Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Reses Sambil Nobar, Nuryadi Darmawan Panen 22 Aspirasi Warga Bekasi Timur

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

Usulan Mini Soccer Arenjaya hingga Penanganan Banjir Jadi Fokus, Nobar Soekarno Cup Bikin Dialog Lebih Cair

jabar-online.com | Jumat, 10 Juli 2026, 14:49 WIB | Adek/Buluq/DR

Suara sorak penonton saat menyaksikan pertandingan Soekarno Cup sesekali terdengar bersamaan dengan suara warga yang menyampaikan aspirasi. Itulah suasana Reses II Wakil Ketua I DPRD Kota Bekasi Nuryadi Darmawan RS di Bekasi Timur, Jumat (11/7/2026). Dalam forum yang berlangsung santai namun produktif tersebut, sebanyak 22 aspirasi masyarakat berhasil dihimpun, dengan usulan pembangunan fasilitas mini soccer di Kelurahan Aren Jaya menjadi salah satu prioritas yang paling banyak mendapat dukungan.

 — KOTA BEKASI | Suasana Reses II Wakil Ketua I DPRD Kota Bekasi, Nuryadi Darmawan RS, S.IP., M.H., di Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (11/7/2026), terasa berbeda dari biasanya.

Di sela agenda menyerap aspirasi masyarakat, ratusan warga bersama para tokoh daerah menikmati momen nonton bareng (nobar) turnamen Soekarno Cup, menghadirkan suasana hangat yang memperlihatkan kedekatan wakil rakyat dengan konstituennya.

Sesekali sorak-sorai penonton saat menyaksikan pertandingan sepak bola memecah suasana forum.

Namun ketika sesi dialog dimulai, warga kembali fokus menyampaikan berbagai kebutuhan lingkungan.

Perpaduan antara reses dan nobar itu menjadi gambaran bahwa komunikasi politik tidak selalu berlangsung dalam suasana formal, tetapi juga dapat dibangun melalui kebersamaan yang akrab.


Kegiatan tersebut dihadiri Walikota Bekasi Dr. Tri Adhianto, Ketua PAC PDI Perjuangan Bekasi Timur Nova Angelika Maharani, S.I.Kom., M.B.A., Camat Bekasi Timur Ari Halimatussadiyyah, perwakilan Lurah Arenjaya, serta jajaran pengurus RT dan RW.

Sebanyak 32 RW dari berbagai wilayah di Kecamatan Bekasi Timur hadir membawa daftar kebutuhan pembangunan di lingkungannya masing-masing.

Dari seluruh aspirasi yang dihimpun, tercatat 22 usulan masuk dalam daftar prioritas untuk dibahas lebih lanjut melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran Pemerintah Kota Bekasi.

Salah satu aspirasi yang paling banyak mendapat dukungan datang dari 16 RW di Kelurahan Arenjaya.

Mereka mengusulkan agar Stadion atau Lapangan Mandiri dikembangkan menjadi fasilitas mini soccer yang representatif.

Bagi warga, keberadaan fasilitas tersebut bukan sekadar menyediakan lapangan olahraga, melainkan menjadi ruang pembinaan generasi muda, wadah aktivitas positif masyarakat, sekaligus sarana memperkuat interaksi sosial di lingkungan.

Selain usulan pembangunan sarana olahraga, warga juga menyampaikan berbagai kebutuhan infrastruktur dasar yang dinilai mendesak.

Mulai dari perbaikan jalan lingkungan, pembangunan dan normalisasi saluran drainase, hingga penanganan banjir yang masih menjadi persoalan di sejumlah titik di Kecamatan Bekasi Timur.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan seluruh usulan masyarakat akan dikaji secara cermat berdasarkan dokumen perencanaan daerah serta kemampuan fiskal pemerintah.

Menurutnya, setiap program harus disusun berdasarkan skala prioritas agar pembangunan benar-benar tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Tri juga mengingatkan tantangan besar yang tengah dihadapi Kota Bekasi dalam pengelolaan sampah. Saat ini produksi sampah mencapai sekitar 1.800 ton per hari.

Pemerintah Kota Bekasi, kata dia, telah menyiapkan penguatan sistem pengelolaan sampah melalui fasilitas pengolahan di Sumur Batu yang ditargetkan mampu menangani sekitar 1.500 ton setiap hari.

Sementara sekitar 300 ton sisanya akan dikelola melalui penguatan bank-bank sampah di tingkat RW dengan pendampingan pemerintah daerah.

"Keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari RT, RW, lurah, camat, DPRD hingga masyarakat agar setiap program benar-benar berjalan efektif dan tepat sasaran," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Bekasi Nuryadi Darmawan RS memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak akan berhenti sebagai catatan di atas kertas.

Menurutnya, hasil Reses II akan menjadi bahan pembahasan bersama Pemerintah Kota Bekasi dalam proses penyusunan program pembangunan sesuai tingkat urgensi dan kemampuan anggaran daerah.

"Semua aspirasi masyarakat akan kami perjuangkan. Mana yang menjadi kebutuhan paling mendesak akan menjadi prioritas agar manfaatnya benar-benar bisa dirasakan warga," tegas Nuryadi.

Forum reses yang dipadukan dengan suasana nobar tersebut pun menjadi potret kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat.

Di satu sisi warga dapat menyampaikan aspirasi secara terbuka, sementara di sisi lain mereka menikmati kebersamaan dalam suasana santai.

Politik pun terasa lebih membumi—sesekali diselingi sorakan saat bola nyaris masuk gawang, tetapi ketika giliran menyampaikan aspirasi, warga tetap kompak mengawal "gol" pembangunan untuk lingkungan mereka.

Melalui Reses II ini, DPRD Kota Bekasi bersama Pemerintah Kota Bekasi kembali menegaskan komitmennya untuk membangun komunikasi yang partisipatif dengan masyarakat sebagai fondasi penyusunan kebijakan pembangunan yang responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan riil warga. [■]

Reporter: Adek/Buluq/NMR - REDAKSI - Editor: DikRiz/DREW-Corp
bannerIBOSExpo2026 banner#01Kemitraan WaralabaPers bannerbawah#02 bannerbawah#03 bannerbawah#04

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
DREWcorp property of JABAR-ONLINE.COM