H. Supratman Pasang “Mesin Muda” NasDem Kota Bekasi: Lima Dapil, Lima Kursi dan Perburuan Pemilih 2029
jabar-online.com | Ahad, 16 Agustus 026, 10:01 WIB | NMR/DR
— KOTA BEKASI | Ada satu pertarungan yang diam-diam sedang dipersiapkan Partai NasDem Kota Bekasi jauh sebelum genderang Pemilu 2029 benar-benar ditabuh: pertarungan merebut hati pemilih muda.
Yang sedang dibangun justru sebuah mesin politik yang lebih muda, lebih dekat dengan akar rumput, dan lebih kompatibel dengan karakter pemilih digital, baik dari kaum milenial maupun Gen-Z.
— KOTA BEKASI | Ada satu pertarungan yang diam-diam sedang dipersiapkan Partai NasDem Kota Bekasi jauh sebelum genderang Pemilu 2029 benar-benar ditabuh: pertarungan merebut hati pemilih muda.Ketua DPD Partai NasDem Kota Bekasi yang baru terpilih, H. Supratman, tampaknya membaca perubahan demografi pemilih sebagai persoalan yang tidak bisa dijawab dengan cara politik lama.
Di acara syukuran peresmian gedung baru sekretariat DPD Partai NasDem Kota Bekasi di bilangan Ruko Kalimas, Jl. Chairil Anwar No A17, RT.004/RW.012, Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat 17113, pada Jum'at pagi, 14/08/2026.
Yang sedang dibangun justru sebuah mesin politik yang lebih muda, lebih dekat dengan akar rumput, dan lebih kompatibel dengan karakter pemilih digital.
Langkah itu terlihat dari komposisi kepengurusan baru NasDem Kota Bekasi. Sejumlah figur muda dengan pengalaman politik dan jaringan elektoral ditempatkan pada posisi strategis.
Dua di antaranya adalah Dasmei Ziliwu, yang dipercaya menjadi Sekretaris DPD, serta Irvianti Sudirman alias Unay, yang duduk sebagai Bendahara DPD.
Pilihan tersebut menarik karena keduanya bukan sekadar pengurus administratif.
Mereka membawa pengalaman, jaringan dan karakter pemilih yang berbeda ke dalam struktur NasDem.
Dan di situlah strategi Supratman mulai terbaca.
Pemilih Muda Bukan Sekadar Angka
KPU mencatat pemilih Milenial dan Gen Z mendominasi DPT Pemilu 2024. Secara nasional, Milenial mencapai 33,44 persen dan Gen Z 24,94 persen atau total 58,38 persen. KPU sendiri menyebut kelompok pemilih muda sebagai salah satu kekuatan utama dalam lanskap elektoral.
Untuk menuju 2029, dominasi tersebut diperkirakan tetap menjadi faktor penting. KPU Kabupaten Bekasi bahkan mencatat bahwa Milenial dan Gen Z diperkirakan menjadi penyumbang lebih dari 60 persen pemilih pada Pemilu 2029.
Artinya, bagi partai politik, persoalannya bukan lagi sekadar bagaimana mendapatkan suara, tetapi siapa yang mampu berbicara dengan bahasa generasi pemilih tersebut.
H. Supratman tampaknya memahami itu dan memilih menjawab persoalan itu melalui struktur.
Pengurus yang relatif muda, figur yang mempunyai pengalaman di komunitas, kandidat yang memahami media sosial, sekaligus orang-orang yang punya hubungan langsung dengan pemilih di tingkat bawah.
Strateginya sederhana tetapi tidak ringan: mesin partai harus lebih dahulu memahami pemilih sebelum meminta pemilih memahami partai.
Dari Floating Mass hingga Swing Voters
Dalam wawancara dengan Jabar-OL, Sekretaris DPD NasDem Kota Bekasi Dasmei Ziliwu dan Bendahara DPD Irvianty Sudirman mengungkap bahwa pemetaan dapil kini mulai diarahkan pada persoalan yang jauh lebih detail.
Bukan hanya menghitung berapa suara yang pernah diperoleh.
Tetapi juga mencari tahu siapa yang belum memilih, siapa yang tidak datang ke TPS, dan siapa yang sebelumnya memilih tetapi berpotensi berpindah pilihan.
Di sinilah istilah floating mass dan swing voters menjadi penting.
Floating mass merupakan kelompok pemilih yang belum memiliki keterikatan politik yang kuat.
Sementara swing voters merupakan pemilih yang secara politik dapat berubah pilihan dari satu kandidat atau partai ke kandidat atau partai lainnya.
Kelompok kedua bahkan lebih menarik.
Sebab seorang pemilih yang pernah memberikan suara kepada kandidat tertentu pada 2024 tidak otomatis menjadi pemilih tetap kandidat tersebut pada 2029.
Suara lama harus dirawat.
Itulah yang disebut modal elektrotal oleh Irvianty yang juga akrab disapa Kak Unay.
“Harapannya suara-suara yang ada tetap kita rawat dan menjadi modal pada 2029,” kata Irvianty.
Lima Dapil, Lima Target Kursi
NasDem Kota Bekasi kini menghadapi pekerjaan rumah yang cukup berat.
Dalam beberapa periode terakhir, partai ini belum memiliki kursi DPRD Kota Bekasi. Sementara berdasarkan penetapan hasil Pemilu 2024 KPU Kota Bekasi, NasDem memperoleh total 56.137 suara sah dari lima dapil.
Angka itu menunjukkan bahwa suara NasDem sebenarnya ada, tetapi belum terkonsolidasi menjadi kursi.
Maka strategi baru mulai diarahkan pada satu target yang terdengar sederhana tetapi ambisius: satu dapil satu kursi.
“Target kita di NasDem Kota Bekasi, satu dapil itu satu kursi DPRD untuk Kota Bekasi,” ujar Dasmei.
Dengan lima dapil, target ideal itu berarti lima kursi DPRD Kota Bekasi.
NasDem juga ingin mengirim kader ke DPRD Provinsi Jawa Barat dan DPR RI.
Supratman dan Politik “Right Man, Right Place”
Salah satu persoalan yang muncul dari pengalaman Pemilu 2024 adalah penempatan kandidat.
Irvianty secara terbuka menilai bahwa penempatan figur harus mempertimbangkan basis sosial dan domisili.
Prinsipnya: the right man in the right place.
Bukan semata karena seseorang memiliki jabatan struktural, kemudian otomatis mendapat posisi strategis dalam pencalegan.
Dasmei bahkan menegaskan bahwa jabatan bukan jaminan.
“Bukan berdasarkan jabatan. Jadi benar-benar berdasarkan loyalitas dan kinerja kita,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi penting jika dikaitkan dengan kepengurusan baru Supratman.
Artinya, struktur partai sedang diposisikan bukan hanya sebagai simbol organisasi, tetapi sebagai alat ukur kinerja politik.
Siapa yang bekerja, siapa yang memiliki jaringan, siapa yang mampu merawat suara, dan siapa yang mampu menjangkau pemilih baru, akan menjadi bagian dari pertimbangan.
Mesin Partai Harus Panas Sebelum Kampanye Dimulai
Dasmei menyebut komunikasi DPD dengan DPW dan DPP kini berjalan baik.
Bahkan kegiatan “bedah dapil” yang menghadirkan jajaran Bapilu DPP menjadi bagian dari proses membedah peluang setiap wilayah.
Irvianty memberi contoh dapil yang memiliki tingkat golput tinggi. Menurut dia, sekitar 40 persen pemilih di dapil tersebut tidak menggunakan hak pilih, dengan potensi suara yang menurut perkiraannya mencapai sekitar 90 ribu.
Angka tersebut tentu harus dibaca sebagai pemetaan internal yang disampaikan dalam wawancara, bukan angka resmi KPU yang telah diverifikasi per dapil dan kelompok usia.
Namun secara politik, angka itu menunjukkan satu hal: masih ada ruang besar untuk diperebutkan.
Dan Supratman tampaknya tidak ingin menunggu sampai masa kampanye.
Politik Tidak Lagi Menunggu Baliho
Bagi generasi muda, komunikasi politik telah berpindah dari jalan raya ke layar telepon.
Dasmei dan Irvianty sama-sama mengakui media sosial penting, tetapi mereka tidak ingin politik berhenti pada konten.
Kegiatan sosial, olahraga, komunitas, pertemuan tatap muka dan kerja nyata tetap dianggap penting.
Dasmei bahkan memiliki pengalaman melalui komunitas Sahabat Kota Bekasi yang disebutnya telah bergerak sejak 2021.
Formula yang hendak dibangun menjadi kombinasi: kerja nyata di lapangan + komunikasi digital + struktur akar rumput.
Ini pula yang membuat pilihan Supratman terhadap figur seperti Dasmei dan Irvianty menjadi menarik.
Mereka bukan hanya ditempatkan untuk mengurus administrasi partai.
Mereka diharapkan menjadi bagian dari mesin yang mampu mengubah struktur menjadi suara.
Ujian Sesungguhnya Ada di 2029
H. Supratman kini memiliki pekerjaan besar.
Ia harus mengubah komposisi kepengurusan muda menjadi kekuatan elektoral.
Ia harus mengubah 56 ribu lebih suara NasDem pada 2024 menjadi suara yang lebih terkonsolidasi. Ia juga harus memastikan suara lama tidak hilang sekaligus menemukan pemilih baru.
Dan yang paling sulit: merebut pemilih muda tanpa terjebak pada politik pencitraan semata.
Jika berhasil, struktur muda yang kini dibangun bisa menjadi mesin politik baru NasDem Kota Bekasi.
Jika gagal, kepengurusan muda itu hanya akan menjadi daftar nama baru tanpa perubahan signifikan di kotak suara.
Pemilu 2029 masih jauh.
Tetapi bagi Supratman, pertandingannya tampaknya sudah dimulai. [■]



