Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Coach Arsyam Desak Pemda Mendukung Sertifikasi Dapur SPPG Secara Total

iklan banner AlQuran 30 Juz

Standarisasi HACCP Dapur SPPG Mendesak, Pemda Agar Aktif Wujudkan Produksi MBG Aman dan Higienis

jabar-online.com | Sabtu, 4 Maret 2026, 15:19 WIB | Her/DikRizal

Di saat pelaku dapur SPPG mulai serius naik kelas lewat sertifikasi dan standar internasional, sebagian pemerintah daerah justru terkesan masih pemanasan. Program Makan Bergizi Gratis dari Presiden Prabowo Subianto pun berisiko tersaji dengan kualitas yang “tergantung chef-nya”—alias daerahnya

 — BANDUNG | Upaya meningkatkan standar keamanan pangan dan keselamatan kerja di dapur SPPG kian diperkuat melalui kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Hazard Analysis and Critical Control yang digelar selama dua hari di Tebu Hotel Bandung pada Jumat dan Sabtu (3–4 April 2026).

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para pelaku dapur SPPG sebagai langkah konkret menuju dapur produksi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lebih higienis, aman, dan berstandar internasional.

Materi yang disampaikan oleh Arsyam Dwi selaku Ketua Assesor Kompetensi dan Sertifikasi mencakup standar ISO 22000:2018 dan ISO 45001:2018 sebagai bagian dari penguatan kompetensi peserta.

"Tujuannya agar seluruh tim dalam dapur SPPG itu bisa beroperasi dengan standar yang sudah ada parameter sesuai dengan ISO tersebut." imbuh lelaki yang akrab disapa Coach Arsyam ini.


Disampaikan juga pentingnya penerapan sistem manajemen keamanan pangan dan keselamatan kerja secara terintegrasi dan komprehensif, khususnya dalam operasional dapur SPPG.

Dalam operasional dapur SPPG, implementasi ISO 22000:2018 memiliki peran krusial dalam menjamin keamanan pangan serta menjadi landasan dalam penerapan Sistem Layanan Higiene dan Sanitasi (SLHS) yang terintegrasi dan berstandar internasional.

Sementara itu, ISO 45001:2018 merupakan bagian dari penguatan kompetensi standar dapur kuliner, dengan menitikberatkan pada aspek keselamatan dan keamanan dapur sebagai upaya preventif dalam menjaga operasional dapur dengan efektivitas tinggi.

Para peserta tampak aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Mereka juga mendalami bagaimana prinsip HACCP dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas produksi sehari-hari.

Ke depan, direncanakan akan adanya standarisasi dapur SPPG dalam penerapan HACCP yang diaplikasikan secara rutin dalam setiap proses produksi MBG di tiap wilayah kabupaten/kota.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sistem kerja yang lebih higienis, terkontrol, dan berstandar nasional maupun internasional, sekaligus meningkatkan kualitas layanan serta kepercayaan masyarakat.


Oleh sebab pentingnya standarisasi dapur SPPG ini, diharapkan Pemerintah Provinsi serta Pemerintah di tiap Kabupaten/Kota turut memberikan dukungan dan mengimbau para pengelola dapur SPPG yang belum mengikuti standarisasi agar dapat berpartisipasi dalam agenda serupa selanjutnya.

Kegiatan pelatihan standarisasi & sertifikasi HACCP ini direncanakan akan terus digelar di berbagai kota sesuai dengan tingginya permintaan di berbagai daerah. [■]

Reporter: Hery - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama