Kajari: Bukan Cuma Panen Kasus Tapi Juga Mega Kasus, Yakni Dispora dan Emas Pegadaian Jadi Bintang Kinerja 2025
Kinerja Kejari Kota Bekasi 2025: Bukan Tahunnya perkara ecek-ecek di Kejari Kota Bekasi. Di tengah ribuan kasus yang ditangani, dua nama paling sering disebut warga: Dispora dan Emas Pegadaian. Alasannya sederhana—satu soal anggaran, satu lagi soal emas, dan dua-duanya bikin publik merasa duit negara nggak boleh main-main.
Namun 2025 membuktikan, Kejari Kota Bekasi tak sekadar mengejar kuantitas perkara, melainkan naik kelas ke kualitas kasus—yang bikin publik berhenti scroll dan mulai bertanya: “Ini serius ditangani?”
Jawabannya: iya. Dua perkara menjadi sorotan utama sekaligus “etalase” kinerja Kejari Kota Bekasi sepanjang 2025, yakni kasus dugaan korupsi di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta kasus emas Pegadaian Kota Bekasi yang melibatkan oknum ASN.
Keduanya dianggap paling “hidup” di mata publik karena menyentuh dua hal sensitif: uang negara dan kepercayaan masyarakat.
Capaian ini dipaparkan Kejari Kota Bekasi dalam Laporan Kinerja Tahun 2025 yang disampaikan langsung kepada publik melalui jumpa pers di Aula Kejari Kota Bekasi, Selasa (30/12/2025).
Transparansi ini sekaligus menjadi penanda bahwa penegakan hukum tak lagi bermain di balik tirai.
Semenjak dilantik Juli 2025 lalu, di bawah kepemimpinan baru Kajari Kota Bekasi DR. Sulvia Triana Hapsari, S.H., M.H., Kejari menjalankan fungsi penegakan hukum, pelayanan hukum masyarakat, serta dukungan terhadap Program Prioritas Nasional dan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI.
Dengan dukungan 156 personel—39 jaksa, 100 pegawai tata usaha, dan 17 pegawai non-PNS—Kejari Kota Bekasi bekerja dalam formasi penuh.
Target Terlewati, PNBP Tembus 110 Persen
Tak hanya soal perkara besar, dari sisi administrasi negara pun Kejari Kota Bekasi mencatat prestasi.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sepanjang 2025 mencapai Rp1,09 miliar, atau 110 persen dari target.
“PNBP ini berasal dari penanganan perkara pidana umum, pidana khusus, pemulihan aset, hingga pengelolaan barang bukti. Kami juga menetapkan status BMN terhadap 81 item, termasuk peningkatan sertifikat aset tanah,” ungkap Kajari Dr. Sulvia.
Intelijen Jalan, Edukasi Hukum Gas Pol
Bidang Intelijen tak kalah sibuk. Sepanjang 2025, Kejari Kota Bekasi melaksanakan 12 operasi intelijen (Lid/Pam/Gal), disertai 13 kegiatan penerangan dan penyuluhan hukum, 5 Jaksa Masuk Sekolah, 4 Jaksa Menyapa, hingga 2 kampanye antikorupsi.
Ribuan Perkara, dari Tilang sampai Korupsi
Di Bidang Tindak Pidana Umum, angka penanganan perkara terbilang “ramai”: 3.118 perkara pra-penuntutan, 2.219 penuntutan, 12 perkara restorative justice, 947 perkara tilang, dan 626 eksekusi pidana.
Namun sorotan publik mengarah ke Bidang Tindak Pidana Khusus. Sepanjang 2025, Kejari Kota Bekasi menangani 4 penyelidikan dan 4 penyidikan perkara korupsi, 3 penuntutan, serta 1 eksekusi.
Di sinilah dua kasus besar—korupsi Dispora dan emas Pegadaian—menjadi barometer keberanian dan keseriusan aparat penegak hukum daerah.
Rp53,9 Miliar Uang Negara Diselamatkan
Di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Kejari Kota Bekasi mencatat pemulihan dan penyelamatan keuangan negara hingga Rp53,9 miliar.
Angka ini berasal dari 1 litigasi pemulihan keuangan negara, 511 kegiatan non-litigasi, 53 pendampingan hukum, dan 156 pelayanan hukum.
Barang Bukti Tak Mengendap
Optimalisasi aset juga terlihat di Bidang PAPBB. Tercatat 423 perkara pengembalian barang bukti, 4 lelang, dan 2 penjualan langsung—menandakan barang bukti tidak dibiarkan jadi pajangan gudang.
Bukan Sekadar Penegakan, Tapi Kepentingan Publik
Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bekasi, Ryan Anugrah, S.H., menegaskan bahwa capaian ini bukan akhir, melainkan fondasi.
“Penegakan hukum yang kami dorong adalah yang berkeadilan, humanis, dan berorientasi pada kepentingan publik,” ujarnya.
Menutup jumpa pers, suasana mencair. Kajari Kota Bekasi menyempatkan diri berfoto bersama para wartawan—sebuah simbol penutup tahun 2025 dan pembuka 2026, dengan satu pesan tak tertulis: publik boleh berharap, dan Kejari Kota Bekasi siap diuji. [■]






Posting Komentar