Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Jalan Sudah OK, Berobat Masih “Muter”: Reses H. Gilang Esa M. Bawa Harapan Baru

iklan banner AlQuran 30 Juz

Warga Apresiasi Infrastruktur, Kini Dorong Pembangunan Puskesmas Jakasampurna Biar Gak Harus ke Kayuringin


Pembangunan jalan lingkungan di RW 16 Jakasampurna memang sudah bikin lega. Tapi urusan kesehatan masih jadi ganjalan. Lewat reses H. Gilang Esa Mohamad, warga menitip harapan: kalau bisa sakitnya jangan jauh-jauh, cukup berobat di wilayah sendiri.

KOTA BEKASI | Bagi sebagian warga RW 16, Kelurahan Jakasampurna, reses yang digelar H. Gilang Esa Mohamad kali ini terasa bukan sekadar agenda rutin legislatif.

Lebih dari itu, forum tersebut seperti membawa “angin segar”—terutama saat membahas harapan lama yang belum juga terealisasi: puskesmas di wilayah sendiri.

Reses I Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung Kamis (12/2) itu memang diawali dengan kabar menggembirakan.

Peningkatan dan perbaikan jalan lingkungan di RW 16 dipastikan telah terealisasi.

Warga pun tak pelit apresiasi—karena dampaknya langsung terasa, dari mobilitas kerja, aktivitas sekolah anak, hingga kelancaran usaha rumahan.

Namun obrolan warga tak berhenti di aspal.
Seperti membuka map aspirasi lama yang belum selesai, pembahasan bergeser ke kebutuhan layanan kesehatan.

Dan di sinilah nuansa forum berubah sedikit lebih serius—meski tetap dibalut guyonan khas warga.



Maklum, hingga hari ini Kelurahan Jakasampurna masih belum memiliki puskesmas sendiri.

Alhasil, untuk urusan berobat, warga harus “menyeberang harapan” ke Puskesmas Kayuringin. Jarak yang relatif lebih jauh itu kerap jadi kendala, terutama bagi lansia, ibu hamil, maupun warga yang membutuhkan layanan cepat.

Warga sini kalau berobat ke Puskesmas Kayuringin, maka kami juga usulkan pembangunan puskesmas baru yang lebih dekat dari warga Jakasampurna ini,” ujar Gilang di hadapan peserta reses.

Pernyataan itu langsung disambut antusias. Bagi warga, usulan tersebut bukan sekadar wacana pembangunan fasilitas, tapi soal kemudahan hidup sehari-hari.

Ada nada satire tipis yang mengemuka di forum. Jalan lingkungan boleh sudah mulus, tapi kalau berobat masih harus “agak jauh dulu”, rasanya pembangunan belum sepenuhnya lengkap.

Meski begitu, warga tetap melihat reses ini sebagai sinyal positif. Setidaknya, kebutuhan mereka kini dibawa masuk ke meja perencanaan resmi, bukan sekadar jadi obrolan pos ronda.


Gilang menegaskan komitmennya untuk mengawal usulan pembangunan puskesmas agar dapat masuk dalam rencana pembangunan daerah melalui DPRD Kota Bekasi.

Menurutnya, pemerataan layanan kesehatan dasar merupakan bagian penting dari kualitas hidup warga, sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang telah berjalan.

Reses pun berlangsung dinamis. Warga aktif menyampaikan aspirasi, dari yang bersifat teknis hingga kebutuhan jangka panjang.

Forum ini menjadi cerminan bahwa sinergi antara wakil rakyat dan masyarakat masih menjadi jalur utama mendorong pemerataan pembangunan.

Bagi warga Jakasampurna, harapannya sederhana: jika jalan sudah nyaman dilalui, maka ke depan berobat pun semoga tak perlu lagi menempuh jarak yang terlalu jauh—cukup di wilayah sendiri, lebih dekat, lebih cepat, dan lebih menenangkan. [■]

Reporter: Hery - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Chief Editor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama