Bertemu Dasco, Partai Ummat Dorong Revisi UU Pemilu yang Lebih Adil bagi Partai Pemula dan Suara Pemilih
Nofalia Heikal Safar, Heikal Safar Ketua Harian DPP Partai UMMAT, Sufmi Dasco Ahmad Ketua Harian DPP Partai GERINDRA dan Wakil Ketua DPRD RI beserta Sekretaris Jenderal DPP Partai UMMAT Taufik Hidayat.
Pemilu 2029 masih tiga tahun lagi. Tetapi Heikal Safar tampaknya tidak mau menunggu sampai baliho mulai memenuhi jalan untuk bergerak. Saat partai lain mungkin masih sibuk menghitung ancang-ancang, Ketua Harian DPP Partai Ummat itu sudah mulai mengetuk pintu pusat kekuasaan. Salah satunya menemui Sufmi Dasco Ahmad di Gedung DPR RI.
— JAKARTA | Ketua Harian DPP Partai Ummat periode 2025–2030, Heikal Safar, tampaknya tidak ingin Partai Ummat sekadar menjadi pelengkap dalam peta politik nasional.Menjelang Pemilu 2029, Heikal mulai menggerakkan agenda konsolidasi politik secara lebih terstruktur. Safari politik dilakukan bukan hanya untuk membangun komunikasi antar elite, melainkan juga untuk menyerap gagasan, membuka ruang dialog, sekaligus memperjuangkan agar partai-partai pemula memiliki kesempatan politik yang lebih setara dalam kontestasi elektoral nasional.
Langkah itu salah satunya dilakukan dengan menemui Ketua Harian DPP Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Heikal didampingi Sekretaris Jenderal Partai Ummat, Taufik Hidayat, serta istrinya, Nofalia Heikal Safar.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian komunikasi politik yang tengah dibangun Heikal Safar untuk memperkuat posisi Partai Ummat dalam menghadapi tahapan politik menuju Pemilu 2029.
Bagi Heikal, partai politik tidak cukup hanya hadir ketika pemilu digelar. Partai harus membangun gagasan, memperluas jaringan, memahami dinamika kebangsaan, serta memastikan aspirasi masyarakat memiliki saluran politik yang nyata.
Karena itu, safari politik yang dilakukannya dapat dibaca sebagai upaya membangun fondasi politik Partai Ummat sejak jauh-jauh hari.
“Kami mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama bagi masyarakat yang masih berada di bawah garis kemiskinan,” ujar Heikal kepada awak media Jabar-OL via telepon selularnya dari Jakarta, Senin (20/7/2026).
Dukungan terhadap Pemerintah, tetapi Tetap Membawa Agenda Politik Partai
Dalam pertemuan dengan Dasco, Heikal menyampaikan sikap Partai Ummat terhadap sejumlah program Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, Partai UMMAT mendukung kebijakan pemerintah sepanjang program tersebut benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Partai UMMAT berusaha menempatkan diri sebagai kekuatan politik yang kritis, tetapi tidak semata-mata mengambil posisi berseberangan dengan pemerintah.
Dukungan diberikan terhadap kebijakan yang dinilai berpihak kepada kepentingan rakyat, khususnya kelompok masyarakat miskin dan kelompok yang selama ini belum memperoleh manfaat optimal dari pembangunan nasional.
Salah satu isu yang menjadi perhatian Heikal adalah pengelolaan sumber daya alam Indonesia.
Menurutnya, kekayaan alam yang dimiliki Indonesia seharusnya tidak berhenti menjadi sumber penerimaan negara atau hanya memberikan keuntungan bagi kelompok tertentu.
“Partai Ummat ingin agar rakyat Indonesia memperoleh manfaat sebesar-besarnya dari kekayaan sumber daya alam yang dimiliki bangsa ini,” katanya.
Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan arah gagasan politik yang hendak dibangun Partai Ummat: mendorong agar pembangunan ekonomi dan pengelolaan kekayaan nasional memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Membaca Ulang Pemilu 2024: Ketika Suara Rakyat Tidak Seluruhnya Berujung Kursi
Namun, inti penting dari pertemuan Heikal dengan Dasco tidak hanya berkaitan dengan dukungan terhadap program pemerintah.
Pembicaraan juga menyentuh rencana pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu di DPR.
Di sinilah kepentingan Partai UMMAT sebagai partai yang belum memiliki kursi di DPR menjadi relevan.
Heikal menilai, pembahasan revisi UU Pemilu harus dilakukan dengan perspektif yang lebih luas. Regulasi pemilu tidak boleh hanya dirancang berdasarkan kepentingan partai-partai yang sudah memiliki kekuatan di parlemen.
Menurutnya, partai-partai yang belum memperoleh kursi di DPR juga merupakan bagian dari sistem demokrasi dan memiliki hak untuk mendapatkan ruang kompetisi yang adil.
Partai UMMAT berharap revisi UU Pemilu dapat mengakomodasi kepentingan seluruh partai politik, baik partai yang telah memiliki kursi di parlemen maupun partai yang belum berhasil menembus DPR.
“Pengalaman Pemilu 2024 menjadi pelajaran bagi kita semua. Kami berharap regulasi yang baru dapat meminimalkan hilangnya representasi suara pemilih,” kata Heikal.
Pernyataan tersebut mengarah pada persoalan yang lebih mendasar dalam sistem pemilu Indonesia: bagaimana memastikan suara rakyat tidak berhenti hanya sebagai angka statistik ketika suara tersebut tidak cukup untuk dikonversi menjadi kursi parlemen.
Bagi partai-partai besar, persoalan tersebut mungkin tidak selalu menjadi masalah utama. Namun, bagi partai pemula atau partai dengan basis suara yang tersebar, persoalan hilangnya representasi suara dapat menjadi hambatan serius.
Sebuah partai dapat memperoleh suara dalam jumlah signifikan secara nasional, tetapi gagal mendapatkan kursi karena mekanisme ambang batas, distribusi suara, serta sistem konversi suara menjadi kursi.
Dalam konteks inilah Partai UMMAT ingin agar revisi UU Pemilu tidak hanya memperkuat partai-partai yang sudah mapan.
Partai UMMAT tampaknya ingin mendorong agar partai-partai baru memiliki peluang yang lebih proporsional untuk berkompetisi dan memperoleh representasi politik.
Target Heikal: Partai Ummat Harus Menjadi Kekuatan yang Dipercaya
Di balik safari politik yang dilakukan Heikal, terdapat agenda yang lebih besar.
Partai Ummat ingin membangun kembali kepercayaan publik.
Bagi partai yang masih relatif muda, tantangan terbesar bukan hanya lolos dari berbagai persyaratan administratif atau mengikuti pemilu. Tantangan yang lebih besar adalah bagaimana meyakinkan publik bahwa partai tersebut memiliki gagasan, struktur, kader, dan kapasitas untuk menjadi kekuatan politik yang dapat dipercaya.
Heikal tampaknya menyadari bahwa Pemilu 2029 tidak bisa dihadapi dengan politik instan.
Jika ingin memperoleh porsi yang signifikan dalam kontestasi politik nasional, Partai Ummat harus bekerja sejak sekarang.
Konsolidasi internal harus berjalan beriringan dengan komunikasi politik eksternal.
Gagasan harus dirumuskan sebelum kampanye dimulai.
Jaringan harus dibangun sebelum mesin politik bergerak.
Dan kepercayaan publik harus diperoleh jauh sebelum surat suara berada di bilik pemungutan suara.
Karena itu, pertemuan dengan Dasco dapat dipandang sebagai salah satu bagian dari strategi jangka panjang tersebut.
Heikal tidak hanya membawa kepentingan Partai UMMAT, tetapi juga berusaha membangun narasi bahwa partai pemula harus memperoleh ruang yang sama signifikan dalam demokrasi Indonesia.
Mengacu pada Amanat Munas dan Milad Partai Ummat
Heikal juga mengaitkan agenda politik tersebut dengan hasil Milad dan Musyawarah Nasional Partai UMMAT yang digelar pada Mei 2026.
Dalam forum tersebut, Ketua Majelis Syura Partai UMMAT, Amien Rais, disebut menyampaikan harapan agar pemerintah terus menjalankan program yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pesan tersebut kemudian menjadi salah satu pijakan bagi Partai UMMAT dalam menyusun sikap politiknya.
Partai UMMAT menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai pro-rakyat, sekaligus tetap membawa agenda dan gagasan politiknya sendiri.
Dengan demikian, safari politik Heikal tidak hanya bersifat seremonial.
Pertemuan dengan tokoh politik nasional, menurut rencana, akan terus dilakukan untuk membangun komunikasi dan menyerap berbagai perspektif mengenai masa depan Indonesia.
Heikal mengungkapkan, Partai UMMAT akan melanjutkan kunjungan dan dialog dengan berbagai tokoh nasional, ulama, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.
Agenda tersebut diarahkan untuk menggali berbagai persoalan nasional, mulai dari pembangunan ekonomi, kesejahteraan rakyat, demokrasi, tata kelola pemerintahan, hingga tantangan geopolitik.
Tidak Berhenti di Dalam Negeri, Partai UMMAT Bidik Perspektif Global
Yang menarik, agenda Partai UMMAT tidak hanya diarahkan kepada tokoh-tokoh nasional.
Heikal juga menyebut rencana menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh di tingkat internasional.
Tujuannya adalah memperoleh perspektif mengenai perkembangan geopolitik global yang dinilai semakin berpengaruh terhadap arah pembangunan Indonesia.
Bagi Partai UMMAT, perubahan politik global, perang dagang, konflik geopolitik, perkembangan ekonomi dunia, hingga perubahan konstelasi hubungan antarnegara tidak dapat dipisahkan dari kepentingan nasional Indonesia.
Berbagai perspektif tersebut nantinya akan menjadi bahan dalam penyusunan gagasan pembangunan.
Dengan kata lain, Partai UMMAT ingin membangun politik berbasis gagasan, bukan hanya politik berbasis elektabilitas.
“Dari berbagai dialog tersebut, kami ingin merumuskan konsep dan gagasan yang dapat menjadi kontribusi Partai Ummat bagi pembangunan Indonesia ke depan,” kata Heikal.
Jalan Panjang Menuju 2029
Langkah Heikal Safar menunjukkan bahwa Partai UMMAT mulai memasuki fase konsolidasi yang lebih serius.
Pemilu 2029 memang masih berada beberapa tahun di depan. Namun, bagi partai politik, persiapan menuju pemilu tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.
Partai yang ingin menang harus membangun mesin politik.
Partai yang ingin dipercaya harus membangun reputasi.
Dan partai yang ingin memperoleh kursi harus memiliki gagasan yang mampu diterima publik.
Dalam konteks tersebut, safari politik Heikal dapat menjadi bagian dari strategi untuk mengubah persepsi terhadap Partai UMMAT.
Dari partai yang pernah dipandang sebagai kekuatan politik baru, menjadi partai yang memiliki agenda nasional.
Dari partai yang hanya hadir dalam kontestasi elektoral, menjadi partai yang aktif menawarkan gagasan pembangunan.
Dan dari partai pemula yang harus berjuang menembus sistem politik, menjadi kekuatan politik yang menuntut agar demokrasi memberikan ruang yang adil bagi seluruh peserta pemilu.
Pertemuan dengan Sufmi Dasco Ahmad menjadi salah satu titik penting dalam proses tersebut.
Apakah strategi ini mampu mengangkat Partai UMMAT menjadi kekuatan yang diperhitungkan pada Pemilu 2029, tentu masih harus dibuktikan.
Namun satu hal mulai terlihat: Heikal Safar tidak ingin Partai UMMAT datang ke Pemilu 2029 hanya sebagai peserta.
Ia ingin partainya hadir dengan gagasan, jaringan, kesiapan politik, serta kepercayaan publik.
Dan yang paling penting, ia ingin partai pemula tidak terus-menerus ditempatkan sebagai kekuatan politik kelas dua dalam sistem demokrasi Indonesia. [■]
Tags
DPP Partai Ummat
DPR RI
Heikal Safar
Ketua Dewan Syuro Amien Rais
Ketua Harian
Partai Gerindra
Partai Ummat
Prabowo Subianto
Sufmi Dasco Ahmad

