Katar Kecamatan Jadi “Rumah Fasilitasi”, Rangga Jaya: Program Harus Lahir dari Basis Pemuda
jabar-online.com | Kamis, 12 Februari 2026, 14:25 WIB | Hery / DRPemberdayaan UMKM pemuda harus dibangun dari SDM pemudanya, dan Karang taruna Bekasi utara selalu mendukung program yang berjalan di tiap kelurahan
— KOTA BEKASI | Kepentingan dan kebutuhan pengurus Katar (Karang Taruna) di tingkat RW dan kelurahan menjadi titik tekan utama dalam arah kebijakan program tahun 2026 yang disusun pengurus kecamatan.Hal itu disampaikan Ketua Katar Kecamatan Bekasi Utara Mahfuz Rangga Jaya usai menghadiri kegiatan reses DPRD Kota Bekasi di Kelurahan Perwira, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, posisi pengurus kecamatan bukan sebagai “pemain utama”, melainkan penguat gerakan di level basis, yakni pengurus RW dan kelurahan yang bersentuhan langsung dengan realitas kepemudaan di lingkungan masing-masing.
“Kami ingin memastikan program kecamatan benar-benar lahir dari kebutuhan teman-teman di kelurahan. Kecamatan tugasnya memfasilitasi, memperkuat, sekaligus membuka akses,” ujarnya.
Penguatan SDM Jadi Fondasi
Dalam pemaparannya, Rangga menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi pemuda tidak bisa dilepaskan dari pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Melalui wadah Karang Taruna, pihaknya menyiapkan pelatihan kerja, peningkatan keterampilan, serta jejaring kemitraan yang menyasar langsung anggota di tingkat kelurahan hingga RW.
Ia menilai, pengurus di level bawah selama ini memiliki potensi besar, namun kerap terbatas akses, pendampingan, dan ruang aktualisasi.
“Banyak potensi pemuda di RW yang sebenarnya siap kerja dan siap usaha. Tinggal bagaimana kami di kecamatan menjembatani peluang itu,” katanya.
UMKM Pemuda Berbasis Wilayah
Program unggulan lain adalah penguatan kemitraan UMKM pemuda. Skema ini dirancang berbasis wilayah, sehingga pelaku usaha muda yang berada di bawah binaan kelurahan dapat berkembang secara kolektif.
Kecamatan, lanjut Rangga, akan berperan membuka koneksi permodalan, pelatihan manajemen usaha, hingga akses pemasaran.
Pendekatan ini diharapkan tidak hanya melahirkan wirausaha baru, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi pemuda yang berakar dari lingkungan RW.
Target Sekretariat Mandiri
Selain sektor ekonomi, perhatian juga diarahkan pada penguatan infrastruktur organisasi. Katar Bekasi Utara menargetkan peningkatan kualitas sekretariat di sejumlah kelurahan agar lebih representatif.
Keberadaan sekretariat Katar dinilai vital sebagai pusat administrasi, konsolidasi program, hingga ruang kreatif pemuda.
“Sekretariat itu simbol eksistensi sekaligus ruang gerak. Kalau tempatnya layak, kerja organisasi juga lebih maksimal,” jelasnya.

Sinergi Pemerintah Berjalan Baik
Rangga memastikan sinergi dengan pemerintah wilayah, mulai dari kelurahan hingga kecamatan, selama ini berjalan konstruktif.
Koordinasi program kepemudaan disebut berlangsung tanpa hambatan berarti, bahkan saling menguatkan.
“Komunikasi kami dengan lurah dan camat di wilayah Bekasi Utara sangat baik. Justru banyak program bisa jalan karena dukungan pemerintah,” tegasnya.
Katar Kecamatan sebagai Fasilitator, Bukan Sentralisasi
Ia kembali menegaskan bahwa paradigma gerakan 2026 menolak sentralisasi program di tingkat kecamatan.
Sebaliknya, aspirasi pengurus kelurahan menjadi rujukan utama dalam penyusunan agenda kerja, agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga level RW di seluruh wilayah Kota Bekasi bagian utara.
Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, Katar Bekasi Utara optimistis program strategis 2026 tidak hanya berjalan administratif, tapi beri dampak nyata bagi kemandirian pemuda di akar rumput. [■]
Reporter: Hery - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
Target Sekretariat Mandiri
Selain sektor ekonomi, perhatian juga diarahkan pada penguatan infrastruktur organisasi. Katar Bekasi Utara menargetkan peningkatan kualitas sekretariat di sejumlah kelurahan agar lebih representatif.
Keberadaan sekretariat Katar dinilai vital sebagai pusat administrasi, konsolidasi program, hingga ruang kreatif pemuda.
“Sekretariat itu simbol eksistensi sekaligus ruang gerak. Kalau tempatnya layak, kerja organisasi juga lebih maksimal,” jelasnya.

Sinergi Pemerintah Berjalan Baik
Rangga memastikan sinergi dengan pemerintah wilayah, mulai dari kelurahan hingga kecamatan, selama ini berjalan konstruktif.
Koordinasi program kepemudaan disebut berlangsung tanpa hambatan berarti, bahkan saling menguatkan.
“Komunikasi kami dengan lurah dan camat di wilayah Bekasi Utara sangat baik. Justru banyak program bisa jalan karena dukungan pemerintah,” tegasnya.
Katar Kecamatan sebagai Fasilitator, Bukan Sentralisasi
Ia kembali menegaskan bahwa paradigma gerakan 2026 menolak sentralisasi program di tingkat kecamatan.
Sebaliknya, aspirasi pengurus kelurahan menjadi rujukan utama dalam penyusunan agenda kerja, agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga level RW di seluruh wilayah Kota Bekasi bagian utara.
Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, Katar Bekasi Utara optimistis program strategis 2026 tidak hanya berjalan administratif, tapi beri dampak nyata bagi kemandirian pemuda di akar rumput. [■]
Reporter: Hery - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL


