Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Halal Bihalal PAN Bekasi Utara: Dari Maaf-Maafan ke Konsolidasi Hangat

iklan banner AlQuran 30 Juz

Halal Bi Halal DPC PAN Bekasi Utara: Dari Maaf-Maafan Sampai Konsolidasi—Politik Bisa Juga Dibungkus Ketupat

jabar-online.com | Ahad, 29 Maret 2026, 21:08 WIBHer/DikRiz

Lukman Hakim menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar formalitas. Ada nilai refleksi, ada penguatan loyalitas, dan tentu saja ada harapan besar agar kader tetap solid—baik saat suasana adem maupun saat “cuaca politik mulai mendung”.

 — BEKASI | Kalau biasanya Halal Bihalal identik dengan maaf-maafan sambil nanya, “kapan nikah?”, kali ini suasananya sedikit naik level: ada silaturahmi, ada konsolidasi, dan tentu saja—sedikit aroma politik yang dibungkus rapi seperti ketupat.

DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Bekasi Utara menggelar Halal Bihalal pasca Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H pada Ahad (29/3/2026), bertempat di kediaman Ketua DPC PAN Bekasi Utara, Lukman Hakim, yang akrab disapa Bang Alex Ziblo.

Suasana berlangsung khidmat, hangat, dan cukup cair—antara serius bahas masa depan partai, tapi tetap sempat saling lempar senyum ala “habis THR-an”.

Mengusung tema “Merayakan Kebersamaan, Merawat Keberagaman, Meraih Kemenangan,” acara ini bukan sekadar agenda tahunan.


Ini juga jadi ajang “ngecas ulang baterai politik” para kader, biar tetap full power menghadapi dinamika ke depan—yang kadang lebih menegangkan dari drama sinetron jam prime time.

Sejumlah tokoh turut hadir, mulai dari Dani Mardani, S.H., M.H., anggota DPRD Kota Cirebon dari PAN, hingga Fadlan Muhammad, yang dikenal sebagai aktor dan presenter nasional—mungkin satu-satunya tamu yang kalau ngomong, warga langsung auto fokus, karena suaranya sudah “familiar di televisi”.

Turut meramaikan juga Budi Ariyanto (Ketua Umum LSM Somasi), Habib H. Rizkha Ali Khan politisi senior parpol Kota Bekasi.


Hingga nama-nama tokoh internal PAN seperti Eko, Rd. Poerwadi, dan Witoyang disebut-sebut sebagai salah satu pendiri PAN Kota Bekasi.

Kalau diibaratkan, ini seperti reuni keluarga besar, tapi versi “keluarga politik”—yang bedanya, obrolannya bukan cuma soal masa lalu, tapi juga strategi masa depan.

Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan bahwa jejaring PAN Bekasi Utara cukup solid—ibarat grup WhatsApp keluarga, ramai, aktif, dan kadang penuh diskusi serius yang diselingi candaan.

Dalam sambutannya, Lukman Hakim menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar formalitas. Ada nilai refleksi, ada penguatan loyalitas, dan tentu saja ada harapan besar agar kader tetap solid—baik saat suasana adem maupun saat “cuaca politik mulai mendung”.

Alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul. Kebersamaan yang terbangun selama kurang lebih tujuh tahun di Lukman Hakim Center menjadi energi besar bagi saya pribadi dan bagi seluruh kader dalam melanjutkan perjuangan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa politik itu bukan sekadar soal jabatan. Ini penting, karena biasanya justru di titik inilah ujian kekompakan dimulai.


Perjuangan politik bukan tentang jabatan semata. Apapun hasilnya nanti, baik dipercaya memimpin maupun tidak, kita harus tetap solid,” ungkapnya.

Kalimat ini kalau diterjemahkan versi warga: “menang alhamdulillah, belum menang ya tetap kumpul—minimal jangan left grup dulu.”

Dan yang terpenting adalah bagaimana PAN terus tumbuh, kuat, dan hadir memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bekasi,” tegas Alex Ziblo lagi.

Acara pun berjalan santai tapi bermakna. Selain ramah tamah, para kader juga memanfaatkan momen ini untuk diskusi ringan—yang biasanya dimulai dari obrolan santai, lalu pelan-pelan masuk ke topik serius, khas gaya ngobrol orang Bekasi: awalnya becanda, ujungnya strategi.

Halal Bihalal DPC PAN Bekasi Utara ini menjadi contoh bahwa politik tidak selalu harus kaku dan tegang. Bisa juga dikemas dengan pendekatan kekeluargaan, penuh tawa, tapi tetap punya arah dan tujuan yang jelas.

Dengan semangat kebersamaan dan keberagaman, kegiatan ini diharapkan jadi fondasi kuat bagi langkah politik ke depan.

Karena pada akhirnya, di balik semua strategi dan dinamika, yang paling penting tetap satu: solid dulu, baru gas.

Dan seperti kata warga (yang biasanya paling jujur): “Yang penting jangan cuma kompak pas foto bareng—habis itu beda jalan.” [■]

Reporter: Hery  - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
DREWcorp property of JABAR-ONLINE.COM