100an Ormas Jadi Sahabat MUI Kota Bekasi: Ukhuwah Islamiyah, Insaniyah, & Wathoniyah Digaungkan Jelang Puasa
jabar-online.com | Sabtu, 14 Februari 2026, 13:09 WIB | Hery / DR
Tanggal 14 Februari di Kota Bekasi tak diisi cokelat dan bunga, melainkan konsolidasi dakwah. Lewat Tarhib Ramadan di Islamic Center Bekasi, puluhan hingga hampir seratus ormas Islam bersatu menyambut bulan suci dalam bingkai persaudaraan umat.
— KOTA BEKASI | Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, gaung persatuan umat menggema dalam gelaran Tarhib Ramadan yang dirangkai dengan Deklarasi Sahabat MUI di Islamic Center Bekasi, Sabtu (14/2/2026).Menariknya, kegiatan yang berlangsung bertepatan dengan 14 Februari yang oleh sebagian kalangan dikenal sebagai Hari Kasih Sayang (Valentine).
Nilai-nilai inilah yang kemudian diwujudkan secara nyata melalui bersatunya nyaris seratusan organisasi kemasyarakatan Islam dalam satu wadah persahabatan keumatan bernama Sahabat MUI Kota Bekasi — mitra kolaboratif dari Majelis Ulama Indonesia.
Deklarasi ini disebut-sebut sebagai inisiatif yang belum pernah ada sebelumnya, bukan hanya di tingkat daerah, tetapi juga menjadi yang pertama dalam skala konsolidasi persahabatan ormas dengan lembaga ulama seperti MUI.
"Bahkan ini yang pertama di tingkat dunia, gak ada sahabat majelis ulama dimanapun kecuali di Kota Bekasi." canda Ustadz Ismail Ibrahim mengenai keunikan deklarasi Sahabat MUI ini saat menjelaskan tentang tujuan utama dibentuknya.
Tarhib Ramadan: Dari Seremonial ke Konsolidasi UmatKegiatan ini dihadiri langsung Ketua Umum MUI Kota Bekasi, KH Syaifuddin Siroj, bersama Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi, para ulama, tokoh agama, serta perwakilan ormas baik ormas Islam maupun ormas lintas latar belakang.
Tarhib Ramadan sendiri dimaknai sebagai ikhtiar menyambut bulan suci dengan kesiapan spiritual sekaligus kesiapan sosial.
Dalam konteks itulah, deklarasi Sahabat MUI diposisikan sebagai langkah strategis membangun kemaslahatan umat, khususnya menjelang Ramadan — mulai dari penguatan dakwah, kegiatan sosial, edukasi keagamaan, hingga menjaga kondusivitas wilayah.
Mitra Strategis Dakwah & KeumatanAcara dibuka Ketua Sahabat MUI terpilih, Ustadz Ismail Ibrahim, yang menegaskan bahwa kehadiran Sahabat MUI bukan untuk menandingi struktur MUI, melainkan memperkuat jangkauan gerakan keumatan.
“Sahabat MUI adalah mitra strategis yang dibentuk karena tidak semua tokoh Islam atau organisasi masuk dalam struktur MUI. Jadi ini sinergitas untuk Kota Bekasi,” ujar Ismail Ibrahim.
Ia menilai potensi umat yang besar perlu dirangkul dalam satu barisan agar manfaatnya terasa luas, terutama dalam momentum Ramadhan.
Penguat Harmoni & PersatuanKetua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, mengapresiasi deklarasi tersebut sebagai energi baru gerakan keumatan.
“Sahabat MUI jadi salah satu penguatan semangat dalam mendukung program-program MUI di Kota Bekasi,” kata Sardi.
Ketum MUI Kota Bekasi, KH Syaifuddin Siroj menegaskan pembentukan Sahabat MUI menjadi langkah baru dalam merawat harmoni umat.
“Sahabat MUI ini sesuatu yang baru. Menjadi penyelaras ormas-ormas agama di Kota Bekasi serta mengisi kekosongan di tengah umat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa Tarhib Ramadan bukan hanya seremoni menyambut puasa, tetapi momentum memperkuat ukhuwah dan kesiapan spiritual masyarakat.
“Ini bagian dari menjaga kondusivitas, persatuan, sekaligus meningkatkan kesiapan umat menyambut bulan penuh berkah,” tegasnya.
