iklan banner AlQuran 30 Juz
iklan banner gratis
iklan header iklan header banner
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Gedung Hijau 9 Lantai Pemkot, Wartawan Masih Liputan di Lantai Imajinasi?

Rapat Perdana Pokja Wartawan Humas 2026 Ungkit Lagi Amanat Perwal yang “Nyasar” di Gedung Walikota Bekasi

Rapat Perdana 2026 Pokja Wartawan Humas Bekasi: Dari Vakum ke Volume Maksimal, Wartawan Minta Ruang, Bukan Ruang Hampa

Pemkot Bekasi punya Gedung hijau berlantai sembilan, lengkap dengan regulasi yang mengamanatkan ruang khusus bagi Pokja Wartawan Humas. Ironisnya, hingga awal 2026, yang benar-benar tersedia bagi wartawan justru bukan press room, melainkan kesabaran tingkat tinggi. Fakta ini kembali mencuat dalam rapat perdana Pokja Wartawan Humas Kota Bekasi, Kamis (8/1/2026), yang secara halus tapi menohok menyentil kinerja Humas Pemkot.

 — KOTA BEKASI | Kalender kerja 2026 resmi dibuka oleh Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Humas Kota Bekasi. Bertempat di Lantai Dasar Gedung Hijau Kantor Pemkot Bekasi, Kamis (8/1/2026).

Rapat koordinasi perdana ini bukan sekadar temu kangen pasca-libur panjang, tapi upaya serius “menghidupkan kembali mesin” Pokja yang sempat lama parkir di gigi netral.

Jika rapat biasanya identik dengan slide presentasi dan kopi dingin, pertemuan kali ini justru terasa seperti episode perdana sebuah sinetron panjang: ada harapan baru, evaluasi diam-diam, dan tentu saja—janji akan lebih baik dari season sebelumnya.

Rapat dibuka Sekretaris Pokja Wartawan Humas Kota Bekasi, Ainsyam, yang secara terbuka mengakui bahwa forum ini menjadi penanda kebangkitan kembali Pokja dari kevakuman pertemuan formal.

Tanpa basa-basi berlebihan, ia menekankan bahwa tahun 2026 tak boleh diisi sekadar rutinitas tanpa arah.

Pertemuan ini bukan kumpul-kumpul biasa. Ini ajakan serius untuk menyusun program kerja agar langkah Pokja lebih terarah dan berdampak,” ujar Ainsyam, dengan nada yang mengisyaratkan bahwa Pokja tak ingin sekadar hadir, tapi juga diperhitungkan.


Di balik kalimat normatif itu, tersirat satu pesan penting: wartawan bukan figuran dalam ekosistem pemerintahan daerah, melainkan bagian dari mekanisme kontrol dan keterbukaan informasi publik.

Nada yang sama dilanjutkan Ketua Pokja Wartawan Humas Kota Bekasi, Michael LL Lengkong, yang memaparkan dua fokus utama kepengurusannya sepanjang 2026.

Bukan soal sensasi, tapi menyentuh hal paling mendasar dalam dunia kewartawanan: kerukunan dan ruang kerja.

Pertama, soal menjaga soliditas antar wartawan.

Lengkong mengingatkan bahwa perbedaan organisasi dan bendera media seharusnya tidak menjelma menjadi sekat emosional di lapangan.

Kita ini boleh beda media, beda organisasi, tapi jangan beda tujuan. Kebersamaan adalah kekuatan kita,” ujarnya, yang disambut anggukan kolektif—pertanda semua pernah merasakan pahitnya gesekan di lapangan.

Kedua, dan ini yang paling membumi: ketersediaan press room yang layak di lingkungan Kantor Walikota Bekasi.

Bukan permintaan muluk, hanya ruang representatif agar wartawan bisa bekerja tanpa harus berpindah-pindah seperti liputan gerilya.

Kita berharap dan akan mengupayakan agar rekan-rekan wartawan memiliki ruang kerja yang representatif di lingkungan kantor walikota,” tegas Lengkong.

Sebuah kalimat sederhana, tapi sarat makna—karena bagi wartawan, ruang kerja bukan soal kenyamanan semata, melainkan soal martabat profesi.

Rapat berlangsung dalam suasana hangat dan cair dan kental seperti kopi susu hangat, kopi hitam panas dan cemilan kue coklat yang manis, semanis janji walikota kepada wartawan.

Tak ada ketegangan politik, tak ada debat berisik. Yang ada justru semangat kolektif untuk menata ulang peran Pokja agar tak sekadar menjadi nama di daftar undangan acara seremonial.

Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama—ritual klasik yang kali ini punya makna simbolik lebih dalam: tanda bahwa para pemburu berita di Kota Bekasi masih solid, masih satu frame, dan masih siap mengawal keterbukaan informasi publik, meski kadang harus bekerja di ruang yang belum sepenuhnya tersedia.

Tahun 2026 baru dimulai. Pokja Wartawan Humas Kota Bekasi pun berharap, tahun ini bukan sekadar ramai di foto, tapi juga nyata di kerja. [■] 

Reporter: NMR Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
Iklan Paralax
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
banner iklan JabarOL square