Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Peringatan Isra Mi’raj PWI, Ketua PP Kota Bekasi Bikin Pesan Pedas Tapi Adem

iklan banner AlQuran 30 Juz

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Bekasi Hadiri Isra Mi’raj PWI Bekasi Raya, Soroti Peran Ormas Jauh dari Tawuran


Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassallaam yang digelar PWI Bekasi Raya, mendadak terasa lebih “berisi” ketika Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Bekasi, Ariyes Budiman, hadir tak hanya bawa salam, tapi juga pesan sosial: santunan anak yatim iya, tawuran dan salah pergaulan jangan dibiasakan.

 — KOTA BEKASI | Di tengah sorotan publik terhadap peran organisasi kemasyarakatan dan maraknya keterlibatan anak muda dalam aksi tawuran, kehadiran Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Bekasi, Ariyes Budiman, dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi wassallaam yang digelar PWI Bekasi Raya, Jumat (30/1), menjadi pesan simbolik yang tak bisa dibaca sekadar seremoni keagamaan. Ada makna dan hikmah tersembunyi di dalamnya.

Acara yang diisi dengan ceramah agama dan santunan anak yatim itu bukan hanya menegaskan fungsi sosial pers dan ormas, tetapi juga memperlihatkan upaya membangun narasi tandingan: bahwa ruang-ruang keagamaan dan sosial masih relevan sebagai benteng moral di tengah krisis keteladanan publik.


Ariyes Budiman secara terbuka mengapresiasi konsep kegiatan tersebut. 

Menurutnya, peringatan Isra Mi’raj yang dibarengi santunan anak yatim bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bentuk konkret keberpihakan sosial.

Kegiatan Isra Mi’raj ini luar biasa karena diisi dengan kegiatan santunan anak yatim yang jadi nilai yang baik dan bermanfaat,” ujarnya.

Namun pernyataan Ariyes tak berhenti di pujian normatif. Ia secara tegas menyinggung fenomena anak muda yang mudah terseret dalam perkumpulan tidak jelas, yang kerap berujung pada konflik jalanan dan tawuran.

Dalam konteks Kota Bekasi yang masih kerap dihantui insiden kekerasan remaja, pesan ini terbaca sebagai kritik sosial yang diarahkan ke banyak pihak—mulai dari keluarga, lingkungan, hingga organisasi kepemudaan itu sendiri.

Ariyes menekankan pentingnya mengisi ruang generasi muda dengan kegiatan yang terarah, produktif, dan berakar pada nilai keagamaan serta kebangsaan.

Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan sikap Pemuda Pancasila agar tidak terjebak pada stigma lama, melainkan tampil sebagai aktor sosial yang adaptif dan berkontribusi nyata.

Lebih jauh, Ariyes menegaskan komitmen Pemuda Pancasila Kota Bekasi untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang digagas PWI Bekasi Raya.

Sinergi antara ormas dan insan pers ini, menurutnya, penting untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan informasi, kontrol sosial, dan pembinaan moral masyarakat.

Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya kegaduhan sosial, kolaborasi semacam ini menjadi penanda bahwa pembangunan masyarakat tidak cukup hanya dengan kebijakan formal, tetapi juga membutuhkan kerja-kerja kultural yang konsisten—dan itu dimulai dari keteladanan di ruang publik. [■] 

Reporter:Hery / Wahyu / NMR Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Chief Editor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama