Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Panen Raya di Sukatani, DPP Partai Ummat Soroti Nasib Petani & Membersamai Mereka

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

Politik Jangan Cuma Tebar Janji! Heikal Turun ke Sawah, Firdaus Bongkar PR Petani, Nofalia Siapkan Bantuan Berupa Ani-Ani!

jabar-online.com | Rabu, 28 Okt 2026, 14:15 WIB | Her/Why/DR

Kalau biasanya panggung politik ramai oleh janji manis, di Sukatani, Kabupaten Bekasi, urusannya lebih konkret: padi harus dipanen, pekerjaan petani harus diringankan, dan penghasilan keluarga tani harus ditingkatkan. Ketua Harian DPP Partai Ummat, Heikal Safar, mengajak gerakan politik turun langsung ke sawah; Ketua DPD Partai Ummat Kota Bekasi, dr. Firdaus Jaya Permana, menyoroti kebutuhan teknologi pertanian yang tidak menghilangkan kesempatan kerja; sementara Ketua Bidang Perekonomian DPP Partai Ummat, Nofalia Heikal Safar, menyatakan kesediaan membantu alat potong padi, termasuk ani-ani sesuai aspirasi petani perempuan. Di tengah semangat Sumpah Pemuda, tantangannya jelas: jangan sampai petani cuma kebagian tepuk tangan, tetapi kesulitan saat bekerja dan menghitung hasil panen.

 — KOTA BEKASI | Di tengah semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober, sementara di ibukota Jakarta banyak aksi demo dari para mahasiswa juga anggota ormas, justru DPP Partai UMMAT memilih turun langsung ke sawah untuk menyerap aspirasi petani di pelosok desa.


Melalui kegiatan Panen Raya Padi Bersama di RW 02, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Rabu (28/10/2026), partai ini mendorong gerakan politik yang lebih membumi, dimulai dari kebutuhan sederhana yang dapat membantu petani bertahan dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Baca juga: Sambut Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Ini Pesan Ketua DPD NasDem Kota Bekasi

Ketua Harian DPP Partai Ummat, Heikal Safar, S.H., menegaskan bahwa pertanian merupakan sektor fundamental yang menyangkut hajat hidup orang banyak.


Karena itu, perjuangan politik semestinya tidak berhenti pada wacana, tetapi hadir mendengarkan persoalan masyarakat dan mendorong solusi yang dapat dirasakan langsung.

“Perjuangan kaum muda dalam momentum Sumpah Pemuda ini harus memiliki makna nyata bagi NKRI. Salah satunya dengan memperhatikan nasib para petani yang selama turun-temurun menjaga ketersediaan pangan kita,” demikian inti pesan Heikal dalam sambutannya.

Bagi Heikal, panen raya tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah awal untuk membangun gerakan politik yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan ke berbagai daerah di Indonesia, sehingga perhatian terhadap petani tidak hanya muncul ketika musim panen atau saat isu pangan menjadi perbincangan publik.

“Kegiatan ini adalah Panen Raya Partai Ummat yang pertama kali dan insya Allah akan berlanjut ke seluruh daerah, tentunya di 38 provinsi. Berlanjut terus, karena supaya ada kegiatan-kegiatan yang benar-benar membumi,” ujar Heikal.

Menurutnya, petani perlu memperoleh perhatian berkelanjutan karena mereka berada di garis depan produksi pangan.

Keberlangsungan profesi petani juga menjadi persoalan penting, terutama ketika generasi muda membutuhkan alasan yang kuat untuk tetap melihat pertanian sebagai pekerjaan yang layak dan menjanjikan masa depan.

Teknologi pertanian: Membantu petani tanpa mematikan pekerjaan

Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPD Partai UMMAT Kota Bekasi, dr. Firdaus Jaya Permana, MARS, yang juga memiliki lahan persawahan di Sukatani, menyoroti kebutuhan petani terhadap peralatan yang dapat meringankan pekerjaan sekaligus meningkatkan produktivitas.


Menurut Firdaus, sebagian petani masih mengandalkan metode manual. Karena itu, dukungan teknologi pertanian perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kemampuan petani, bukan sekadar mengejar penggunaan mesin modern.

“Ya, mungkin keluhan petani masalah teknologi pertanian ya karena sebagian mereka sekarang masih manual. Nah, mungkin aspirasinya tadi bahwa ada semi mekanikal. Jadi ada yang manual, ada yang dengan mesin gitu. Kalau semua dengan mesin, mereka tidak mau juga karena sumber daya manusia tidak terpakai,” ungkap Firdaus.

Pandangan tersebut memperlihatkan persoalan yang perlu diperhitungkan dalam upaya meningkatkan hasil pertanian.

