iklan banner
iklan header banner
iklan header banner
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Reses Bukan Sinetron! Evi Tampung Aspirasi Arenjaya, Warga Tunggu Episode Realisasi

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

Reses III Evi Mafriningsianti di RW.04 Arenjaya: Lapangan Bulu Tangkis Diresmikan, Aspirasi Warga Dikawal


Kalau bola bisa dipukul sampai menyeberangi net, aspirasi warga jangan sampai cuma memantul di ruang rapat! Itulah pekerjaan rumah setelah Anggota DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti, menggelar Reses III di RW 04, Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur, Minggu (11/10/2026). Lapangan bulu tangkis diresmikan, pelaku UMKM mendapat perhatian, sementara kebutuhan fasilitas lingkungan ikut mengemuka. Pertanyaan berikutnya sederhana: setelah acara selesai dan kursi dirapikan, bagaimana nasib usulan warga?

 — KOTA BEKASI | Kebutuhan fasilitas lingkungan, pemberdayaan ekonomi warga, dan kepastian tindak lanjut pembangunan menjadi bagian penting dari agenda Reses III Tahun Anggaran 2026 Anggota DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti, di Sekretariat RW.04, Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Ahad (11/10/2026).

Selain menyerap aspirasi masyarakat, kegiatan tersebut diwarnai peresmian lapangan bulu tangkis untuk warga. Menurut pemberitaan MonitorIndo.com, pertemuan itu dihadiri sejumlah warga RW 04, pengurus lingkungan, perwakilan kelurahan, serta Sahabat Evi. Evi juga memberikan bantuan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bagi warga Arenjaya, forum reses merupakan kesempatan menyampaikan kebutuhan lingkungan secara langsung kepada wakil rakyat. Namun, manfaatnya tidak cukup diukur dari terselenggaranya pertemuan atau hadirnya fasilitas olahraga. Hal yang lebih menentukan ialah sejauh mana aspirasi masyarakat dicatat, diprioritaskan, dan diperjuangkan agar memperoleh tindak lanjut melalui mekanisme pembangunan daerah.

Fasilitas lingkungan dan pemberdayaan ekonomi jadi perhatian

Pemberitaan MonitorIndo.com turut menyoroti kebutuhan fasilitas publik, termasuk taman bermain di RT 17 serta lapangan di RT 04 dan RT 17. Kebutuhan tersebut memperlihatkan pentingnya ruang publik yang dapat mendukung aktivitas olahraga, rekreasi keluarga, dan interaksi sosial masyarakat.

Bagi warga, ketersediaan fasilitas lingkungan harus diikuti pemeliharaan yang berkelanjutan. Lapangan olahraga, misalnya, akan memberikan manfaat lebih luas apabila dapat diakses secara layak, dirawat bersama, dan dimanfaatkan untuk kegiatan positif lintas kelompok usia.

Di sisi lain, perhatian terhadap UMKM juga relevan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat. Dukungan terhadap pelaku usaha lokal perlu diarahkan pada upaya yang berkelanjutan, seperti penguatan kapasitas usaha, perluasan akses pemasaran, dan keterhubungan dengan program pemberdayaan ekonomi yang tersedia.

Sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi dari Daerah Pemilihan I, Evi memiliki peran dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan sesuai kewenangannya. Aspirasi yang diterima melalui reses dapat menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan kebijakan dan perencanaan anggaran, tetapi realisasinya tetap bergantung pada proses, prioritas, serta kemampuan keuangan daerah.

Berkaca dari reses Duren Jaya, pendidikan juga menjadi kebutuhan warga

Rangkaian kegiatan reses Evi di Bekasi Timur sebelumnya memperlihatkan persoalan warga yang lebih luas. Dalam pemberitaan Lensabekasi.com pada 10 Oktober 2026, kebutuhan pembangunan SMP baru menjadi salah satu aspirasi warga RW 014, Kelurahan Duren Jaya.

Evi menyatakan siap membantu mendorong usulan tersebut dengan memperhatikan ketersediaan lahan sebagai tahapan awal. Kebutuhan lahan diperkirakan sekitar 3.000 meter persegi. Ia juga menjelaskan bahwa usulan perlu dibahas melalui tahapan perencanaan bersama unsur RT, RW, kelurahan, dan kecamatan.

Persoalan pendidikan tersebut penting bagi warga karena akses sekolah yang memadai berkaitan dengan kemudahan keluarga menjangkau layanan pendidikan. Meski demikian, pembangunan sekolah baru tetap memerlukan kajian kebutuhan, kesiapan lahan, serta keputusan anggaran sesuai prosedur.

Sementara itu, laporan IniJabar.com bertanggal 10 Oktober 2026 mencatat bahwa Evi menggelar Reses III di RW 014, Kelurahan Duren Jaya, dan menyebut hasil penjaringan aspirasi diarahkan untuk menjadi bahan pembahasan APBD Murni 2028. Dalam kesempatan yang sama, Evi meninjau pembangunan balai warga di RW 013, Duren Jaya, Kampung Cerewet.

Yusrizal, mantan Ketua RW 013 Duren Jaya, berharap pembangunan balai warga tersebut dapat rampung pada 2027. Harapan itu mempertegas bahwa kebutuhan masyarakat bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, melainkan juga kepastian penyelesaian fasilitas yang dapat digunakan untuk kegiatan sosial dan pelayanan warga.

Aspirasi harus dikawal hingga jelas tindak lanjutnya

Berbagai kebutuhan yang mengemuka di Arenjaya dan Duren Jaya menunjukkan bahwa pembangunan di Bekasi Timur menyangkut beragam sektor, mulai dari fasilitas olahraga dan ruang publik, pemberdayaan UMKM, hingga sarana pendidikan dan balai warga.

Bagi konstituen, tantangan berikutnya adalah memastikan setiap usulan memperoleh kejelasan status. Aspirasi mana yang telah masuk dalam perencanaan, mana yang masih memerlukan kajian teknis, dan mana yang belum dapat diprioritaskan perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

Pengawalan juga membutuhkan koordinasi antara wakil rakyat, perangkat daerah, serta pengurus lingkungan. Dengan demikian, warga tidak hanya menjadi pihak yang menyampaikan kebutuhan, tetapi turut memperoleh informasi mengenai perkembangan usulan dan tahapan yang harus dilalui.

Reses III Evi Mafriningsianti di RW 04 Arenjaya, dengan demikian, menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan proses perencanaan pembangunan. Peresmian lapangan bulu tangkis merupakan bagian yang terlihat dari kegiatan tersebut, sedangkan ukuran manfaat yang lebih luas terletak pada keberlanjutan pemanfaatan fasilitas dan tindak lanjut aspirasi lainnya.

Pada akhirnya, warga Arenjaya dan Duren Jaya berkepentingan agar setiap usulan yang disampaikan tidak berhenti sebagai catatan reses. Melalui pengawalan yang transparan, penentuan prioritas yang terukur, dan koordinasi yang konsisten, kebutuhan masyarakat diharapkan dapat memperoleh tempat yang jelas dalam agenda pembangunan Kota Bekasi. [■]

Reporter: NMR/TIM REDAKSI - Editor: DikRizal/JabarOL
banner kontak BekasiOL Kejagung geledah Pemkot Bekasi banner#01Kemitraan WaralabaPers bannerbawah#02 bannerbawah#03 bannerbawah#04

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
jabar-online.com