Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Ketua MUI Bekasi Sentil Kebiasaan Umat yang “Rajin Puasa Tapi Masih Doyan Emosi"

iklan banner AlQuran 30 Juz

Jamaah Masjid Al Falah Duren Jaya Padati Tarhib Ramadhan, Bekal Ilmu Disiapkan Sambut Bulan Suci


Suasana Masjid Al Falah Duren Jaya mendadak penuh sesak saat Tarhib Ramadan digelar, Selasa pagi (17/2/2026). Dalam kajian yang dihadiri ratusan jamaah itu, umat diingatkan bahwa puasa sejati bukan cuma menahan makan minum, tapi juga menahan amarah, dengki, dan lisan yang masih sering “lepas kendali”.

 — KOTA BEKASI | Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, ratusan jamaah memadati Masjid Al Falah, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (17/2/2026).


Kegiatan Tarhib Ramadhan yang dirangkai dengan kajian ilmiah Al-Qur’an dan Sunnah ini menjadi momentum penting bagi umat Islam setempat dalam mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah.

Berdasarkan pantauan di lokasi sesuai dengan brosur, acara dimulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini mengusung semangat 
Mari persiapkan diri menyambut Ramadhan dengan membersihkan hati, menguatkan fisik, menambah ilmu, dan menumbuhkan kepedulian agar ibadah lebih khusyuk dan penuh berkah.


Kegiatan juga dihadiri tokoh ulama dan pimpinan ormas Islam, di antaranya Ketua MUI Kota Bekasi, Drs KH. Saifuddin Siroj, serta Ketua PDM Muhammadiyah Kota Bekasi, Drs H. Zahrul Hadiprabowo, CERB.

Bekal Keimanan untuk Kepentingan Umat
Dalam tausiah utamanya, KH. Saifuddin Siroj menegaskan bahwa kepentingan terbesar umat Islam dalam Ramadhan bukan sekadar menjalankan ritual, melainkan membentuk kualitas diri.


Menurutnya, puasa yang benar tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjernihkan pikiran serta memperbaiki adab antar sesama.

Bulan Ramadan harusnya jadi perbaikan diri terhadap sesama. Tapi kenapa sering kita lihat sesudah Ramadan masuk Syawal, masih ada yang dengki, masih emosian, belum bisa menahan diri,” urainya di hadapan jamaah.

Ia menekankan bahwa puasa yang dijalankan sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah akan melahirkan pribadi yang sabar, santun, serta mampu menjaga lisan dan perilaku dalam kehidupan sosial.

Puasa yang sampai pada ketakwaan akan jadi solusi masalah di tengah masyarakat, beda dengan puasa yang hanya dapat lapar dan haus saja,” imbuhnya.


Antusiasme Jamaah dan Kebutuhan Ilmu Praktis
Dari sudut pandang jamaah, kegiatan Tarhib ini dinilai menjawab kebutuhan umat akan pemahaman ibadah yang benar menjelang Ramadan.

Hal itu terlihat dari antusiasme peserta, terutama saat sesi tanya jawab yang membahas persoalan ibadah praktis di tengah masyarakat — mulai dari fiqih puasa, adab bermuamalah, hingga penguatan kepedulian sosial.

Bagi jamaah masjid Al Falah Duren Jaya, kajian seperti ini bukan hanya seremonial tahunan, tetapi menjadi sarana memperkuat fondasi keislaman agar Ramadan dijalani dengan kesiapan ilmu, iman, dan amal.


Momentum Persatuan dan Kepedulian
Panitia yang melibatkan unsur DKM, yayasan, dan elemen umat berharap Tarhib Ramadhan kali ini menjadi pengingat kolektif agar umat tidak hanya semangat di awal, tetapi konsisten menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup — baik di bulan Ramadan maupun nanti setelahnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, masyarakat Muslim Bekasi, khususnya jamaah Masjid Al Falah, diharapkan semakin siap menyambut Ramadan: hatinya dibersihkan, ilmunya ditambah, fisiknya dikuatkan, dan kepeduliannya kepada sesama semakin ditumbuhkan[■] 

Reporter: Hery  Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL

iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Chief Editor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama