Reses Aleg Golkar di Bekasi Timur: Warga Minta Jalan RT.007 dan Tangga SDN Arenjaya15 Diperbaiki, Jangan Nunggu Makan Korban
Di Aren Jaya, yang retak ternyata bukan cuma tangga sekolah, kesabaran warga menghadapi jalan rusak pun bisa ikut terkikis! Dalam reses III Tahun Anggaran 2026, anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi Golkar, Dariyanto, S.Kom., MPd. menerima sederet aspirasi warga Bekasi Timur. Mulai dari jalan lingkungan RT 007/RW 012 yang minta segera dibenahi sampai fasilitas SDN Aren Jaya 15 yang perlu perhatian serius. Pertanyaannya sekarang: kapan keluhan warga naik kelas menjadi pekerjaan nyata?
— KOTA BEKASI | Namanya jalan lingkungan, ya mestinya bikin warga nyaman melintas, bukan malah menguji keseimbangan pengendara setiap hari.Begitu pula tangga sekolah, seharusnya menjadi akses aman bagi anak-anak menuntut ilmu, bukan bikin orang tua was-was setiap kali buah hatinya berangkat belajar.
Dua persoalan itulah yang menjadi catatan penting dalam kegiatan reses III Tahun Anggaran 2026 aleg DPRD Kota Bekasi Fraksi Partai Golkar, Dariyanto, SKom., MPd. di RT 002/RW 012, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Dalam pertemuan yang dihadiri warga RT 001 hingga RT 007 di RW 012, serta perwakilan RW 022 tersebut, masyarakat menitipkan sejumlah aspirasi yang intinya sederhana: jalan lingkungan minta dibenahi, fasilitas sekolah perlu diperhatikan, dan keselamatan warga jangan sampai kalah antre dengan urusan administrasi.
Bagi warga, jalan rusak bukan sekadar perkara pemandangan yang kurang sedap. Ada aktivitas bekerja, mengantar anak sekolah, berdagang, hingga mobilitas warga sehari-hari yang bergantung pada kondisi jalan.
Kalau jalannya bermasalah, yang repot bukan cuma ban kendaraan, melainkan juga kantong dan kenyamanan masyarakat.
Jalan RT 007 Minta Diperhatikan, Jangan Cuma Kuat Menahan Keluhan
Salah satu aspirasi yang mencuat datang dari warga RT 007/RW 012, yang meminta perbaikan jalan lingkungan karena kondisinya masih mengalami kerusakan cukup parah.
Permintaan warga ini patut menjadi perhatian pemerintah daerah. Jalan lingkungan merupakan bagian penting dari pelayanan dasar perkotaan yang langsung dirasakan masyarakat.
Bukan proyek mercusuar yang cukup dilihat dari kejauhan, melainkan kebutuhan nyata yang setiap hari diinjak, dilewati, dan dirasakan manfaatnya.
Warga tentu berharap jalan tersebut bisa segera masuk dalam perencanaan perbaikan. Sebab, kalau kerusakan dibiarkan berlarut-larut, urusannya bisa merembet ke mana-mana: perjalanan terganggu, kenyamanan berkurang, dan biaya perawatan kendaraan berpotensi ikut membengkak.
Maka, aspirasi yang dibawa warga Aren Jaya ini bukan sekadar permintaan agar jalan terlihat mulus. Mereka sedang meminta hak atas lingkungan yang lebih layak dan aman untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Tangga SDN Aren Jaya 15 Retak, Keselamatan Murid Jangan Ikut Dipertaruhkan
Persoalan berikutnya datang dari dunia pendidikan. Kepala SDN Aren Jaya 15 turut menitipkan aspirasi mengenai pembenahan lapangan sekolah dan sejumlah fasilitas yang memerlukan perhatian.
Salah satu yang cukup mengkhawatirkan adalah kondisi tangga sekolah yang mulai retak.
Nah, kalau jalan rusak bikin warga tidak nyaman, tangga sekolah yang retak jelas perlu ditangani dengan lebih serius. Sebab, yang setiap hari menggunakan fasilitas itu adalah anak-anak sekolah, yang keselamatannya wajib menjadi perhatian bersama.
Jangan sampai persoalan baru dianggap mendesak setelah terjadi insiden. Prinsipnya sederhana: lebih baik fasilitas diperiksa dan diperbaiki sebelum membahayakan, ketimbang sibuk mengevaluasi setelah masalah telanjur terjadi.
Karena itu, kebutuhan perbaikan fasilitas SDN Aren Jaya 15 layak masuk dalam perhatian Dinas Pendidikan Kota Bekasi, terutama menyangkut bagian bangunan yang berpotensi mengganggu kegiatan belajar-mengajar maupun keselamatan siswa.
Dariyanto Minta Proposal, Aspirasi Harus Punya Jalur Resmi
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Dariyanto meminta agar pihak pengusul melengkapi proposal atau dokumen pendukung. Berkas itu nantinya akan diteruskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk dipelajari dan ditindaklanjuti sesuai kewenangannya.
Untuk persoalan jalan lingkungan, ia akan berkoordinasi dengan dinas yang menangani bidang Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), termasuk membahas kemungkinan penanganan melalui anggaran perbaikan maupun pemeliharaan jalan.
“Kami akan mendorong kepada dinas terkait agar usulan ini bisa direalisasikan pada tahun depan ataupun tahun mendatang,” ujar Dariyanto.
Sementara itu, aspirasi mengenai lapangan dan fasilitas SDN Aren Jaya 15 akan diteruskan kepada Dinas Pendidikan agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program.
Langkah melengkapi dokumen memang penting. Sebab, dalam urusan pemerintahan, keluhan yang sudah disampaikan warga perlu diterjemahkan menjadi usulan yang jelas, terukur, dan bisa diproses melalui mekanisme perencanaan.
Namun, bagi masyarakat, harapan berikutnya tentu bukan berhenti pada proposal yang sudah rapi atau berkas yang sudah berpindah meja. Warga ingin mengetahui apakah usulan tersebut benar-benar masuk perencanaan, mendapat alokasi anggaran, dan akhirnya dikerjakan.
Bahasa sederhananya, jangan sampai aspirasi sudah lengkap map-nya, tetapi realisasinya masih mencari alamat.
Pokir Berubah, Perjuangan Aspirasi Tak Boleh Ikut Berhenti
Dariyanto mengakui, memperjuangkan kebutuhan masyarakat bukan perkara yang selalu mudah. Salah satu tantangan yang dihadapinya adalah perubahan mekanisme penganggaran pemerintah daerah, khususnya terkait pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.
Ia menjelaskan bahwa dalam perencanaan 2027, mekanisme pokir yang selama ini menjadi salah satu jalur pengusulan aspirasi masyarakat berpotensi tidak tersedia seperti sebelumnya.
Kondisi tersebut menuntut anggota dewan lebih aktif berkomunikasi dengan OPD dan pemerintah kota agar persoalan warga tetap mendapat tempat dalam proses perencanaan pembangunan.
Dariyanto juga berencana mengkomunikasikan kebutuhan masyarakat Aren Jaya kepada Wali Kota Bekasi.
Ia berharap persoalan jalan rusak di RT 007/RW 012 tidak terpinggirkan di tengah beragam prioritas pembangunan daerah.
Sebab, bagi warga di tingkat RT dan RW, pembangunan tidak selalu harus dimulai dari proyek besar.
Jalan lingkungan yang layak dan fasilitas sekolah yang aman juga merupakan wujud kehadiran pemerintah yang paling mudah dirasakan masyarakat.
Kalau jalan utama menjadi urat nadi kota, jalan lingkungan adalah jalur harian warga. Kalau sekolah menjadi tempat menyiapkan masa depan, fasilitasnya tentu harus mendukung keselamatan anak-anak yang belajar di dalamnya.
Aspirasi Ibu-Ibu Juga Masuk Catatan
Selain persoalan infrastruktur dan pendidikan, kalangan ibu-ibu turut menyampaikan kebutuhan terkait kegiatan masyarakat.
Dariyanto menyebut aspirasi tersebut perlu dikomunikasikan lebih lanjut, termasuk dengan melihat kemungkinan dukungan yang dapat diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menegaskan, usulan program perlu dimasukkan ke dalam sistem informasi perencanaan daerah agar prosesnya dapat ditelusuri sejak tahap awal.
Adapun peluang realisasi melalui perubahan anggaran 2027 maupun kebijakan pada 2028 belum dapat dipastikan. Prioritas Pemerintah Kota Bekasi dalam perubahan anggaran 2026 dan perencanaan 2027 masih menjadi bagian dari pembahasan bersama DPRD.
Artinya, warga perlu mendapat penjelasan yang terbuka mengenai tahapan dan kemungkinan realisasi usulan. Dengan begitu, masyarakat bisa mengikuti prosesnya dan mengetahui sejauh mana aspirasi yang mereka titipkan telah diperjuangkan.
Warga Menunggu Bukti, Bukan Sekadar Janji
Reses merupakan kesempatan bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung persoalan konstituen di daerah pemilihannya.
Dalam konteks Aren Jaya, pesan warga cukup terang: jalan yang rusak perlu diperbaiki, fasilitas sekolah yang retak perlu diperiksa dan ditangani, serta kebutuhan masyarakat lainnya jangan sampai terlewat dalam perencanaan pembangunan.
Sebagai anggota DPRD Kota Bekasi dari daerah pemilihan Bekasi 1, Kecamatan Bekasi Timur, Dariyanto memiliki ruang untuk mengawal aspirasi tersebut melalui komunikasi dengan OPD, pembahasan bersama pemerintah kota, dan fungsi pengawasan DPRD sesuai kewenangannya.
Tentu, realisasi pembangunan tetap bergantung pada hasil pemeriksaan teknis, kewenangan instansi, prioritas, ketersediaan anggaran, serta prosedur yang berlaku. Karena itu, belum tepat jika perbaikan jalan maupun tangga sekolah dianggap sudah pasti terlaksana sebelum ada keputusan resmi.
Meski begitu, warga berhak berharap agar setiap aspirasi tidak berhenti sebagai catatan kegiatan reses. Apalagi jika menyangkut keselamatan anak sekolah dan akses jalan yang digunakan masyarakat setiap hari.
Buat warga Aren Jaya, ukurannya sebenarnya tidak rumit. Jalan yang rusak bisa diperbaiki, tangga sekolah yang retak bisa ditangani, dan kebutuhan lingkungan bisa masuk dalam perencanaan secara transparan.
Sebab, rakyat memilih wakilnya bukan hanya untuk mendengarkan keluhan, melainkan juga untuk mengawal jalan keluarnya.
Dan untuk urusan jalan rusak serta tangga sekolah retak ini, warga Bekasi Timur tentu berharap satu hal: aspirasinya jangan cuma mulus saat disampaikan di forum reses, tetapi juga punya jalan yang jelas menuju realisasi. [■]
Tags
Aleg
Aleg DPRD
Aleg Golkar
Dapil 1
Dariyanto
Kecamatan Bekasi Timur
Kelurahan Arenjaya
Reses
Reses DPRD


