Para Advokat Bukber, Warga Depok Ikut Senang: “Lumayan, Ada yang Mau Bela Rakyat Tanpa Harus Viral Dulu”
jabar-online.com | Kamis, 12 Maret 2026, 19:08 WIB | NMR/DR
Suasana hangat Ramadhan terasa di rumah Guru Besar LHI, Gus Edy TJ, Kamis (12/3). Di sela aroma kolak dan kurma, para pengurus Lembaga Hukum Indonesia tak sekadar berbuka puasa bersama. Mereka juga “menghangatkan” kembali semangat lama: menjaga solidaritas lembaga sekaligus memastikan perjuangan hukum untuk masyarakat pencari keadilan tidak ikut berbuka alias berhenti.
— DEPOK | Ramadhan biasanya identik dengan tiga hal: takjil dadakan, grup WhatsApp keluarga yang mendadak aktif, dan janji diet yang batal sebelum tarawih.
— DEPOK | Ramadhan biasanya identik dengan tiga hal: takjil dadakan, grup WhatsApp keluarga yang mendadak aktif, dan janji diet yang batal sebelum tarawih.Tapi bagi keluarga besar Lembaga Hukum Indonesia (LHI), Ramadan juga jadi momen serius—tapi santai—untuk memperkuat solidaritas sambil mengingatkan diri bahwa di luar sana masih banyak rakyat yang butuh bantuan hukum.
Acara buka puasa bersama digelar di kediaman Guru Besar LHI, Advokat Gus Edy TJ, Kamis (12/3).
Para pengurus datang bukan cuma membawa perut kosong, tapi juga semangat memperkuat kekompakan lembaga yang sejak 2017 dikenal aktif dalam berbagai gagasan hukum dan bantuan bagi masyarakat.
Bagi sebagian warga Depok yang kebetulan melintas di sekitar lokasi acara, pemandangan para advokat berkumpul saat Ramadhan ini cukup menenangkan.
“Biasanya yang rame itu kalau ada perkara viral. Nah ini advokatnya kumpul duluan, sebelum ada masalah. Lumayan, berarti ada yang siap bela rakyat tanpa harus trending dulu,” celetuk seorang warga yang mengaku sedang berburu kolak di sekitar lokasi.
Acara berlangsung khidmat, meski suasana khas Ramadan tetap terasa: obrolan ringan, senyum antar anggota, dan tentu saja perdebatan klasik menjelang azan—apakah lebih dulu minum air putih atau langsung menyergap gorengan.
Namun di balik suasana santai itu, ada pesan serius yang disampaikan Gus Edy TJ kepada para pengurus LHI.
Dalam wejangannya, ia mengingatkan kembali perjalanan panjang lembaga yang berdiri sejak 2017 tersebut.
Selama hampir satu dekade, LHI disebut telah melahirkan berbagai gagasan hukum dan kontribusi pemikiran di ranah pidana maupun perdata.
"LHI harus selalu konsisten dalam menegakkan hukum. Kita harus selalu hadir di mana pun masyarakat pencari keadilan membutuhkan bantuan," tegas Gus Edy di hadapan para pengurus.
Bagi warga Jawa Barat yang sudah akrab dengan berbagai kisah pelik urusan hukum—mulai dari sengketa tanah sampai perkara kecil yang bisa berujung panjang—pernyataan itu terdengar seperti kabar baik.
Seorang warga Depok yang ikut mendengar kabar kegiatan tersebut bahkan berkomentar dengan gaya setengah bercanda.
“Kalau ada advokat yang kompak begini sih bagus. Soalnya rakyat kecil itu kadang bukan kalah di pengadilan, tapi kalah duluan di dompet,” katanya sambil tertawa.
Dalam kesempatan itu, Gus Edy juga menegaskan bahwa kerja-kerja bantuan hukum yang dilakukan LHI merupakan bagian dari perjuangan menegakkan kebenaran.
Dengan niat yang tulus, ia optimistis setiap langkah yang dilakukan lembaga akan mendapat keberkahan.
"Kita berjuang demi keadilan dan kebenaran. InsyaAllah, kita akan selalu mendapat perlindungan dari Sang Maha Agung, Allah SWT," pungkasnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Para pengurus saling bersalaman, sebagian masih melanjutkan diskusi ringan—yang oleh warga sekitar diduga kuat topiknya berkisar antara hukum, masyarakat, dan tentu saja… siapa yang bawa kue paling enak malam itu.
Bagi warga Depok dan Jawa Barat pada umumnya, kegiatan semacam ini setidaknya memberi satu harapan sederhana: kalau suatu hari nanti mereka harus berurusan dengan hukum, semoga ada lembaga yang benar-benar siap membantu—bukan hanya saat konferensi pers, tapi juga saat rakyat benar-benar butuh pembelaan.
Dan kalau bisa, sambil tetap sempat buka puasa bersama. Karena seperti kata seorang bapak di pinggir jalan yang ikut nimbrung komentar,
“Kalau advokatnya kompak dan kenyang, biasanya pikirannya juga lebih jernih buat bela rakyat.” Wallahu a’lam… tapi yang jelas, takjilnya malam itu cepat sekali habis. [■]