Mekanisasi memang dapat membantu mempercepat pekerjaan, tetapi penerapannya juga harus mempertimbangkan biaya, keterampilan petani, kondisi sawah, dan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.

Dengan pendekatan yang tepat, teknologi pertanian diharapkan bukan menjadi ancaman bagi mata pencaharian petani, melainkan sarana untuk mengurangi beban kerja, menekan kehilangan hasil panen, dan meningkatkan efisiensi produksi.

Nofalia Heikal Safar: Bantuan dimulai dari kebutuhan nyata petani

Sementara itu, Ketua Bidang Perekonomian DPP Partai Ummat, Nofalia Heikal Safar, memberikan perhatian pada kebutuhan peralatan panen yang disampaikan langsung oleh petani laki-laki maupun perempuan.


Dalam kegiatan yang dihadiri sedikitnya 40 petani tersebut, kebutuhan yang muncul ternyata tidak seragam. Sebagian petani laki-laki mengharapkan dukungan alat pemotong padi, sedangkan sejumlah petani perempuan menghendaki alat potong manual tradisional berupa ani-ani.


Nofalia mengiyakan aspirasi tersebut dan menjanjikan bantuan alat potong padi, termasuk ani-ani, bagi petani yang membutuhkannya.

Ani-ani merupakan alat pemotong padi tradisional berukuran kecil yang digunakan untuk memotong tangkai bulir padi secara hati-hati. Alat ini memiliki nilai praktis sekaligus berkaitan dengan tradisi pertanian yang diwariskan antargenerasi.

Aspirasi mengenai ani-ani menjadi gambaran bahwa kebutuhan petani tidak selalu harus dijawab dengan teknologi mahal atau bantuan berskala besar.

Peralatan sederhana yang sesuai dengan kebiasaan kerja mereka pun dapat berarti apabila benar-benar dibutuhkan dan tersedia pada waktu yang tepat.


Namun, agar janji bantuan tersebut menghasilkan manfaat berkelanjutan, diperlukan tindak lanjut yang jelas, mulai dari pendataan penerima, jumlah alat yang disediakan, mekanisme penyaluran, hingga evaluasi manfaatnya bagi pekerjaan dan hasil panen.

Dari panen raya menuju kesejahteraan petani

Kegiatan Panen Raya Padi Bersama ini membuka ruang bagi Partai UMMAT untuk mendengar langsung persoalan petani sekaligus mengenali kebutuhan yang mungkin luput dari pembahasan kebijakan di ruang formal.

Bagi petani, persoalan kesejahteraan tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan memanen padi. Ketersediaan alat kerja, biaya produksi, akses terhadap teknologi, tenaga kerja, kemudahan pemasaran, serta harga jual hasil panen turut menentukan apakah pekerjaan bertani mampu memberikan penghasilan yang layak.

Karena itu, bantuan alat potong padi dapat menjadi langkah awal, tetapi belum cukup untuk menjawab seluruh persoalan kesejahteraan petani.

Upaya berikutnya perlu diarahkan pada dukungan yang lebih menyeluruh agar peningkatan produktivitas benar-benar diikuti peningkatan pendapatan dan keberlanjutan usaha pertanian.


Di sinilah tantangan bagi Partai UMMAT: mengubah momentum kebersamaan di sawah menjadi program yang konsisten, terukur, dan berkelanjutan.

Aspirasi petani yang telah didengar perlu dicatat, ditindaklanjuti, dan diperjuangkan melalui langkah konkret sesuai kapasitas serta kewenangan partai.

Momentum Sumpah Pemuda pun menjadi relevan ketika perjuangan generasi muda tidak hanya dimaknai sebagai semangat persatuan, tetapi juga keberanian memastikan bahwa profesi petani tetap memiliki masa depan.

Sebab, ketahanan pangan nasional tidak mungkin berdiri kokoh apabila para petaninya kesulitan mempertahankan mata pencaharian. Dan bagi petani Sukatani, perubahan yang berarti bisa dimulai dari hal sederhana: alat panen yang sesuai kebutuhan, pekerjaan yang lebih mudah, hasil produksi yang lebih baik, dan penghasilan yang semakin layak.

Panen raya boleh berakhir, tetapi perjuangan menyejahterakan petani semestinya tidak berhenti setelah kegiatan seremonial usai. [■]

Reporter: Hery / NMR - REDAKSI - Editor: DikRizal/JabarOL
banner kontak BekasiOL banner berita kedua banner#01Kemitraan WaralabaPers bannerbawah#02 bannerbawah#03 bannerbawah#04

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
jabar-online.com