Kemaslahatan Umat Jadi Tujuan BersamaDengan bersatunya puluhan hingga hampir seratus ormas dalam wadah Sahabat MUI, diharapkan lahir gerakan kolektif yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Mulai dari penguatan syiar Ramadhan, kegiatan sosial, santunan, edukasi keagamaan, hingga kolaborasi menjaga ketertiban dan kerukunan umat selama bulan suci.
Tarhib Ramadan di Bekasi pun tak hanya menjadi penanda datangnya puasa, tetapi juga simbol bahwa persatuan umat — dalam bingkai ukhuwah Islamiyah, Insaniyah, dan Wathoniyah — adalah fondasi utama membangun kemaslahatan bersama. [■]
"Bahkan ini yang pertama di tingkat dunia, gak ada sahabat majelis ulama dimanapun kecuali di Kota Bekasi." canda Ustadz Ismail Ibrahim mengenai keunikan deklarasi Sahabat MUI ini saat menjelaskan tentang tujuan utama dibentuknya.
Tarhib Ramadan: Dari Seremonial ke Konsolidasi Umat
Kegiatan ini dihadiri langsung Ketua Umum MUI Kota Bekasi, KH Syaifuddin Siroj, bersama Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi, para ulama, tokoh agama, serta perwakilan ormas baik ormas Islam maupun ormas lintas latar belakang.
Tarhib Ramadan sendiri dimaknai sebagai ikhtiar menyambut bulan suci dengan kesiapan spiritual sekaligus kesiapan sosial.
Dalam konteks itulah, deklarasi Sahabat MUI diposisikan sebagai langkah strategis membangun kemaslahatan umat, khususnya menjelang Ramadan — mulai dari penguatan dakwah, kegiatan sosial, edukasi keagamaan, hingga menjaga kondusivitas wilayah.
Mitra Strategis Dakwah & Keumatan
Acara dibuka Ketua Sahabat MUI terpilih, Ustadz Ismail Ibrahim, yang menegaskan bahwa kehadiran Sahabat MUI bukan untuk menandingi struktur MUI, melainkan memperkuat jangkauan gerakan keumatan.
“Sahabat MUI adalah mitra strategis yang dibentuk karena tidak semua tokoh Islam atau organisasi masuk dalam struktur MUI. Jadi ini sinergitas untuk Kota Bekasi,” ujar Ismail Ibrahim.
Ia menilai potensi umat yang besar perlu dirangkul dalam satu barisan agar manfaatnya terasa luas, terutama dalam momentum Ramadhan.
Penguat Harmoni & Persatuan
Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, mengapresiasi deklarasi tersebut sebagai energi baru gerakan keumatan.
“Sahabat MUI jadi salah satu penguatan semangat dalam mendukung program-program MUI di Kota Bekasi,” kata Sardi.
Ketum MUI Kota Bekasi, KH Syaifuddin Siroj menegaskan pembentukan Sahabat MUI menjadi langkah baru dalam merawat harmoni umat.
“Sahabat MUI ini sesuatu yang baru. Menjadi penyelaras ormas-ormas agama di Kota Bekasi serta mengisi kekosongan di tengah umat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa Tarhib Ramadan bukan hanya seremoni menyambut puasa, tetapi momentum memperkuat ukhuwah dan kesiapan spiritual masyarakat.
“Ini bagian dari menjaga kondusivitas, persatuan, sekaligus meningkatkan kesiapan umat menyambut bulan penuh berkah,” tegasnya.
Kemaslahatan Umat Jadi Tujuan Bersama
Dengan bersatunya puluhan hingga hampir seratus ormas dalam wadah Sahabat MUI, diharapkan lahir gerakan kolektif yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Mulai dari penguatan syiar Ramadhan, kegiatan sosial, santunan, edukasi keagamaan, hingga kolaborasi menjaga ketertiban dan kerukunan umat selama bulan suci.
Tarhib Ramadan di Bekasi pun tak hanya menjadi penanda datangnya puasa, tetapi juga simbol bahwa persatuan umat — dalam bingkai ukhuwah Islamiyah, Insaniyah, dan Wathoniyah — adalah fondasi utama membangun kemaslahatan bersama. [■]
Tags
Harris Bobihoe
Ismail Ibrahim
Ketua MUI
MUI
Ormas
Ormas Islam
Ramadhan
Sahabat
Sahabat MUI
Tarhib Ramadhan
Wakil Walikota







