iklan banner
iklan header
iklan header banner
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Banjir Kiriman (Lagi) Genangi Jalan Raya Kebalen, Warga Bekasi Utara Waspada

iklan banner AlQuran 30 Juz

Warga Menyebut Banjir Kiriman Ini Bukan Hal Baru: Kalo Pejabat Hadir Langsung ke TKP, Itu Hal Baru


KOTA BEKASI |Hujan deras di wilayah hulu kembali mengirim “paket spesial” ke hilir. Jumat siang (20/2), banjir kiriman mulai menggenangi Jalan Raya Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Air diduga meluap dari Kali Bekasi setelah curah hujan tinggi mengguyur kawasan Bogor dan sekitarnya.

Seperti tamu yang tak pernah konfirmasi, air datang pelan tapi pasti. Siang hari mulai merayap, sore makin percaya diri. Arus lalu lintas pun mendadak berubah jadi uji kesabaran.

Pengendara roda dua banyak yang memilih menepi—antara sayang mesin atau sayang dompet.

Ada pula yang nekat menerjang, lalu berakhir mogok dan merenung di tengah genangan. Roda empat tak kalah waspada, melaju perlahan bak iring-iringan pengantin, takut mesin kemasukan air.

Warga setempat menyebut pemandangan ini bukan hal baru. Setiap debit air dari hulu meningkat, Jalan Raya Kebalen seolah sudah punya jadwal rutin kebanjiran.

Kalau Bogor hujan, kami siaga,” ujar seorang warga sambil menunjuk tinggi air yang terus naik.

Sindiran pun mengalir lebih deras dari airnya. Polanya dianggap masih sama: air datang dari atas, meluap di bawah, lalu wacana solusi berputar-putar di tengah.

Tahun berganti, musim hujan tetap jadi agenda tahunan, namun penanganan banjir dinilai masih bergerak lambat. Seolah-olah air lebih sigap mencari jalan daripada program penanggulangan menemukan eksekusi.

Selain mengganggu mobilitas, genangan mulai merembes ke area permukiman di sekitar jalan raya. Beberapa warga tampak berjaga di depan rumah, bersiap jika air naik lagi.

Bagi mereka, banjir kiriman bukan sekadar genangan, tapi alarm kewaspadaan yang bisa berbunyi kapan saja.

Hingga menjelang malam, air belum sepenuhnya surut. Warga berharap penanganan tak lagi sebatas respons darurat setiap kali air datang.

Pengendalian aliran di hulu dan pembenahan drainase di hilir dinilai perlu berjalan lebih serius dan terukur, agar Kebalen tak terus menjadi langganan “kiriman” tiap musim hujan.

Sebab bagi warga, yang dibutuhkan bukan hanya perahu karet saat banjir tiba, melainkan langkah nyata agar cerita lama ini tak terus diputar ulang setiap tahun.


Hingga sore menjelang malam, genangan belum sepenuhnya surut. Warga berharap ada langkah konkret dalam penanganan banjir kiriman, baik dari pengendalian aliran di hulu maupun pembenahan drainase di hilir, agar peristiwa serupa tak terus berulang setiap musim hujan. [■]

Reporter: Hery - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama