, kegiatan tersebut membuka ruang bagi perempuan pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produknya.

“Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan Indonesia adalah perempuan yang kuat dan mampu berdaya guna, termasuk dalam membantu meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Kadek.

Dari Lapak ke Akses Pasar

Panitia menargetkan sekitar 50 pelaku UMKM terlibat dalam kegiatan tersebut. Hingga sehari menjelang pelaksanaan, hampir 40 UMKM telah menyatakan kesediaan berpartisipasi.

Bazar UMKM akan berjalan berdampingan dengan perlombaan dan hiburan yang melibatkan masyarakat. Dengan format semacam itu, YGIK ingin menjadikan keramaian perayaan kemerdekaan sebagai ruang transaksi sekaligus pertemuan antara pelaku usaha dan calon konsumen.

Di titik inilah kegiatan tersebut menjadi lebih menarik daripada sekadar agenda seremonial. Bagi UMKM kecil, satu lapak mungkin tampak sederhana. Namun jika lapak itu mempertemukan produsen dengan pembeli baru, membuka jejaring, atau menghasilkan pelanggan berikutnya, perayaan kemerdekaan bisa berubah menjadi momentum ekonomi.


Kadek mengatakan, kegiatan tersebut disiapkan dalam waktu sekitar dua minggu. Kendati waktunya relatif singkat, persiapan disebut telah mencapai sekitar 90 persen berkat koordinasi dan kerja sama tim.

Namun, YGIK tidak ingin berhenti pada dua hari perayaan.

Menurut Kadek, masih banyak pelaku UMKM yang membutuhkan dukungan untuk mengurus perizinan, sertifikasi, pemasaran, hingga memperoleh akses terhadap berbagai program pemerintah.

Persoalan tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa tantangan UMKM bukan semata soal kemampuan memproduksi barang, tetapi juga bagaimana produk itu memperoleh legalitas, menemukan pasar, dan bertahan dalam persaingan.

“Masih banyak pelaku usaha yang belum terfasilitasi. Kami ingin menunjukkan kepada pemerintah bahwa masih banyak ekonomi perempuan yang perlu diperhatikan dan dibantu,” katanya.

Karena itu, YGIK berencana melanjutkan kegiatan dengan melakukan pendataan dan pembinaan terhadap pelaku UMKM, khususnya di wilayah Jakarta Utara.

Aspirasi dan kebutuhan yang ditemukan di lapangan nantinya akan disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan untuk mendorong dukungan dan fasilitasi yang lebih tepat sasaran.

Perempuan, UMKM, dan Kemerdekaan yang Lebih Substantif

Selain pemberdayaan ekonomi, YGIK juga menyiapkan kolaborasi dengan lembaga bantuan hukum. Ruang konsultasi akan dibuka untuk masyarakat yang membutuhkan informasi dan pendampingan terkait persoalan hukum, khususnya yang berkaitan dengan perempuan dan anak.

Rangkaian agenda tersebut menunjukkan bahwa YGIK mencoba memperluas makna perayaan kemerdekaan: dari panggung hiburan menjadi ruang perjumpaan sosial, ekonomi, dan layanan masyarakat.

Tentu, ukuran keberhasilannya bukan hanya berapa banyak peserta yang datang atau seberapa meriah acara berlangsung.

Yang lebih penting adalah apakah pelaku UMKM memperoleh pasar baru, apakah perempuan mendapatkan akses dan pendampingan yang lebih baik, serta apakah data dan aspirasi yang dihimpun benar-benar berlanjut menjadi program.

Di situlah slogan “Indonesia Harus Kuat” diuji. Sebab ekonomi yang kuat tidak hanya dibangun dari angka investasi dan proyek besar, tetapi juga dari usaha kecil yang mampu bertahan dan keluarga yang memiliki lebih banyak pilihan untuk meningkatkan penghasilan.

Kadek berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat posisi perempuan sebagai mitra dalam keluarga sekaligus bagian dari pembangunan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin perempuan Indonesia menjadi perempuan yang cerdas, hebat dan mandiri. Bukan untuk merendahkan laki-laki, tetapi agar perempuan bisa berdaya dan menjadi partner dalam keluarga,” pungkasnya.

Dalam konferensi pers tersebut turut hadir Wakil Ketua I YGIK Fonny Elisa Kilapong, Bendahara Umum Silvana Patah, CPSc, Ketua YGIK Cabang Jakarta Utara Siti Aisyah, Ketua Bidang UMKM Gebyar Kerakyatan Wilis Anjelir, serta pembina YGIK, Urbanus Mamu, S.H., M.H bersama sekretarisnya Ratna Saragih.

Bagi YGIK, kemerdekaan pada akhirnya bukan hanya perkara mengenang masa lalu. Ia juga soal memastikan semakin banyak warga memiliki kesempatan untuk berdiri dengan kaki sendiri—termasuk perempuan dan pelaku UMKM yang selama ini menjadi denyut kecil, tetapi penting, dari ekonomi keluarga. [■]

Reporter: Dudung/Linov/NMR - REDAKSI - Editor: DikRizal/JabarOL

#YGIK #GebyarKemerdekaanRI81 #IndonesiaHarusKuat #UMKMJakartaUtara #PemberdayaanPerempuan #UMKMPerempuan #EkonomiKerakyatan #KemerdekaanRI2026 #JakartaUtara
banner kontak BekasiOL banner GEKRAFS Kota Bekasi banner#01Kemitraan WaralabaPers bannerbawah#02 bannerbawah#03 bannerbawah#04

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
jabar-online.com