Standarisasi HACCP Dapur SPPG Mendesak, Pemda Agar Aktif Wujudkan Produksi MBG Aman dan Higienis

Di saat pelaku dapur SPPG mulai serius naik kelas lewat sertifikasi dan standar internasional, sebagian pemerintah daerah justru terkesan masih pemanasan. Program Makan Bergizi Gratis dari Presiden Prabowo Subianto pun berisiko tersaji dengan kualitas yang “tergantung chef-nya”—alias daerahnya
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para pelaku dapur SPPG sebagai langkah konkret menuju dapur produksi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lebih higienis, aman, dan berstandar internasional.
Materi yang disampaikan oleh Arsyam Dwi selaku Ketua Assesor Kompetensi dan Sertifikasi mencakup standar ISO 22000:2018 dan ISO 45001:2018 sebagai bagian dari penguatan kompetensi peserta.
"Tujuannya agar seluruh tim dalam dapur SPPG itu bisa beroperasi dengan standar yang sudah ada parameter sesuai dengan ISO tersebut." imbuh lelaki yang akrab disapa Coach Arsyam ini.
Materi yang disampaikan oleh Arsyam Dwi selaku Ketua Assesor Kompetensi dan Sertifikasi mencakup standar ISO 22000:2018 dan ISO 45001:2018 sebagai bagian dari penguatan kompetensi peserta.
"Tujuannya agar seluruh tim dalam dapur SPPG itu bisa beroperasi dengan standar yang sudah ada parameter sesuai dengan ISO tersebut." imbuh lelaki yang akrab disapa Coach Arsyam ini.
Disampaikan juga pentingnya penerapan sistem manajemen keamanan pangan dan keselamatan kerja secara terintegrasi dan komprehensif, khususnya dalam operasional dapur SPPG.
Dalam operasional dapur SPPG, implementasi ISO 22000:2018 memiliki peran krusial dalam menjamin keamanan pangan serta menjadi landasan dalam penerapan Sistem Layanan Higiene dan Sanitasi (SLHS) yang terintegrasi dan berstandar internasional.
Sementara itu, ISO 45001:2018 merupakan bagian dari penguatan kompetensi standar dapur kuliner, dengan menitikberatkan pada aspek keselamatan dan keamanan dapur sebagai upaya preventif dalam menjaga operasional dapur dengan efektivitas tinggi.
Para peserta tampak aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Mereka juga mendalami bagaimana prinsip HACCP dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas produksi sehari-hari.
Ke depan, direncanakan akan adanya standarisasi dapur SPPG dalam penerapan HACCP yang diaplikasikan secara rutin dalam setiap proses produksi MBG di tiap wilayah kabupaten/kota.
Para peserta tampak aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Mereka juga mendalami bagaimana prinsip HACCP dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas produksi sehari-hari.
Ke depan, direncanakan akan adanya standarisasi dapur SPPG dalam penerapan HACCP yang diaplikasikan secara rutin dalam setiap proses produksi MBG di tiap wilayah kabupaten/kota.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sistem kerja yang lebih higienis, terkontrol, dan berstandar nasional maupun internasional, sekaligus meningkatkan kualitas layanan serta kepercayaan masyarakat.

