Kampanye Edukasi UNJ Dorong Riset Inklusif, Ajak Publik Isi Kuesioner Gamifikasi untuk Difabel Netra
Membedah bagaimana teknologi assistive dan pendekatan gamifikasi bisa benar-benar membantu kemandirian penyandang difabel netra, terutama dalam proses belajar
Riset yang digagas Ahmad Nur Fahmi, S.Pd., M.Pd., dari Program Studi Pendidikan Agama Islam UNJ itu mencoba membedah bagaimana teknologi assistive dan pendekatan gamifikasi bisa benar-benar membantu kemandirian penyandang difabel netra, terutama dalam proses belajar.
Tujuannya adalah membuat aktivitas yang biasanya kurang menarik menjadi lebih menyenangkan dan mendorong perilaku yang diinginkan.
Contoh penerapannya ada di berbagai bidang, termasuk pendidikan, pelatihan, dan pemasaran.
Tak hanya menggali teori, penelitian ini menargetkan pengalaman nyata, kebutuhan lapangan, hingga pandangan publik yang bersentuhan langsung atau peduli dengan isu pendidikan inklusif.
Menurut Fahmi, seluruh masukan lewat kuesioner ini bakal menjadi “bahan bakar utama” untuk merumuskan program pendampingan dan pelatihan yang lebih relevan, tepat sasaran, dan berbasis kebutuhan autentik.
“Semua data dijamin aman, hanya untuk kepentingan akademik dan pengembangan penelitian,” tegasnya dalam keterangan tertulis.
Publik yang ingin berpartisipasi cukup meluangkan beberapa menit untuk mengisi formulir berikut:
🔗 https://forms.gle/NYYR9WNt5gMb3H5H9
🔗 https://forms.gle/NYYR9WNt5gMb3H5H9
UNJ berharap kontribusi masyarakat dapat memperkuat arah riset dan mendorong semakin banyak inovasi pembelajaran yang ramah difabel.
“Semoga kerja sama ini memberi manfaat besar bagi pengembangan pendidikan inklusif di Indonesia,” tutup Fahmi.
Jadi, kalau merasa peduli pada isu difabel, teknologi pendidikan, atau sekadar ingin tahu seperti apa masa depan pembelajaran inklusif, link-nya sudah disiapkan. Tinggal klik, isi, dan ikut ambil bagian. [■]

إرسال تعليق