Penguatan Peran Pemerintah Wilayah dalam Menjaga Kerukunan Umat Beragama dan Harmoni Sosial
jabar-online.com | Kamis, 7 Mei 2026, 12:20 WIB | Her / DikRizalKegiatan tersebut mengusung tema “Penguatan Peran Pemerintah Wilayah dalam Menjaga Kerukunan Umat Beragama dan Harmoni Sosial” sebagai upaya memperkuat sinergi pemerintah wilayah dalam menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat Kota Bekasi.
— KOTA BEKASI | FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Bekasi menggelar kegiatan pembekalan bagi para camat dan lurah se-Kota Bekasi di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi, Kamis (7/5/2026).Kegiatan tersebut mengusung tema “Penguatan Peran Pemerintah Wilayah dalam Menjaga Kerukunan Umat Beragama dan Harmoni Sosial” sebagai upaya memperkuat sinergi pemerintah wilayah dalam menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat Kota Bekasi.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Walikota Bekasi H. Abdul Harris Bobihoe, Ketua FKUB Kota Bekasi H. Abdul Manan, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi, unsur Kementerian Agama, serta aparat kewilayahan dari seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Bekasi.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat nilai toleransi, kebhinekaan, dan harmoni sosial di tengah masyarakat.
Dalam pembekalan tersebut, para peserta mendapatkan penguatan mengenai pentingnya deteksi dini dan langkah preventif terhadap potensi konflik sosial maupun isu-isu keagamaan di tingkat wilayah.
Dalam pembekalan tersebut, para peserta mendapatkan penguatan mengenai pentingnya deteksi dini dan langkah preventif terhadap potensi konflik sosial maupun isu-isu keagamaan di tingkat wilayah.
Camat dan Lurah dinilai memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga kondusivitas lingkungan serta membangun komunikasi yang baik antar umat beragama.
Dalam kegiatan tersebut juga dibahas capaian indeks toleransi Kota Bekasi yang berhasil menempati peringkat ke-5 secara nasional.
Dalam kegiatan tersebut juga dibahas capaian indeks toleransi Kota Bekasi yang berhasil menempati peringkat ke-5 secara nasional.
Capaian tersebut dinilai menjadi hasil dari kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, FKUB, tokoh agama, aparat kewilayahan, hingga elemen masyarakat dalam menjaga suasana harmonis di tengah keberagaman.
Meski demikian, para peserta menegaskan bahwa prestasi tersebut harus terus dijaga bahkan ditingkatkan melalui penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan komunikasi antar umat beragama, serta respons cepat terhadap potensi persoalan sosial di lingkungan masyarakat.
Pemerintah wilayah juga didorong untuk aktif membangun pendekatan persuasif dan ruang dialog demi mempertahankan kondusivitas Kota Bekasi ke depan.
Di tengah capaian tersebut, para peserta juga menyoroti berbagai tantangan sosial yang dihadapi Kota Bekasi sebagai wilayah dengan jumlah penduduk lebih dari 2 juta jiwa dan masyarakat yang multikultur.
Di tengah capaian tersebut, para peserta juga menyoroti berbagai tantangan sosial yang dihadapi Kota Bekasi sebagai wilayah dengan jumlah penduduk lebih dari 2 juta jiwa dan masyarakat yang multikultur.

Berbagai persoalan sosial yang bersinggungan dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, seperti potensi gesekan sosial, penyebaran informasi provokatif, hingga menurunnya budaya saling menghormati di tengah masyarakat, menjadi pembahasan penting dalam forum tersebut.
Karena itu, penguatan nilai toleransi, gotong royong, serta semangat persatuan dinilai harus terus ditanamkan melalui peran aktif pemerintah wilayah bersama tokoh agama dan masyarakat.
Tags
Camat
FKDM
FKUB
FKUB Kota Bekasi
H. Abdul Manan
KH. Saifuddin Siroj
Lurah
MUI
MUI Kota Bekasi
Pemkot Bekasi
