Dialog Lintas Agama Kota Bekasi Soroti Pentingnya Komunikasi Sehat Agar Perbedaan Tak Jadi Drama Nasional
jabar-online.com | Jumat, 22 Mei 2026, 21:47 WIB | Her / DikRizal
— KOTA BEKASI| FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Bekasi mengadakan kegiatan "Dialog Kebangsaan bertema Tokoh dan Pemuda Lintas Agama Dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045” di RM Wulansari, Bekasi Selatan,, Kota Bekasi, Jumat (22/5/2026).
Di kota dengan jutaan warga dari berbagai latar belakang, menjaga kerukunan jelas bukan perkara mudah. Namun para pemuda lintas agama di Kota Bekasi justru membuktikan bahwa toleransi bisa tetap hidup di era digital — asalkan masyarakat tidak gampang terpancing hoaks, provokasi, dan potongan video 15 detik yang belum tentu jelas ujung pangkalnya.
— KOTA BEKASI| FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Bekasi mengadakan kegiatan "Dialog Kebangsaan bertema Tokoh dan Pemuda Lintas Agama Dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045” di RM Wulansari, Bekasi Selatan,, Kota Bekasi, Jumat (22/5/2026).Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kota Bekasi, Herdi, menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat toleransi, persatuan, dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Kota Bekasi.
Acara dihadiri Ketua FKUB Kota Bekasi H. Abdul Manan, Ketua MUI Kota Bekasi KH Saifudin Siroj, tokoh toleransi Bekasi H. Gugun Gumilar, unsur Kesbangpol Marwah Zaitun, tokoh umat beragama, serta perwakilan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), BAZNAS, dan tokoh mahasiswa dari berbagai organisasi kepemudaan lintas agama.
Acara dihadiri Ketua FKUB Kota Bekasi H. Abdul Manan, Ketua MUI Kota Bekasi KH Saifudin Siroj, tokoh toleransi Bekasi H. Gugun Gumilar, unsur Kesbangpol Marwah Zaitun, tokoh umat beragama, serta perwakilan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), BAZNAS, dan tokoh mahasiswa dari berbagai organisasi kepemudaan lintas agama.
Menurut Herdi, tantangan kehidupan sosial Kota Bekasi dengan warga masyarakatnya yang heterogen membutuhkan peran aktif generasi muda lintas agama agar kerukunan tetap terjaga.
Terlebih di era perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI), generasi muda dinilai harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara positif serta tidak mudah terprovokasi isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.
Herdi menambahkan, nilai toleransi sejatinya sudah menjadi bagian yang melekat dalam gerakan Muhammadiyah.
Namun menurutnya, sikap toleransi tidak selalu harus ditunjukkan dengan narasi berlebihan di ruang publik.
“Sedangkan kalau kami di Muhammadiyah memang sudah terbiasa dalam isu toleransi, walaupun memang kami tidak biasa teriak-teriak soal toleransi. Karena bagi kami, toleransi itu lebih penting diwujudkan lewat tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Herdi.

Herdi juga sepakat dengan pernyataan Ketua FKUB Kota Bekasi H. Abdul Manan terkait besarnya tantangan masyarakat heterogen di Kota Bekasi.
“Sedangkan kalau kami di Muhammadiyah memang sudah terbiasa dalam isu toleransi, walaupun memang kami tidak biasa teriak-teriak soal toleransi. Karena bagi kami, toleransi itu lebih penting diwujudkan lewat tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Herdi.

Herdi juga sepakat dengan pernyataan Ketua FKUB Kota Bekasi H. Abdul Manan terkait besarnya tantangan masyarakat heterogen di Kota Bekasi.
Menurutnya, diperlukan langkah yang lebih strategis, adaptif, dan solutif agar nilai kerukunan antar umat beragama tetap terjaga di seluruh lapisan masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
Selain membahas tantangan kehidupan bertoleransi di Kota Bekasi, dialog juga menyoroti perkembangan AI dan digital marketing dalam kehidupan sosial serta lingkungan umat beragama agar mampu membawa dampak positif bagi masyarakat.
Herdi berharap kegiatan dialog lintas agama seperti ini tidak berhenti sebatas seremoni, tetapi dapat terus berlanjut melalui kolaborasi nyata antar tokoh agama, organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan pemerintah daerah.
Selain membahas tantangan kehidupan bertoleransi di Kota Bekasi, dialog juga menyoroti perkembangan AI dan digital marketing dalam kehidupan sosial serta lingkungan umat beragama agar mampu membawa dampak positif bagi masyarakat.
Herdi berharap kegiatan dialog lintas agama seperti ini tidak berhenti sebatas seremoni, tetapi dapat terus berlanjut melalui kolaborasi nyata antar tokoh agama, organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan pemerintah daerah.
Menurutnya, semangat persatuan dan toleransi harus terus dirawat bersama agar Kota Bekasi tetap menjadi daerah yang harmonis, damai, dan mampu menjadi contoh kehidupan keberagaman menuju Indonesia Emas 2045. [■]

