Umar Kei Bantu Korban Kebakaran Juga Ajak Doa Bersama Dua Raja Negeri Demi Silaturahmi di Masjid Raya Negeri Hitu
jabar-online.com | Kamis, 27/Agt/2026, 15:05 WIB | NMR/RED/DR
— KOTA AMBON | Bantuan untuk korban kebakaran di Negeri Hitu Messing, Jazirah Leihitu, Ambon, Kamis (27/8/2026), tidak berhenti pada kepedulian kemanusiaan.
Di tengah duka warga akibat kebakaran, sebuah pesan damai kembali mengemuka. Ketua Umum DPP Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), Umar Kei Ohoitenan, tidak hanya datang membawa bantuan untuk korban, tetapi juga mendorong terbukanya kembali pintu perdamaian antara Negeri Hitu Messing dan Negeri Morella.
— KOTA AMBON | Bantuan untuk korban kebakaran di Negeri Hitu Messing, Jazirah Leihitu, Ambon, Kamis (27/8/2026), tidak berhenti pada kepedulian kemanusiaan.Di balik penyaluran bantuan itu, Ketua Umum DPP Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), Umar Kei Ohoitenan, membawa pesan yang jauh lebih besar: membuka kembali jalan perdamaian antara Negeri Hitu Messing dan Negeri Morella.
Usai menyerahkan bantuan kepada Ketua Pemuda Negeri Hitu Messing, Umar bersama para tokoh negeri melanjutkan kegiatan dengan doa syukur dan doa bersama di Masjid Raya Negeri Hitu.
Momen tersebut menjadi penting karena di tengah suasana duka akibat kebakaran, dua pihak kembali dipertemukan dalam satu ruang doa dan harapan.
Doa dipimpin Ketua Yayasan Ar-Rahmah Ambon sekaligus Penasehat FPMM, Muhammad Rifqi bin Idrus Alhamid. Hadir Raja Hitu Messing Ali Slamat, Raja Morella Fadil Sianala, Ketua Latupati Maluku, serta tokoh masyarakat dan pemuda. Mereka bersama-sama mendoakan keselamatan warga terdampak kebakaran sekaligus memohon agar hubungan Hitu Messing dan Morella kembali dipenuhi kedamaian.
Bagi Umar Kei, musibah tidak semestinya hanya dilihat sebagai peristiwa yang menghadirkan duka. Di tengah kesulitan warga, selalu ada ruang untuk membangun kembali rasa persaudaraan.
Karena itu, bantuan yang dibawanya sekaligus menjadi jembatan untuk menyampaikan pesan perdamaian.
“Saya datang bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga membawa harapan agar ada perdamaian di antara kedua negeri yang kita hormati. Semoga lewat doa bersama ini Allah SWT mengabulkan,” kata Umar.
Pesan tersebut mendapat sambutan langsung dari Raja Hitu Messing, Ali Slamat. Ia mengapresiasi kepedulian Umar Kei sekaligus berharap kehadiran para tokoh dalam doa bersama dapat menjadi momentum untuk menguatkan kembali hubungan kedua negeri.
“Yang kami harapkan dari Bang Haji Umar bersama keluarga adalah satu, perdamaian. Kita harus berdamai,” ujar Ali Slamat.
Raja Morella, Fadil Sianala, juga menangkap doa bersama itu sebagai kesempatan untuk membuka kembali ruang silaturahmi.
Dia berharap seluruh pihak dapat menurunkan ego, membuka hati dan pikiran, serta memulihkan hubungan yang selama ini tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Kita berharap dengan doa bersama hari ini, terbuka mata hati dan pikiran kita untuk ke depan agar hubungan dan silaturahmi kembali baik,” katanya.
Kehadiran dua raja negeri dalam satu momentum doa bersama menjadi sinyal penting di tengah upaya menjaga suasana tetap kondusif. Ketua Latupati Maluku pun mengajak seluruh elemen masyarakat tidak memperlebar persoalan dan menjadikan persaudaraan sebagai fondasi dalam merawat kedamaian.
Kini, harapan itu diletakkan di atas satu pesan sederhana: musibah boleh menghadirkan duka, tetapi jangan sampai memutus persaudaraan. Bantuan bagi korban menjadi langkah kemanusiaan, sementara doa bersama menjadi ikhtiar membuka pintu rekonsiliasi Hitu Messing-Morella.
Kegiatan ditutup dengan tausiah singkat. Para tokoh dan masyarakat berharap warga terdampak kebakaran segera bangkit, sementara hubungan kedua negeri perlahan kembali pulih—bukan sekadar untuk menciptakan suasana aman, tetapi untuk mengembalikan persaudaraan yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Maluku. [■]
Tags
Aksi Damai
Aksi Sosial
Bencana Kebakaran
Korban
Korban Bencana
Perdamaian
Rekonsiliasi
Umar Kei
