Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

MUI Kota Bekasi Dorong Ponpes Miliki Teknologi Energi Hijau Bio Gas

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

Belajar dari Ponpes Nurul Cholil Bangkalan, Limbah WC Santri Diusulkan Diolah Menjadi Bio Gas Bernilai Ekonomi


Siapa sangka limbah WC yang selama ini dianggap menjijikkan justru bisa menjadi sumber energi sekaligus penghemat biaya operasional pesantren. Gagasan tak biasa itu kini didorong MUI Kota Bekasi setelah melihat langsung keberhasilan Ponpes Nurul Cholil Bangkalan, Madura, yang mengolah limbah santri menjadi bio gas. Program ini digadang-gadang bisa menjadi lompatan baru menuju pesantren mandiri, hijau, dan produktif.

 — KOTA BEKASI | Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, kemandirian energi, dan pemberdayaan ekonomi pesantren, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi mulai menggagas sebuah terobosan yang tidak biasa.

MUI mengajak pondok pesantren di Kota Bekasi meniru keberhasilan Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan, Madura, yang mampu mengubah limbah toilet (WC) menjadi energi bio gas yang bermanfaat bagi aktivitas pesantren.


Gagasan tersebut mengemuka dalam forum yang mempertemukan Ketua Umum MUI Kota Bekasi KH. Saifuddin Siroj, Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Bekasi KH. Ismail, dan tak ketinggalan sang sultan & pengusaha Kota Bekasi H. Zaini Sidi, serta sejumlah pimpinan pondok pesantren, sedikitnya ada 40-an pesantren yang hadir Selasa pagi ini.

Program tersebut tidak hanya dipandang sebagai solusi pengelolaan limbah, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi pesantren melalui pemanfaatan energi terbarukan.

Menurut data resmi Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi, saat ini terdapat 104 pondok pesantren yang aktif dan terdaftar di seluruh wilayah Kota Bekasi. Sebagian besar tersebar di Kecamatan Jatiasih, Pondokgede, Jatisampurna, dan Bekasi Utara.

Ketua FKPP Kota Bekasi KH. Ismail dan Sekum MUI Kota Bekasi, Nur Hakim.

Sementara itu, FKPP Kota Bekasi membawahi sekitar 80 pondok pesantren yang memiliki rata-rata 200 hingga 500 santri, sehingga secara teknis dinilai memiliki potensi menghasilkan limbah organik yang cukup besar untuk diolah menjadi bio gas.

Apabila sebagian besar pesantren tersebut mampu membangun instalasi bio digester, maka limbah yang selama ini menjadi persoalan sanitasi justru dapat berubah menjadi sumber energi alternatif untuk kebutuhan dapur umum, memasak, hingga kegiatan produktif lainnya di lingkungan pesantren.

Belajar Langsung dari Bangkalan

Gagasan tersebut lahir setelah rombongan MUI Kota Bekasi melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan, Madura.

Pesantren yang diasuh KH. Ahmad Faqoth Zubair itu memiliki hampir 5.000 santri dan telah berhasil menerapkan teknologi pengolahan limbah WC menjadi energi bio gas.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat secara langsung bagaimana sistem pengolahan limbah mampu menghasilkan energi yang digunakan kembali untuk mendukung operasional pesantren sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.


Pengusaha Kota Bekasi H. Zaini Sidi, yang selama ini ikut mendampingi pengembangan program tersebut, menilai pengalaman Ponpes Nurul Cholil membuktikan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga dapat berkembang sebagai pusat inovasi teknologi tepat guna.

Dia mendorong agar pesantren di Kota Bekasi mulai berani mengubah paradigma dari sekadar konsumen energi menjadi produsen energi mandiri melalui pemanfaatan limbah yang selama ini belum dimaksimalkan.

Pesan itu juga ia sampaikan dalam dokumentasi kunjungan kerja MUI Kota Bekasi ke Bangkalan.

Pesantren Harus Menjadi Kekuatan Ekonomi

Ketua Umum MUI Kota Bekasi KH. Saifuddin Siroj menegaskan bahwa konsep pemberdayaan pesantren tidak cukup hanya berhenti pada aspek pendidikan keagamaan.

Menurutnya, pesantren harus mampu menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, ekonomi umat, sekaligus pelopor pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.


Karena itu, teknologi bio gas dinilai sebagai salah satu model yang layak direplikasi di Kota Bekasi apabila disesuaikan dengan kondisi masing-masing pondok pesantren.

Selain memberikan manfaat lingkungan, program tersebut diyakini mampu menekan biaya operasional pesantren sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis energi terbarukan.

Kemenag Bekasi Siapkan Penguatan Kewirausahaan

Upaya pemberdayaan pesantren juga mendapat dukungan dari Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi.

Kemenag Kota Bekasi sedianya dihadirkan Pelaksana Teknis (Plt) Kepala Kemenag Kota Bekasi yakni Drs. H. Abdus Syakur, namun akhirnya yang datang diwakilkan oleh Kasi Pesantren H Endang Saifudin yang pada kesempatan itu menyatakan bahwa penguatan ekonomi pesantren menjadi salah satu program prioritas, termasuk melalui pelatihan kewirausahaan dan pengembangan unit usaha.

Sebagai bagian dari program tersebut, pada 22 Juli 2026 Kemenag Kota Bekasi akan menggelar Training UMKM bagi pondok pesantren se-Kota Bekasi. Peserta yang mengikuti pelatihan akan memperoleh sertifikat dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi.


Menurut Ali Mashuri, cita-cita besarnya adalah menjadikan pesantren sebagai holding company yang memiliki berbagai unit usaha produktif, termasuk di antaranya pengolahan limbah menjadi energi bio gas.

Dari Limbah Menjadi Berkah

Apabila gagasan ini berhasil diwujudkan, Kota Bekasi berpotensi menjadi salah satu daerah yang memelopori integrasi antara pendidikan pesantren, ekonomi sirkular, dan energi hijau.

Limbah WC yang selama ini identik dengan persoalan sanitasi dapat berubah menjadi sumber energi yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

Dengan lebih dari seratus pondok pesantren yang tersebar di 12 kecamatan, peluang pengembangan program ini dinilai cukup besar.

Tantangan berikutnya adalah membangun kolaborasi antara pemerintah, MUI, FKPP, dunia usaha, serta para pengasuh pesantren agar model sukses Ponpes Nurul Cholil Bangkalan dapat direplikasi secara bertahap di Kota Bekasi. [■]

Reporter: NMR - REDAKSI - Editor: DikRizal/JabarOL
bannerIBOSExpo2026 banner#01Kemitraan WaralabaPers bannerbawah#02 bannerbawah#03 bannerbawah#04

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
DREWcorp property of JABAR-ONLINE.COM