Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Longsor Cisarua Tewaskan 34 Orang, Aparat Negara Ikut Jadi Korban

iklan banner AlQuran 30 Juz

Hujan Deras, Lereng Ambruk, Dugaan Kerusakan Lingkungan Kembali Disorot, Polisi dan TNI Turut Jadi Korban

Petugas SAR gabungan melakukan pencarian korban hilang akibat tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 26 Januari 2026. Tempo/Prima Mulia

Bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menewaskan sedikitnya 34 orang hingga Senin (26/1/2026). Korban tidak hanya warga sipil, tetapi juga anggota TNI dan Polri yang tengah bertugas dan menjalani pelatihan di wilayah rawan bencana tersebut.

 — BANDUNG | Bencana longsor yang melanda Kampung Babakan Cibudah, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026, menjadi salah satu tragedi ekologis terbesar di Jawa Barat awal tahun ini.

Hingga hari ketiga operasi pencarian, jumlah korban terus bertambah, termasuk dari unsur TNI dan Polri.

Longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Bandung Barat sejak Jumat, 23 Januari 2026.

Material tanah dan lumpur dari lereng perbukitan ambruk dan menimbun permukiman serta area aktivitas warga. Wilayah Cisarua diketahui berada di kawasan rawan bencana, terutama saat curah hujan ekstrem.

Berdasarkan laporan Polda Jawa Barat hingga Senin, 26 Januari 2026, bencana ini berdampak pada lebih dari 100 orang.

Sebanyak 34 orang dinyatakan meninggal dunia, 23 orang selamat, sementara sekitar 56 orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan proses pencarian masih terus dilakukan meski terkendala kondisi medan dan cuaca.

Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, BPBD, dan relawan terus menyisir area longsoran.

Dugaan Kerusakan Lingkungan dan Alih Fungsi Lahan

Sejumlah kalangan menilai longsor Cisarua tidak bisa dilepaskan dari kerusakan lingkungan di Kawasan Bandung Utara (KBU).


Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat, Wahyudin Iwang, menyebut bencana ini sebagai akumulasi dari aktivitas manusia yang tidak sesuai tata ruang.

Longsor itu akumulasi dari kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai, baik dalam konteks tata ruang maupun aktivitas yang seharusnya tidak boleh dilakukan di KBU,” kata Wahyudin, Ahad, 25 Januari 2026.


KBU merupakan kawasan strategis seluas 38.543,33 hektare yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan penyangga lingkungan Cekungan Bandung.

Kabupaten Bandung Barat menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam lintasan kawasan tersebut dan memiliki banyak lereng perbukitan yang rentan longsor dan banjir bandang.

Menurut Wahyudin, daya dukung lingkungan di kawasan itu terus menurun akibat betonisasi dan pembangunan properti, mulai dari perumahan, vila, hingga resor yang diduga tidak sesuai dengan tata ruang dan prinsip perlindungan lingkungan.

Dua Polisi Gugur Saat Bertugas
Tragedi Cisarua juga merenggut nyawa dua anggota Polri yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan.

Kedua korban adalah Ajun Inspektur Satu Hendra Kurniawan dan Ajun Inspektur Dua Muhammad Jerry Sonconer, anggota Polsek Cisarua.

Keduanya tewas dalam kecelakaan lalu lintas setelah tertabrak truk TNI AD yang sedang membawa logistik menuju lokasi bencana. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Panglima Kodam III/Siliwangi Mayor Jenderal Kosasih menjelaskan, kecelakaan bermula ketika salah satu truk TNI mengalami gangguan teknis yang memicu tabrakan beruntun.

Dua polisi yang mengawal rombongan kendaraan terdampak langsung dalam insiden tersebut.

Kedua anggota Polri gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di lokasi bencana,” ujar Kosasih dalam keterangan tertulis yang disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal Donny Pramono, Senin, 26 Januari 2026.

Puluhan Marinir Tertimbun Longsor

Selain warga sipil dan aparat kepolisian, bencana ini juga menimpa anggota TNI Angkatan Laut.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali menyatakan 23 prajurit marinir menjadi korban longsor saat tengah menjalani pelatihan di wilayah Cisarua.

Mereka sedang melaksanakan latihan sebagai persiapan pengamanan perbatasan RI–Papua Nugini,” kata Ali usai rapat kerja dengan DPR di Senayan, Senin, 26 Januari 2026.

Para prajurit tersebut telah berada di lokasi jauh sebelum longsor terjadi. Hingga saat ini, tim SAR baru menemukan empat personel marinir dalam kondisi meninggal dunia, sementara sisanya masih dalam proses pencarian.

Alarm Keras untuk Kawasan Bandung Utara

Tragedi longsor Cisarua kembali menjadi alarm keras bagi pengelolaan lingkungan di Kawasan Bandung Utara.

Di tengah meningkatnya curah hujan ekstrem akibat perubahan iklim, lemahnya pengendalian tata ruang dan alih fungsi lahan dinilai memperbesar risiko bencana.

Bagi warga Cisarua dan Bandung Barat, longsor ini bukan sekadar musibah alam, melainkan peringatan serius bahwa kerusakan lingkungan dan kebijakan tata ruang yang abai bisa berujung pada hilangnya nyawa manusia. [■]

Reporter: Dede Leni Maedianti berkontribusi dalam penulisan laporan ini. - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Chief Editor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama