Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Purnawirawan Polri Jangan Jadi Beban, Wakapolri: Loyalitas Itu Seumur Hidup

iklan banner AlQuran 30 Juz

Purnawirawan Tak Pernah Pensiun dari Loyalitas, Wakapolri: Polri di Bawah Presiden Itu Bukan Kebetulan


Forum Purnawirawan Polri di Jakarta menjadi ajang penegasan komitmen loyalitas institusi. Wakapolri menyebut posisi Polri di bawah Presiden sebagai fondasi strategis untuk memperkuat reformasi dan pelayanan publik.

 — JAKARTA | Di tengah suasana Musyawarah Nasional (Munas) VI Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Tahun 2026, pada Kamis 29/1/2026, ada satu pesan disampaikan tanpa basa-basi: pensiun boleh, tapi jangan lupa diri.

Ketua Umum PP Polri, Jenderal Pol (Purn) Drs. H. Bambang Hendarso Danuri, M.M., mengingatkan para purnawirawan agar tetap menjaga nama baik Korps Bhayangkara.

Ia menegaskan, status purnawirawan bukan tiket bebas bicara atau bertindak yang justru merugikan institusi yang dulu membesarkan mereka.

Bahasanya sederhana, maknanya dalam: jangan sampai yang aktif sibuk menjaga citra Polri, sementara yang pensiun malah jadi PR tambahan.

Instruksi itu disampaikan Bambang di hadapan para senior Polri, mantan Wakapolri, serta pimpinan organisasi purnawirawan TNI–Polri.

Forum tersebut lebih menyerupai reuni besar, namun dengan nuansa serius—karena yang dibahas bukan nostalgia, melainkan tanggung jawab moral.

Wakil Kepala Polri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo menimpali dengan menegaskan posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia. Menurut Dedi, posisi ini bukan sekadar soal hierarki, melainkan strategi negara.

Ini fondasi penting untuk memperkuat reformasi dan transformasi Polri,” kata Dedi.

Ia mengungkapkan bahwa dukungan terhadap penguatan posisi Polri di bawah Presiden juga datang dari Ketua Umum PP Polri.

Dukungan itu, kata Dedi, menjadi suntikan semangat bagi jajaran kepolisian untuk terus berbenah.

Transformasi Polri, lanjut Dedi, tidak berhenti di spanduk atau slogan. Yang diubah bukan hanya sistem, tapi juga cara berpikir dan cara melayani masyarakat.

Transformasi Polri bukan hanya soal sistem, tapi perubahan cara berpikir dan bertindak,” tegasnya.

Munas VI PP Polri pun ditutup dengan satu pesan tak tertulis tapi terasa kuat: loyalitas kepada Polri tidak mengenal kata purna tugas.

Singkatnya, Munas ini menegaskan satu hal: di Polri, loyalitas tidak mengenal masa pensiun.

Transformasi Polri adalah proses berkelanjutan. Dengan dukungan para senior, purnawirawan, dan seluruh elemen bangsa, kami optimistis Polri mampu menghadirkan perubahan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkas Wakapolri. [■] 

Reporter: NMR Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Chief Editor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama