Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

MUI hadiri Acara Isra' Mi'raj PWI Bekasi Raya Ini Pesannya buat Wartawan

iklan banner AlQuran 30 Juz

Isra Mi’raj PWI Bekasi Raya: Ulama Bicara Akhlak, Wartawan Diingatkan Soal Keberanian Menyampaikan Kebenaran

dari kiri ke kanan: Kasintel Kejari Ryan Anugrah, SH, lalu hadir pula Ketua Ormas Pemuda Pancasila, Kota Bekasi Bang Ariyes Budiman, Kasie Humas Polrestro Bekasi Kota, AKP Suparyono, Ketum MUI KH. Syaifuddin Siroj, Kasub Kogartap 0507 Mayor CPM Noeryadin.

Di tengah derasnya arus informasi dan tekanan terhadap kerja jurnalistik, peringatan Isra Mi’raj di PWI Bekasi Raya berubah menjadi forum refleksi kritis. Pesannya jelas: spiritualitas, etika jurnalistik, dan keberanian menyampaikan kebenaran harus berjalan seiring—tanpa kompromi pada kepentingan mana pun.

 — KOTA BEKASI | Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, KH Syaifuddin Siroj, menghadiri kegiatan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassallaam yang digelar PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Bekasi Raya, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial keagamaan, tetapi juga dibaca sebagai ruang refleksi bersama atas posisi moral ulama dan tanggung jawab etik insan pers di tengah dinamika informasi publik Kota Bekasi.


Hadir dalam acara tersebut mulai dari Kasintel Kejari Ryan Anugrah, SH, lalu hadir pula Ketua Ormas Pemuda Pancasila, Kota Bekasi Bang Ariyes Budiman, Kasie Humas Polrestro Bekasi Kota, AKP Suparyono, Ketum MUI KH. Syaifuddin Siroj, Kasub Kogartap 0507 Mayor CPM Noeryadin.

Tak ketinggalan tokoh ormas Ketua Umum Jajaka, Bang HK. Damin Sada, yang saat itu pulang lebih awal dengan alasan dia pergi mau sholat Ashar.

Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian doa dan tausiah. Di balik nuansa religius tersebut, terselip pesan penting tentang relasi strategis antara ulama sebagai penjaga nilai dan wartawan sebagai penyampai realitas.

Relasi ini kian relevan di tengah meningkatnya tekanan terhadap kebebasan pers, sekaligus maraknya praktik pemberitaan yang abai pada etika.

Usai acara, Kasie Humas Polrestro Bekasi Kota, AKP Suparyono menyatakan singkat saja, "Dengan adanya acara peringatan Isra' Mi'raj di PWI Bekasi Raya ini, semoga bisa lebih meningkatkan ketaqwaan dan ketaatan kita kepada Allah SubhanaHu wa Ta'ala."

AKP Suparyono, polisi ramah dan murah senyum ini tambahkan, "Semoga peringatan Isra Mi'raj ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan terus memperbaiki diri dalam beribadah maupun  aspek kehidupan sehari hari baik sebagai wartawan maupun sebagai aparat kepolisian."

Ketum MUI Kota Bekasi, KH. Syaifuddin Siroj, di kantornya Jumat, 30/1/2026.

Usai kegiatan tersebut, KH Syaifuddin Siroj menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar peringatan historis, melainkan sumber nilai yang kontekstual bagi kehidupan sosial, termasuk dalam praktik jurnalistik.

“Di peristiwa Isra Mi’raj mengandung nilai-nilai guidence of life yang menekankan makna spiritualitas dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar KH Syaifuddin.

Menurutnya, nilai tersebut mengajarkan pentingnya menjaga dan merawat kehidupan melalui penguatan akhlak, tanggung jawab sosial, serta kepedulian terhadap sesama—nilai yang semestinya menjadi fondasi bersama, baik bagi ulama maupun insan pers.

Ia pun menekankan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang tidak hanya faktual, tetapi juga edukatif dan menyejukkan, demi membangun peradaban masyarakat yang harmonis dan beradab.


Pesan moral tersebut mendapat penegasan dari Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, yang memaknai Isra Mi’raj sebagai pengingat etik bagi wartawan dalam menjalankan profesinya.

Ia menilai, keberanian menyampaikan kebenaran harus dibingkai dengan tanggung jawab moral dan kepatuhan pada aturan.

Ade menegaskan, selama wartawan menyampaikan berita secara baik dan benar, berlandaskan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), kode perilaku wartawan (KPW), serta nilai-nilai spiritual yang diajarkan dalam peristiwa Isra Mi’raj, maka tidak perlu gentar terhadap opini atau tekanan pihak mana pun.


Karena jika sudah sesuai aturan dan prosedur yang ditentukan oleh UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta aturan Dewan Pers, maka wartawan berada di jalur yang benar dan dilindungi hukum,” tegas Ade Muksin.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penutup yang menegaskan benang merah acara: bahwa integritas spiritual dan integritas jurnalistik bukan dua hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan dalam menjaga kebenaran di ruang publik. [■] 

Reporter: Hery Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Chief Editor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama