Warga Jabodetabek Angkat Jempol: Mudik Lebaran 2026 Dinilai Makin Rapi, Macet Ada Tapi Rasanya “Lebih Manusiawi”
Survei Indikator Politik Indonesia mencatat tingkat kepuasan pemudik sangat tinggi; kehadiran Polri, TNI, pemerintah pusat dan daerah di titik persimpangan jadi sorotan positif warga.
— JAKARTA | Bagi warga masyarakat Jabodetabek, mudik Lebaran selalu punya dua wajah: antara haru ingin segera bertemu keluarga di kampung halaman, dan drama klasik yang nyaris ritual tahunan—jalan padat, rest area penuh, serta klakson yang kadang lebih aktif daripada suara takbir.Namun tahun 2026 ini, suasananya terasa sedikit berbeda.
Di tengah lalu lintas yang tetap ramai pada titik-titik persimpangan strategis jalur mudik, banyak warga menilai kehadiran pemerintah pusat, aparat POLRI, TNI, dan pemerintah daerah di lapangan memberi rasa tenang tersendiri.
Pos-pos pengamanan terlihat lebih siaga, pengaturan arus kendaraan lebih tertib, dan petugas di simpang-simpang rawan kemacetan tampak sigap mengurai kepadatan.
Hasilnya, tingkat kepuasan publik terhadap penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026 melonjak tinggi.
Lembaga Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan 85,3 persen pemudik menyatakan puas terhadap pelayanan mudik tahun ini.
Angka ini menjadi cerminan bahwa perjalanan mudik yang biasanya identik dengan keluhan, kini mulai bergeser menjadi pengalaman yang lebih nyaman—setidaknya menurut ukuran warga Jabodetabek yang sudah kenyang asam garam kemacetan.
Prof. Burhanuddin MuhtadiFounder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi, M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa secara umum tingkat kepuasan masyarakat, baik yang mudik maupun yang tidak mudik, mencapai 80,8 persen, dengan kenaikan signifikan pada kelompok pemudik.
Bagi warga Jabodetabek, angka tersebut terasa cukup masuk akal. Sebab meski macet tetap menjadi “menu wajib” di beberapa ruas, banyak yang menganggap tahun ini kemacetan lebih terkendali.
Istilah warga, macet sih macet, tapi masih pakai akal sehat.
Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dinas perhubungan, hingga aparat pemerintah daerah tampak hadir di titik-titik persimpangan strategis, mulai dari akses tol, jalur arteri, hingga pintu keluar menuju kota-kota satelit.
Kehadiran mereka bukan hanya soal pengamanan, tetapi juga memberi rasa bahwa negara benar-benar hadir di momen paling emosional bagi masyarakat urban Jabodetabek.
Survei tersebut dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 29 Maret hingga 4 April 2026 terhadap 1.200 responden dengan metode multi stage random sampling, dengan margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Dari rincian hasil survei, kategori “sangat puas” tercatat sebesar 10,8 persen pada masyarakat umum dan 15,3 persen pada pemudik. Sementara kategori “cukup puas” mendominasi dengan 70,0 persen pada kedua kelompok.
Adapun tingkat ketidakpuasan relatif rendah, yakni 7,1 persen pada masyarakat umum dan 9,5 persen pada pemudik, sedangkan yang menyatakan tidak puas sama sekali berada di bawah 2 persen.
Menariknya, hasil ini juga menunjukkan konsistensi dibanding tahun sebelumnya. Tingkat kepuasan publik pada 2026 tercatat hampir identik dengan 2025, menandakan kualitas layanan mudik yang dinilai stabil dan terus terjaga.

Kakorlantas POLRI, Agus Suryonugroho
Menanggapi hasil tersebut, Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho menyampaikan apresiasi sekaligus rasa syukur atas tingginya kepuasan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras dan sinergi seluruh pihak dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, kementerian/lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya yang telah berkolaborasi dengan baik sehingga mudik tahun ini berjalan aman, lancar, dan berkeselamatan,” ujarnya.
Dari sudut pandang warga Jabodetabek, apresiasi ini terasa relevan. Sebab di banyak simpang jalur mudik, petugas terlihat berjaga hampir tanpa jeda, mengatur arus kendaraan yang mengalir deras dari ibu kota menuju berbagai daerah tujuan.
Ada yang bahkan berseloroh, tahun ini petugas di lapangan lebih sering terlihat daripada tetangga sebelah rumah.
Secara khusus, Kakorlantas juga menyampaikan penghormatan kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo atas kepemimpinan dan keterlibatan langsung dalam pengamanan mudik.
“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolri atas arahan, dukungan penuh, dan kehadiran langsung di lapangan yang menjadi motivasi bagi seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” lanjutnya.
Secara keseluruhan, capaian ini menjadi indikator kuat bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, POLRI, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh unsur pendukung berhasil menghadirkan mudik yang lebih aman, nyaman, dan tertib.
Bagi warga Jabodetabek, ini bukan sekadar soal angka survei.
Ini soal perjalanan panjang pulang kampung yang tahun ini terasa sedikit lebih ringan: macet masih ada, antre tetap terjadi, tetapi pelayanan di lapangan membuat semuanya terasa lebih manusiawi—dan itu, bagi pemudik, sering kali jauh lebih berarti daripada sekadar jalan yang lengang. [■]
Tags
Arus Mudik
Dinas Perhubungan
Idul Fitri
Lalulintas
Lebaran
Liburan
Mudik
Mudik Lebaran
Polrestro Bekasi
Polrestro Bekasi Kota
POLRI


