Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Plafon Sekolah Roboh Sebulan belum kunjung diperbaiki, Ada Apa dengan Disdik?

iklan banner AlQuran 30 Juz
Plafon Sekolah Roboh Sebulan belum kunjung diperbaiki, Ada Apa dengan Disdik?
jabar-online.com | Rabu, 6 Mei 2026, 20:05 WIB | Her
 — KOTA BEKASI | Hujan deras yang disertai angin kencang pada 12 April 2026 mengakibatkan plafon ruang kelas 6 di SDN Bojong Menteng V, Kota Bekasi, roboh. Insiden ini menimbulkan keresahan di kalangan wali murid, terlebih karena terjadi menjelang pelaksanaan ujian bagi siswa kelas akhir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kerusakan terjadi saat cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut. Kondisi hujan dengan intensitas tinggi disertai hembusan angin kencang diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan struktur plafon tidak mampu bertahan hingga akhirnya ambruk.

Pasca kejadian tersebut, hingga hampir satu bulan berlalu, belum terlihat adanya tindakan renovasi terhadap plafon ruang kelas yang roboh. Kondisi ini semakin menambah kekhawatiran para wali murid, mengingat aktivitas belajar mengajar tetap harus berjalan di tengah keterbatasan fasilitas. Mereka berharap pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kerusakan tersebut demi menjamin keamanan dan kenyamanan siswa.
Pihak Disperkimtan dan BPBD diketahui masih dalam tahap koordinasi serta pengkajian teknis terkait kerusakan plafon tersebut. Keduanya disebut tengah melakukan pendalaman guna memastikan tingkat kerusakan dan langkah penanganan yang tepat sebelum proses perbaikan dapat dilaksanakan. Namun demikian, belum adanya kejelasan waktu pelaksanaan renovasi membuat proses penanganan dinilai berjalan lambat di tengah kebutuhan mendesak akan perbaikan fasilitas belajar.

Sementara itu, Jabar-Online juga telah melakukan audiensi dengan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Chondro Wibhowo M. Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa hingga saat ini sumber anggaran untuk perbaikan belum dapat dipastikan, apakah akan dialokasikan melalui Dinas Pendidikan atau  Disperkimtan karena prosesnya masih memerlukan tahapan observasi dan koordinasi lanjutan.

“Kami juga terus menanyakan progresnya ke sana (Disperkimtan), katanya juga baru akan diobservasi kembali oleh BPBD,” ujar Chondro.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses penanganan masih berada pada tahap koordinasi dan pengkajian lanjutan, sehingga perbaikan fisik terhadap plafon yang roboh belum dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Sorotan yang lebih tajam disampaikan para orang tua murid dan masyarakat terkait belum adanya kepastian waktu renovasi plafon tersebut. Mereka menegaskan, masyarakat tidak perlu—dan tidak seharusnya—ikut dipusingkan dengan polemik sumber anggaran. Bagi mereka, yang paling mendesak adalah tindakan nyata dan percepatan perbaikan, mengingat keselamatan siswa menjadi taruhannya. Dalam situasi seperti ini, publik menilai pemerintah seharusnya hadir dengan solusi cepat, bukan justru berlarut dalam urusan teknis yang tidak memberikan kepastian di lapangan.
[■]

Reporter: Hery / Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama