Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Dialog Kebangsaan Antar Umat Beragama di Forum FKUB Kota Bekasi Jelang 2045

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

Dialog Kebangsaan Tokoh Lintas Agama, FKUB Bekasi: Generasi Muda Ikut Jaga Kerukunan Kota Bekasi Yang Heterogen

jabar-online.com | Jumat,22 Mei 2026, 19:05 WIB | Her/DikRizal

Di kota dengan jutaan warga dari berbagai latar belakang, menjaga kerukunan jelas bukan perkara mudah. Namun para pemuda lintas agama di Kota Bekasi justru membuktikan bahwa toleransi bisa tetap hidup di era digital — asalkan masyarakat tidak gampang terpancing hoaks, provokasi, dan potongan video 15 detik yang belum tentu jelas ujung pangkalnya.

KOTA BEKASI | Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi menggelar kegiatan "Dialog Kebangsaan Tokoh dan Pemuda Lintas Agama Dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045” di RM Wulansari, Kota Bekasi, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus diskusi kebangsaan yang menghadirkan berbagai tokoh lintas agama, organisasi kemasyarakatan, hingga kalangan mahasiswa.

Acara dihadiri Ketua FKUB Kota Bekasi H. Abdul Manan, Ketua MUI Kota Bekasi KH Saifuddin Siroj, H. Gugun Gumilar, tokoh toleransi Bekasi, Marwah Zaitun, unsur Kesbangpol, tokoh umat beragama, serta perwakilan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), BAZNAS, dan tokoh mahasiswa dari berbagai organisasi kepemudaan.

Dalam dialog tersebut, para narasumber membahas berbagai tantangan kehidupan bertoleransi di Kota Bekasi yang dikenal sebagai kota dengan masyarakat heterogen.


Selain itu, diskusi juga menyoroti perkembangan era digital, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan digital marketing dalam kehidupan sosial dan lingkungan umat beragama agar tetap membawa dampak positif serta memperkuat nilai persatuan.

Ketua FKUB Kota Bekasi H. Abdul Manan menegaskan bahwa menjaga kerukunan di Kota Bekasi memerlukan langkah yang konkret dan kolaboratif dari seluruh elemen masyarakat.

Tantangan heterogen masyarakat Kota Bekasi sangat besar maka diperlukan cara yang lebih strategis dan solutif dalam menjaga harmoni kerukunan di seluruh lapisan masyarakat terutama generasi muda,” ujar Abdul Manan.


Kegiatan semakin bermakna dengan adanya penyerahan bantuan alkes dan penyerahan pohon secara simbolis penuh filosofis sebagai lambang kehidupan, persatuan, serta harapan agar toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Kota Bekasi terus tumbuh dan mengakar kuat menuju Indonesia Emas 2045. [■]

Reporter: Hery - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
banner#01Kemitraan WaralabaPers bannerbawah#02 bannerbawah#03 bannerbawah#04

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
DREWcorp property of JABAR-ONLINE.COM