Kunjungan ke Zhejiang Jadi Titik Awal Sinkronisasi Pemkot, DPRD & Mitra Teknologi Demi Solusi Sampah Modern
jabar-online.com | Selasa, 30 Juni 2026, 04:08 WIB | Ndoet/DR
— ZHEJIANG, CHINA | Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bersama DPRD Kota Bekasi terus memantapkan langkah menuju pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang.
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bantargebang senilai sekitar Rp2,6 triliun tak ingin sekadar berhenti di atas kertas. Demi memastikan pembangunan berjalan tepat waktu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama jajaran DPRD Kota Bekasi terbang ke Huzhou, China, untuk duduk satu meja dengan Wangneng Environment membahas "PR" yang harus segera dibereskan sebelum alat berat mulai bekerja.
— ZHEJIANG, CHINA | Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bersama DPRD Kota Bekasi terus memantapkan langkah menuju pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang.Komitmen tersebut diperkuat melalui rangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Zhejiang, Tiongkok, yang diawali dengan peninjauan teknologi pengolahan sampah di Wangneng Environment dan berlanjut ke Mizuda Group sebagai contoh sukses transformasi industri menuju ekonomi sirkular.
Dalam agenda yang berlangsung pada 29 Juni 2026, rombongan yang dipimpin Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama unsur pimpinan dan anggota DPRD Kota Bekasi menggelar pembahasan teknis bersama jajaran Wangneng Environment, perusahaan yang akan menjadi mitra pembangunan PSEL Bantargebang.
Pertemuan tersebut difokuskan pada pemetaan seluruh kebutuhan teknis dan administratif sebelum proyek memasuki tahap konstruksi, sehingga seluruh potensi kendala dapat diantisipasi sejak dini.
Pihak Wangneng memaparkan sejumlah aspek krusial yang memerlukan dukungan penuh Pemerintah Kota Bekasi, mulai dari kesiapan lahan, pembangunan akses jalan menuju lokasi proyek, penyediaan utilitas pendukung, percepatan proses perizinan, hingga koordinasi lintas perangkat daerah agar pembangunan berjalan sesuai target waktu.
Menurut Walikota Bekasi Tri Adhianto, kunjungan langsung ke lokasi perusahaan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya memastikan seluruh pihak memiliki persepsi dan komitmen yang sama terhadap proyek strategis nasional tersebut.
"Kami ingin seluruh potensi hambatan diselesaikan sebelum pembangunan dimulai. Ketika konstruksi berjalan nanti, semua pihak sudah memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing," ujar Tri.
Ia menegaskan, pembangunan PSEL merupakan proyek jangka panjang yang membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, Pemerintah Kota Bekasi akan fokus menuntaskan seluruh kewenangan administratif dan teknis, sementara DPRD menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan agar proyek berjalan sesuai rencana.
"Kami memiliki tujuan yang sama, yaitu memastikan proyek ini selesai tepat waktu dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kota Bekasi. Pemerintah dan DPRD bergerak dalam satu irama," tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Tri mengaku telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah bekerja secara simultan menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, termasuk penyediaan akses jalan, kesiapan utilitas pendukung, serta percepatan seluruh proses perizinan.
Menurutnya, seluruh tahapan tersebut harus berjalan secara paralel disertai evaluasi berkala agar tidak menjadi hambatan saat pembangunan fisik dimulai.
"Semua harus berjalan bersamaan dengan target yang jelas, kemudian dievaluasi secara berkala sampai seluruh persiapan benar-benar tuntas." kata Tri.
Tri juga menekankan bahwa kepastian dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kepercayaan investor terhadap proyek bernilai triliunan rupiah tersebut.
"Tugas kami memastikan seluruh kewenangan pemerintah daerah dapat diselesaikan tepat waktu sehingga pembangunan tidak mengalami keterlambatan."
Lebih jauh, ia menilai komunikasi yang dibangun sejak tahap persiapan merupakan investasi penting bagi keberhasilan proyek.
"Kami datang ke sini untuk memastikan semua pihak memiliki pemahaman yang sama. Semakin cepat tantangan dipetakan dan diselesaikan, semakin besar peluang proyek ini berjalan sesuai target."
Rangkaian kunjungan kerja tersebut juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Bekasi untuk mempelajari berbagai praktik terbaik pengelolaan sampah modern di Tiongkok.
Setelah berdiskusi dengan Wangneng Environment, rombongan melanjutkan kunjungan ke Mizuda Group, perusahaan yang berhasil bertransformasi dari industri tekstil menjadi kelompok usaha yang melahirkan perusahaan pengolah sampah menjadi energi terbesar di Tiongkok.
Pengalaman tersebut menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kota Bekasi dalam menyiapkan transformasi kawasan Bantargebang, bukan hanya sebagai lokasi pengolahan sampah, tetapi juga sebagai pusat ekonomi hijau, kawasan industri berbasis ekonomi sirkular, pusat inovasi lingkungan, dan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Bekasi berharap seluruh hasil pembahasan selama kunjungan kerja di Zhejiang menjadi fondasi kuat menjelang dimulainya pembangunan PSEL Bantargebang.
Dengan sinergi antara Pemerintah Kota Bekasi, DPRD, mitra teknologi, investor, serta dukungan masyarakat, proyek ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah, tetapi juga menjadi motor penggerak investasi, penguatan ekonomi daerah, dan transformasi Kota Bekasi menuju kota modern yang berkelanjutan. [■]
Tags
DPRD
DPRD Kota Bekasi
Ketua DPRD
Pemkot
Pemkot Bekasi
PSEL
Sardi Efendi
Tri Adhianto
Walikota
Walikota Bekasi

