iklan banner gratis
iklan header
iklan header banner
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Penandatanganan Komitmen Bersama Jadi Simbol Tekad Bersih dari Praktik KKN

iklan banner AlQuran 30 Juz

Kejari Kota Bekasi Canangkan Zona Integritas, Bukan Sekadar Apel yang Penting Barisannya Rapi

jabar-online.com | Kamis, 12 Februari 2026, 15:16 WIB | DR


Upaya membangun tata kelola pemerintahan yang bersih terus diperkuat Kejaksaan Negeri Kota Bekasi melalui pencanangan Zona Integritas yang dirangkai dengan deklarasi komitmen seluruh pegawai.

KOTA BEKASI | Halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kota Bekasi mendadak lebih khidmat dari biasanya.

Bukan karena sidang besar, bukan pula karena razia parkir liar, melainkan karena digelarnya Apel Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK dan WBBM yang jadi penanda keseriusan internal Kejari berbenah diri.

Apel yang dipimpin langsung Kepala Kejari Kota Bekasi, Dr. Sulvia Triana Hapsari, ini diikuti para Kasi, Kasubbag, hingga seluruh pegawai.


Semua berdiri tegap — bukan hanya karena komando apel, tapi juga karena beban moral: integritas itu tidak bisa diwakilkan, apalagi dipinjam sebentar.

Dalam amanatnya, Kajari menegaskan pembangunan Zona Integritas bukan sekadar agenda seremonial yang selesai begitu barisan dibubarkan dan konsumsi habis.

Lebih dari itu, ini soal perubahan pola pikir, budaya kerja, dan cara melayani masyarakat yang harus makin transparan, profesional, serta akuntabel.

Bahasa sederhananya: bukan cuma spanduk “Bersih Melayani” yang kinclong, tapi juga praktik di balik meja harus ikut kinclong.

WBK & WBBM Bukan Piala Pajangan Lemari
Kajari juga mengingatkan, predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) bukanlah garis finish yang dikejar demi sertifikat berbingkai emas.


Kalau boleh dimaknai lebih santai:
WBK/WBBM itu efek samping dari kerja bener, bukan target kosmetik biar ruang tamu kantor kelihatan prestisius.

Karena itu, seluruh jajaran diminta konsisten menerapkan transparansi, akuntabilitas, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik — dari yang sifatnya administratif sampai penegakan hukum yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Tanda Tangan Komitmen: Tinta di Atas Kertas, Janji di Atas Integritas
Sebagai penegasan, dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama oleh seluruh pejabat struktural dan pegawai.

Simboliknya memang pena dan dokumen.
Tapi maknanya: janji kolektif menjauhkan satuan kerja dari praktik KKN, sekaligus memperkuat pengawasan internal dan standar pelayanan berbasis SOP yang jelas.

Karena di era sekarang, pengawasan bukan cuma dari atasan — tapi juga dari publik, netizen, bahkan grup WhatsApp keluarga.


Optimisme yang Harus Dibuktikan, Bukan Diumumkan
Melalui pencanangan ini, Kejari Kota Bekasi menyatakan kesiapan memenuhi seluruh indikator pembangunan Zona Integritas sebagai bagian dari Reformasi Birokrasi nasional.

Optimisme meraih WBK dan WBBM pun digaungkan.

Namun seperti pepatah birokrasi modern:
Kepercayaan publik tidak lahir dari apel, tapi dari apel yang konsisten ditindaklanjuti.


Penutup
Zona Integritas sudah dicanangkan.
Komitmen sudah ditandatangani.

Barisan sudah dibubarkan dengan rapi.
Sekarang tinggal satu yang publik tunggu:
Integritasnya ikut berdiri tegap… atau malah duduk santai.

Kejari Kota Bekasi tampaknya paham, di zaman serba terbuka ini, yang paling cepat bukan proses hukum — tapi penilaian masyarakat.

Dan apel kali ini setidaknya jadi pengingat:
Bersih itu bukan slogan. Melayani itu bukan jargon. Tapi dua hal yang harus tetap hidup… bahkan setelah pengeras suara dimatikan. [■]

Reporter: NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Chief Editor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama