Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Renungan Ramadhan: Sudahkah Berdamai dengan Ego Sendiri?

iklan banner AlQuran 30 Juz

Sebab Perjalanan dan Proses Perjuangan Melawan Ego Bukanlah Panggung Untuk Dinilai Orang Lain


KOTA BEKASI | Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, momen ini kerap menjadi ruang hening untuk menengok ke dalam diri.

Bukan untuk menilai orang lain, melainkan untuk mengajak diri sendiri jujur terhadap ego yang selama ini mungkin luput disadari.

Seringkali, tanpa terasa, ego hadir dalam bentuk halus: ingin selalu benar, sulit mengalah, atau diam-diam menyimpan rasa lebih tinggi dari orang lain.

Hal-hal kecil yang tampak sepele, namun perlahan membentuk jarak dalam hubungan, bahkan dengan orang terdekat.

Ramadhan seakan memberi jeda. Bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi kesempatan memperlambat langkah, mendengar hati sendiri, dan bertanya: Sudahkah kita cukup rendah hati?
Sudahkah kita belajar meminta maaf tanpa merasa kalah?

Renungan ini tidak ditujukan untuk siapa pun, kecuali diri kita masing-masing.

Sebab perjalanan melawan ego bukanlah panggung untuk dinilai orang lain, melainkan ruang sunyi yang hanya diketahui hati dan Tuhan.

Barangkali, makna Ramadhan bukan tentang terlihat lebih baik di mata manusia, tapi tentang menjadi lebih jujur di hadapan diri kita sendiri.

Tentang belajar mengalah, bukan karena lemah, tetapi karena ingin tumbuh.

Semoga Ramadan kali ini menjadi ruang perbaikan bagi hati dan langkah kita semua. Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga setiap detiknya membawa keberkahan dan ketenangan. [■]

Reporter: Hery - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama