Pelatihan Khusus Polisi Digelar di Polres Metro Bekasi Kota, Warga Kini Punya Rasa Aman Tambahan
Kapolrestro Bekasi Kota, KBP Kusumo Wahyu Bintoro & Wakapolres AKBP Bayu bersama jajaran, Jumat 23/1/2026
Banjir yang rutin melanda Kota Bekasi tak hanya membawa genangan air, tetapi juga satwa liar ke lingkungan warga. Menyikapi kondisi tersebut, Polres Metro Bekasi Kota menggelar pelatihan penanganan satwa liar bagi personelnya sebagai bentuk kesiapsiagaan melindungi masyarakat.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Polrestro Bekasi Kota ini secara hampir bersamaan diikuti oleh acara komunitas pemerhati satwa dan aktivis lingkungan yang juga turun langsung memberi edukasi ke masyarakat.
Pada Jumat (23/01/2026), Mapolres Metro Bekasi Kota gelar pelatihan penanganan satwa liar bagi personelnya. Mulai dari ular, iguana, hingga buaya—semua dibahas. Lengkap. Bukan buat pamer nyali, tapi demi keselamatan warga.
“Pelatihan ini penting agar personel mengenali jenis satwa dan cara menanganinya, supaya tidak membahayakan masyarakat,” ujar Kapolrestro Bekasi Kota KBP Kusumo Wahyu Bintoro.
Ketika Banjir Datang, Ular Ikut Pindah Alamat
Bekasi sudah kenyang pengalaman soal banjir. Dan setiap air naik, cerita yang sama selalu berulang: ular muncul di selokan, pekarangan, bahkan ruang tamu. Situasi inilah yang membuat edukasi soal satwa berbisa jadi krusial—bukan cuma untuk warga, tapi juga petugas di lapangan.
Dalam pelatihan tersebut, personel polisi dibekali kemampuan:
- Membedakan ular berbisa dan tidak berbisa
- Menentukan langkah penanganan yang aman
- Menghindari tindakan spontan yang justru berisiko
Singkatnya, polisi Bekasi kini tidak cuma sigap soal kamtibmas, tapi juga tidak asal main pukul saat ketemu ular.
Teori Jalan, Praktik Jalan
Pelatihan ini tidak berhenti di slide presentasi dan ceramah. Personel juga berinteraksi langsung dengan satwa liar, tentu dengan pendampingan instruktur.
Dari sini, polisi belajar satu hal penting: menangani satwa liar itu soal teknik, bukan keberanian semata.
“Kami berharap personel bisa memberikan pertolongan cepat dan tepat saat masyarakat membutuhkan bantuan menghadapi satwa liar,” tambah Kapolres.
Baca juga: Aktivis Lingkungan Bongkar Mitos Garam, Bahas Ular Mematikan & Kesalahan Warga yang Sering Berujung IGD
Negara Hadir dan Komunitas Ikut Bergerak
Hari berikutnya, Sabtu (24/1/2026) edukasi serupa juga akan digelar dan digaungkan oleh komunitas dan aktivis pencinta reptil yang turun langsung ke warga, membongkar mitos seputar ular—dari garam yang katanya ampuh sampai kebiasaan nekat menangkap sendiri.
Baca juga: Saat Bekasi Kebanjiran Air dan Berita Korupsi, Warganya Diajak “Napas Budaya” di Akhir Pekan
Kini, langkah tersebut mendapat penguatan dari institusi resmi negara.
Buat warga Bekasi, ini kabar baik. Artinya:
- Edukasi tidak berhenti di komunitas,
- Penanganan tidak lagi coba-coba,
- Saat panik, ada petugas yang paham ilmunya.
Pesan untuk Warga: Jangan Panik, Jangan Sok Jago
Dengan adanya pelatihan ini, warga diimbau tetap tenang saat menemukan satwa liar:
- Jangan bertindak sendiri jika berisiko
- Hubungi petugas atau pihak berwenang
- Ingat, ular berbisa bukan musuh personal, tapi bagian dari ekosistem yang tersesat akibat banjir
- Musim hujan boleh bikin air naik, tapi literasi keselamatan juga harus ikut naik.
Dari Polres Metro Bekasi Kota sampai ke komunitas peduli hewan liar dan pencinta reptil,ada satu pesan yang sama kini digaungkan: hadapi satwa liar dengan ilmu, bukan emosi. [■]
