Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Reses kumpulan Pemuda di Bekasi Utara, Rizki Topananda gandeng Karang Taruna

iklan banner AlQuran 30 Juz

Karang Taruna Curhat UMKM, Pelatihan Kerja hingga Fasilitas — Semua Demi Warga Lebih Mandiri

jabar-online.com | Kamis 12 Februari 2026, 11:49 WIB | Hery / DR

Reses di wilayah Perwira, Bekasi Utara, kali ini terasa beda. Bukan didominasi keluhan infrastruktur, forum yang digelar Rizki Topananda justru ramai aspirasi pemuda: dari pelatihan kerja, penguatan UMKM, sampai kebutuhan alat usaha demi menopang ekonomi warga

KOTA BEKASI | Suasana reses yang biasanya identik dengan kursi plastik, map aspirasi, dan catatan serius, kali ini terasa sedikit berbeda di wilayah Perwira, Bekasi Utara.

Ada energi muda yang lebih dominan. Maklum, Anggota DPRD Kota Bekasi dari PKB, Rizki Topananda, dengan sengaja “mengundang masa depan” lewat kehadiran jajaran Karang Taruna se-Kecamatan Bekasi Utara dalam Reses I Tahun Anggaran 2026, Kamis (12/2).

Bukan sekadar seremonial serap aspirasi, forum ini dikemas dialog terbuka—lebih cair, lebih santai, tapi tetap berbobot.

Dari obrolan ringan sampai usulan serius, semua mengerucut pada satu benang merah: bagaimana pemuda Bekasi Utara bisa naik kelas, bukan cuma jadi penonton pembangunan.


Rizki tampak memberi panggung luas bagi unsur kepemudaan. Baginya, Karang Taruna bukan hanya “penggembira acara kelurahan”, melainkan mitra strategis yang tahu persis denyut kebutuhan warga di lingkungannya.

Pelibatan anak muda dalam urusan pembangunan bagi saya itu kewajiban. Kalau tidak dilibatkan dari sekarang, mereka bisa kehilangan arah—baik dalam memahami pembangunan maupun menyiapkan keterampilan SDM-nya,” ujar Rizki di hadapan peserta.

Aspirasi: Dari Mesin Jahit sampai Pelatihan Digital
Dalam dialog yang berlangsung dinamis, aspirasi yang muncul pun variatif—dan sangat membumi.



Mulai dari penguatan program kepemudaan berbasis UMKM, pelatihan keterampilan kerja, sampai peningkatan kapasitas organisasi pemuda agar tidak sekadar aktif kegiatan, tapi juga produktif secara ekonomi.

Isu pelatihan berkelanjutan jadi salah satu yang paling nyaring. Warga Bekasi Utara, melalui perwakilan Karang Taruna, yang dihadiri Ketuanya, Rangga berharap ada program yang tidak berhenti di sertifikat, tapi berlanjut ke praktik usaha dan akses pasar.

Tak kalah menarik, usulan bantuan peralatan juga mencuat. Dari alat produksi UMKM, perlengkapan kegiatan sosial, hingga fasilitas penunjang sekretariat pemuda—semuanya dinilai penting agar gerak organisasi di tingkat lingkungan lebih optimal.

Bagi Rizki, dukungan fasilitas bukan soal “bagi-bagi barang”, tapi investasi sosial jangka panjang.

Kalau alatnya ada, kegiatannya hidup. Kalau kegiatannya hidup, dampaknya ke warga juga terasa—baik secara ekonomi maupun sosial,” kira-kira begitu garis besar pandangannya.

Fokus: Kepentingan Warga Bekasi Utara
Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa itu menegaskan, seluruh aspirasi yang masuk tidak akan berhenti di forum reses.

Semua dicatat untuk kemudian diperjuangkan dalam pembahasan program dan penganggaran di DPRD Kota Bekasi.

Ia menilai, penguatan pemuda adalah pintu masuk memperkuat ketahanan sosial warga Bekasi Utara secara keseluruhan—dari pengangguran, ekonomi keluarga, hingga stabilitas lingkungan.

Reses pun ditutup dengan harapan yang cukup sederhana tapi dalam: agar anak-anak muda Bekasi Utara tidak hanya ramai saat lomba 17-an, tapi juga hadir sebagai motor ekonomi, sosial, dan pembangunan di wilayahnya sendiri.

Karena pada akhirnya, pembangunan yang paling terasa bagi warga bukan hanya yang berdiri dari beton—melainkan yang tumbuh dari manusianya. [■]

Reporter: Hery / NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama