Dari Ancaman Pembekuan, Konflik Legitimasi, hingga Badai Organisasi—DPD IWO Kota Bekasi Makin Solid
jabar-online.com | Rabu, 4 Feb 2026, 20:59 WIB | Hery / Wahyu / DR

— KOTA BEKASI | Di tengah riuhnya dinamika organisasi pers nasional, nama IWO Kota Bekasi sempat ikut terseret dalam pusaran konflik dualisme kepemimpinan di tingkat pusat.
Situasi yang memanas kala itu bukan sekadar isu struktural, tetapi sempat menghadirkan bayang-bayang pembekuan kepengurusan daerah.
Namun alih-alih retak, para pengurus dan anggota justru menunjukkan soliditas yang tak mudah digoyang.
Dari luar, berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan silih berganti datang—mulai dari kebingungan legitimasi hingga kekhawatiran vakumnya roda organisasi. Tapi dari dalam, barisan tetap rapat.
Ibarat kapal yang diterpa badai, IWO Kota Bekasi memilih menurunkan jangkar, menata layar, lalu menunggu arah angin konflik pusat mereda—tanpa kehilangan kompas organisasi.
Lolos dari Masa Kritis Dualisme
Masa-masa kritis itu menjadi ujian mental sekaligus pembuktian loyalitas. Komunikasi internal terus dijaga, konsolidasi diperkuat, dan aktivitas jurnalistik tetap berjalan.
Tidak ada kepanikan berlebihan—yang ada justru penguatan solidaritas antar anggota.
Hingga akhirnya, titik terang datang.
Memasuki 2026, konflik dualisme di tubuh IWO Pusat menemukan jalur rekonsiliasi struktural yang memberi kepastian organisasi di daerah.
Status yang sebelumnya berada di zona abu-abu, kini kembali terang benderang secara administratif dan organisatoris.
Momentum itulah yang kemudian mengantarkan pelantikan resmi kepengurusan baru PD IWO Kota Bekasi periode 2026 ke depan.
PD IWO Kota Bekasi Resmi Dilantik, Dari Badai Konflik Menuju Panggung Konsolidasi
Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Bekasi resmi dilantik menjadi jajaran pengurus baru sekaligus menggelar acara syukuran sebagai penanda dimulainya kepengurusan periode terbaru.
Kegiatan berlangsung khidmat namun hangat penuh keakraban, Rabu (4/2/2026), di Griya Wulan Sari, Kecamatan Bekasi Selatan.
Pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum IWO Pusat, Dwi Christianto, didampingi Sekjen IWO Pusat, Telly Natalia. Sayangnya tak nampak di tengah acara tersebut sang Bendahara Umum, Herawati Nurlia.
“Hari ini kami selaku IWO Pusat bersama Bu Sekjen telah melantik teman-teman pengurus daerah IWO Kota Bekasi. Pesan kami singkat, tetap jaga marwah organisasi dan jalankan roda organisasi sesuai AD/ART,” tegas Dwi Christianto.
Bagi banyak pengurus, prosesi ini bukan sekadar seremoni—melainkan simbol kemenangan melewati fase turbulensi organisasi.
Dari yang sempat dihantui isu pembekuan, kini berdiri tegak dengan legitimasi penuh.
Dukungan Pemerintah & Legislatif: Pers Adalah Mitra Strategis
Walikota Bekasi, Tri Adhianto, turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas ketahanan organisasi pers di tengah dinamika nasional.
“Pemerintah Kota Bekasi memandang insan pers, termasuk IWO, sebagai mitra strategis dalam pembangunan. Media berperan penting menyampaikan informasi yang utuh, berimbang, dan edukatif,” ujar Tri.
Tri juga berharap IWO mampu terus memberi masukan konstruktif dan mengawal kebijakan publik demi kepentingan warga.
Senada, Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, menegaskan dukungan legislatif terhadap eksistensi IWO.
“Kami mendukung peran pers yang profesional dan beretika. IWO harus menjadi jembatan aspirasi masyarakat kepada pemerintah,” kata Sardi.
Ia menekankan pentingnya komunikasi harmonis antara legislatif, eksekutif, dan media agar program pembangunan tersampaikan luas dan transparan.
Syukuran: Dari Luka Konflik Jadi Energi Baru
Acara pelantikan juga diisi doa bersama dan syukuran—sebuah simbol bahwa fase konflik telah dilalui, dan lembaran baru resmi dibuka.
Suasana yang tadinya tegang dalam perjalanan organisasi, malam itu berubah hangat. Tawa, pelukan, dan obrolan santai para jurnalis menjadi penanda: badai telah lewat, solidaritas justru menguat.
Babak Baru IWO Kota Bekasi
Dengan dilantiknya kepengurusan baru periode 2026, IWO Kota Bekasi menatap masa depan dengan tiga modal utama:
Legitimasi organisasi yang kembali solid
Soliditas internal yang teruji konflik
Dukungan penuh pemerintah & legislatif
Momentum ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas jurnalisme online, memperkuat profesionalitas anggota, sekaligus menegaskan posisi IWO sebagai pilar informasi publik di Kota Bekasi.
Dari hampir dibekukan… kini justru bangkit dengan formasi baru.
Dari konflik… menjadi konsolidasi.
Dan dari badai dualisme pusat… lahirlah soliditas daerah yang kian tak mudah digoyang dan semoga semakin kokoh. [■]
Reporter: Hery / Wahyu / NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL

Sempat berada di zona kritis akibat dualisme kepemimpinan IWO Pusat, IWO Kota Bekasi akhirnya lolos dari turbulensi organisasi. Februari 2026 jadi titik balik: kepengurusan baru resmi dilantik, solidaritas pun kian tak tergoyahkan
— KOTA BEKASI | Di tengah riuhnya dinamika organisasi pers nasional, nama IWO Kota Bekasi sempat ikut terseret dalam pusaran konflik dualisme kepemimpinan di tingkat pusat.Situasi yang memanas kala itu bukan sekadar isu struktural, tetapi sempat menghadirkan bayang-bayang pembekuan kepengurusan daerah.
Namun alih-alih retak, para pengurus dan anggota justru menunjukkan soliditas yang tak mudah digoyang.
Dari luar, berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan silih berganti datang—mulai dari kebingungan legitimasi hingga kekhawatiran vakumnya roda organisasi. Tapi dari dalam, barisan tetap rapat.
Ibarat kapal yang diterpa badai, IWO Kota Bekasi memilih menurunkan jangkar, menata layar, lalu menunggu arah angin konflik pusat mereda—tanpa kehilangan kompas organisasi.
Lolos dari Masa Kritis Dualisme
Masa-masa kritis itu menjadi ujian mental sekaligus pembuktian loyalitas. Komunikasi internal terus dijaga, konsolidasi diperkuat, dan aktivitas jurnalistik tetap berjalan.
Tidak ada kepanikan berlebihan—yang ada justru penguatan solidaritas antar anggota.
Hingga akhirnya, titik terang datang.
Memasuki 2026, konflik dualisme di tubuh IWO Pusat menemukan jalur rekonsiliasi struktural yang memberi kepastian organisasi di daerah.
Status yang sebelumnya berada di zona abu-abu, kini kembali terang benderang secara administratif dan organisatoris.
Momentum itulah yang kemudian mengantarkan pelantikan resmi kepengurusan baru PD IWO Kota Bekasi periode 2026 ke depan.
PD IWO Kota Bekasi Resmi Dilantik, Dari Badai Konflik Menuju Panggung Konsolidasi
Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Bekasi resmi dilantik menjadi jajaran pengurus baru sekaligus menggelar acara syukuran sebagai penanda dimulainya kepengurusan periode terbaru.
Kegiatan berlangsung khidmat namun hangat penuh keakraban, Rabu (4/2/2026), di Griya Wulan Sari, Kecamatan Bekasi Selatan.
Pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum IWO Pusat, Dwi Christianto, didampingi Sekjen IWO Pusat, Telly Natalia. Sayangnya tak nampak di tengah acara tersebut sang Bendahara Umum, Herawati Nurlia.
“Hari ini kami selaku IWO Pusat bersama Bu Sekjen telah melantik teman-teman pengurus daerah IWO Kota Bekasi. Pesan kami singkat, tetap jaga marwah organisasi dan jalankan roda organisasi sesuai AD/ART,” tegas Dwi Christianto.
Bagi banyak pengurus, prosesi ini bukan sekadar seremoni—melainkan simbol kemenangan melewati fase turbulensi organisasi.
Dari yang sempat dihantui isu pembekuan, kini berdiri tegak dengan legitimasi penuh.
Dukungan Pemerintah & Legislatif: Pers Adalah Mitra Strategis
Walikota Bekasi, Tri Adhianto, turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas ketahanan organisasi pers di tengah dinamika nasional.
“Pemerintah Kota Bekasi memandang insan pers, termasuk IWO, sebagai mitra strategis dalam pembangunan. Media berperan penting menyampaikan informasi yang utuh, berimbang, dan edukatif,” ujar Tri.
Tri juga berharap IWO mampu terus memberi masukan konstruktif dan mengawal kebijakan publik demi kepentingan warga.
Senada, Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, menegaskan dukungan legislatif terhadap eksistensi IWO.
“Kami mendukung peran pers yang profesional dan beretika. IWO harus menjadi jembatan aspirasi masyarakat kepada pemerintah,” kata Sardi.
Ia menekankan pentingnya komunikasi harmonis antara legislatif, eksekutif, dan media agar program pembangunan tersampaikan luas dan transparan.
Syukuran: Dari Luka Konflik Jadi Energi Baru
Acara pelantikan juga diisi doa bersama dan syukuran—sebuah simbol bahwa fase konflik telah dilalui, dan lembaran baru resmi dibuka.
Suasana yang tadinya tegang dalam perjalanan organisasi, malam itu berubah hangat. Tawa, pelukan, dan obrolan santai para jurnalis menjadi penanda: badai telah lewat, solidaritas justru menguat.
Babak Baru IWO Kota Bekasi
Dengan dilantiknya kepengurusan baru periode 2026, IWO Kota Bekasi menatap masa depan dengan tiga modal utama:
Legitimasi organisasi yang kembali solid
Soliditas internal yang teruji konflik
Dukungan penuh pemerintah & legislatif
Momentum ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas jurnalisme online, memperkuat profesionalitas anggota, sekaligus menegaskan posisi IWO sebagai pilar informasi publik di Kota Bekasi.
Dari hampir dibekukan… kini justru bangkit dengan formasi baru.
Dari konflik… menjadi konsolidasi.
Dan dari badai dualisme pusat… lahirlah soliditas daerah yang kian tak mudah digoyang dan semoga semakin kokoh. [■]
Reporter: Hery / Wahyu / NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
Tags
IWO
IWO Kota Bekasi
Ketua DPRD Kota Bekasi
Pelantikan
Pelantikan IWO
Sardi Efendi
Tri Adhianto
Walikota Bekasi
