Komisi II DPRD Desak PT ABB Lakukan Aksi Percepatan Penyelesaian Proyek Revitalisasi Pasar Kranji Baru
— KOTA BEKASI | Komisi II DPRD Kota Bekasi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Pasar Kranji Baru pada Rabu (10/6/2026) sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi pasar yang hingga kini masih berlangsung.Dalam kegiatan tersebut, anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti, menekankan pentingnya komitmen pengembang, PT ABB, untuk segera menuntaskan pembangunan sesuai kesepakatan yang telah tertuang dalam addendum bersama Pemerintah Kota Bekasi.
Menurutnya, pembangunan Pasar Kranji Baru memiliki arti penting bagi masyarakat karena menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan yang menopang perekonomian warga. Oleh sebab itu, proyek tersebut harus segera diselesaikan dan tidak boleh mengalami keterlambatan tanpa kepastian yang jelas.
"Kami meminta PT ABB untuk menyelesaikan pembangunan Pasar Kranji sesuai dengan adendum yang telah disepakati dengan Pemerintah Kota Bekasi. Jangan sampai pembangunan ini mangkrak tanpa progres yang jelas," tegas Evi saat memberikan keterangan kepada awak media.
Evi menjelaskan bahwa pengawasan yang dilakukan DPRD merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Komisi II yang menjadi mitra kerja Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi.
"Sesuai tupoksi kami sebagai anggota Dewan Komisi II yang bermitra dengan Dinas Perkimtan, kami melakukan pengawasan terhadap pembangunan Pasar Kranji Baru agar pelaksanaannya berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Ia menambahkan, revitalisasi Pasar Kranji Baru perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kebutuhan para pedagang dan masyarakat yang telah lama menunggu pasar tersebut kembali beroperasi secara optimal.
Selain itu, capaian pembangunan yang ada saat ini dinilai masih belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Berdasarkan data pemerintah yang dihitung pada Maret 2026, progres fisik pembangunan Pasar Kranji Baru baru mencapai sekitar 24 persen.
Berdasarkan data pemerintah yang dihitung pada Maret 2026, progres fisik pembangunan Pasar Kranji Baru baru mencapai sekitar 24 persen.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian utama DPRD dalam melakukan pengawasan terhadap proyek tersebut.
"Dengan melihat target fisik di pertengahan tahun 2026 yang masih cukup jauh, tentu ini menjadi perhatian serius. Progres pembangunan yang dihitung pemerintah pada Maret lalu baru sekitar 24 persen," jelasnya.
Menurut Evi, seluruh pihak yang terlibat harus menunjukkan komitmen yang kuat untuk mempercepat penyelesaian pembangunan sekaligus memastikan seluruh kewajiban dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) dijalankan sebagaimana mestinya.
Komisi II DPRD Kota Bekasi, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan secara berkala guna memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal serta memberikan kepastian bagi para pedagang dan masyarakat yang menantikan selesainya proyek tersebut.
"Kita berharap semua pihak memiliki komitmen untuk segera menyelesaikan pembangunan Pasar Kranji ini dan wajib menaati PKS yang telah disepakati." ungkap Dr. Hj. Evi Mafriningsianti, S.E., M.M.
Pembangunan pasar ini, lanjut Evi Mafriningsianti, harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut kepentingan masyarakat dan roda perekonomian warga.
"Dengan melihat target fisik di pertengahan tahun 2026 yang masih cukup jauh, tentu ini menjadi perhatian serius. Progres pembangunan yang dihitung pemerintah pada Maret lalu baru sekitar 24 persen," jelasnya.
Menurut Evi, seluruh pihak yang terlibat harus menunjukkan komitmen yang kuat untuk mempercepat penyelesaian pembangunan sekaligus memastikan seluruh kewajiban dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) dijalankan sebagaimana mestinya.
Komisi II DPRD Kota Bekasi, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan secara berkala guna memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal serta memberikan kepastian bagi para pedagang dan masyarakat yang menantikan selesainya proyek tersebut.
"Kita berharap semua pihak memiliki komitmen untuk segera menyelesaikan pembangunan Pasar Kranji ini dan wajib menaati PKS yang telah disepakati." ungkap Dr. Hj. Evi Mafriningsianti, S.E., M.M.
Pembangunan pasar ini, lanjut Evi Mafriningsianti, harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut kepentingan masyarakat dan roda perekonomian warga.
"Kami akan terus melakukan pengawasan agar proyek ini dapat diselesaikan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bekasi," tutup Evi.
Pembangunan Pasar Kranji Baru diharapkan nantinya mampu menjadi pusat perdagangan yang lebih modern, tertata, dan representatif.
Pembangunan Pasar Kranji Baru diharapkan nantinya mampu menjadi pusat perdagangan yang lebih modern, tertata, dan representatif.

