Ust. Ayi Nurdin Ketua PCNU Kota Bekasi: Ramadhan Momentum Perkuat Ibadah & Jaga Kondusivitas Kota dengan Warga
“Kami dari PCNU Kota Bekasi memandang penting untuk selalu mendukung dan bersama-sama kepolisian dalam mewujudkan suasana kondusif, terlebih pada momentum Ramadhan ini. Bulan suci harus menjadi ruang ibadah yang aman dan menenangkan bagi seluruh warga,” ujar Ustadz Ayi.
— KOTA BEKASI | Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Bekasi, Ustadz Ayi Nurdin, menegaskan pentingnya menjaga suasana kondusif selama bulan suci Ramadhan 1447 H, sesaat setelah ditanya tentang kolaborasi Banser NU Kota Bekasi dengan beberapa Ormas dan LSM bersama pihak aparat di Polrestro Bekasi Kota.Hal itu ia sampaikan saat diwawancarai JabarOL melalui pesan WhatsApp, Rabu (25/2/2026) malam, usai menunaikan sholat tarawih.
Reporter: Hery / Wahyu / NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
Menurutnya, PCNU Kota Bekasi merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus bersinergi dengan aparat keamanan, khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia, dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
“Kami dari PCNU Kota Bekasi memandang penting untuk selalu mendukung dan bersama-sama kepolisian dalam mewujudkan suasana kondusif, terlebih pada momentum Ramadhan ini. Bulan suci harus menjadi ruang ibadah yang aman dan menenangkan bagi seluruh warga,” ujar Ustadz Ayi.
Ia menegaskan, Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum perjuangan spiritual yang berdampak sosial.
Mengutip firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah ayat 183, ia mengingatkan bahwa tujuan puasa adalah membentuk pribadi bertakwa.
“Taqwa dalam manhaj NU bukan hanya kesalehan individual, tetapi juga kesalehan sosial. Ada tanggung jawab menjaga agama (hifzhuddin), menjaga jiwa (hifzhunnafs), menjaga akal, keturunan, dan harta dalam bingkai kemaslahatan umat,” jelasnya.
Ramadhan bukan hanya ritual tahunan, melainkan ruang perjuangan spiritual. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ ... لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
(QS. Al-Baqarah: 183)
Tujuan puasa adalah taqwa. Dan taqwa dalam manhaj NU bukan sekadar kesalehan individual, tetapi juga kesalehan sosial—menjaga agama (hifzhuddin), menjaga jiwa (hifzhunnafs), menjaga akal, menjaga keturunan, dan menjaga harta dalam bingkai kemaslahatan umat.
Kami menyerukan kepada seluruh warga Nahdliyyin dan masyarakat kota bekasi agar menghidupkan masjid dan mushalla dengan shalat berjamaah, tarawih, tadarus, dan pengajian kitab turats.
“Mari kita perkuat tradisi amaliyah NU seperti tahlil, istighotsah, qunut, dan dzikir berjamaah. Itu bukan sekadar tradisi, tetapi ekspresi keislaman yang moderat dan memiliki sanad keilmuan yang jelas dari para ulama,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ustadz Ayi juga mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah wathaniyah dan basyariyah dalam bingkai NKRI yang final, serta bersama-sama melawan radikalisme dan ekstremisme dengan dakwah yang santun namun tegas.
Tak kalah penting, ia menekankan bahwa Ramadhan adalah bulan solidaritas sosial.
“Zakat, infak, sedekah harus ditingkatkan. Jangan sampai di sekitar kita masih ada fakir miskin, anak yatim, dan kaum dhuafa yang terabaikan.” imbuh Ayi.
“NU sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah punya tanggung jawab memastikan Ramadhan menjadi penguat iman, penggerak ilmu, dan pengokoh peradaban,” katanya lagi.
Menutup pernyataannya kepada JabarOL, Ustadz Ayi mengajak seluruh umat Islam di Kota Bekasi menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai titik tolak kebangkitan umat.
“Mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum lahirnya umat yang berilmu, berakhlak, dan berkhidmat untuk agama, bangsa, dan kemanusiaan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan menjadikan Ramadhan ini yang terbaik dalam hidup kita,” pungkasnya. [■]
Reporter: Hery / Wahyu / NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
Tags
Mako Banser
Nahdhatul Ulama
Panglima Jupri
PCNU
Polrestro Bekasi Kota
Ramadhan
Ustadz Ayi Nurdin


