iklan banner
iklan header
iklan header banner
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Warga Lapor, Pemkot Tidur? ABB Ancam Datangi Kantor Kecamatan Bekasi Timur!

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

Aliansi Bocah Bekasi Soroti Pelayanan Publik Bekasi Timur, Siap Kawal Aduan Warga hingga Turun Aksi

jabar-online.com | Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:02 WIB | TimRed/DR

Keluhan masyarakat soal pelayanan publik di Bekasi Timur kini mulai berubah menjadi kekecewaan kolektif. Setelah protes warga Duren Jaya terkait jalan rusak dan genangan air viral di lingkungan sekitar, Aliansi Bocah Bekasi (ABB) ikut turun gunung. Mereka mempertanyakan mengapa laporan warga seolah berjalan lebih lambat dibanding pertumbuhan lubang di jalan.

 — BEKASI TIMUR | Polemik pelayanan publik di wilayah Kecamatan Bekasi Timur kembali menjadi sorotan. Setelah muncul keluhan warga Duren Jaya terkait kondisi infrastruktur Jalan Prof. M. Yamin yang tak kunjung mendapat penanganan, kini kritik datang dari Aliansi Bocah Bekasi (ABB) yang menilai respons pemerintah terhadap laporan masyarakat perlu dievaluasi secara serius.

Organisasi masyarakat yang dipimpin Mandor Baya itu menyatakan keprihatinannya terhadap sejumlah aduan warga yang disebut belum memperoleh tindak lanjut yang jelas dari aparatur pemerintahan di tingkat kelurahan maupun kecamatan.


Pernyataan tersebut disampaikan ABB menyusul mencuatnya keluhan warga Duren Jaya, termasuk pengurus lingkungan setempat, yang mempertanyakan efektivitas pelayanan publik dan komitmen pemerintah terhadap program pengaduan masyarakat yang selama ini digaungkan.

"Kami menerima berbagai informasi dan keluhan dari masyarakat terkait laporan yang mereka sampaikan, tetapi tidak mendapatkan respons sebagaimana yang diharapkan. Ini perlu menjadi perhatian serius karena pelayanan publik merupakan wajah pemerintah di mata masyarakat," ujar Mandor Baya kepada awak media, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, setiap laporan warga, baik menyangkut persoalan infrastruktur, lingkungan, maupun pelayanan administratif, seharusnya ditangani secara cepat, transparan, dan terukur.

"Jangan sampai masyarakat merasa suaranya tidak didengar. Pemerintah harus hadir memberikan solusi, bukan justru menciptakan jarak dengan warga yang menyampaikan aspirasi," katanya.

Menindaklanjuti Keluhan Jalan Rusak dan Genangan Air

ABB secara khusus menyoroti keluhan warga terkait kondisi jalan rusak dan genangan air di kawasan perlintasan sebidang rel kereta api Pasar Baru Duren Jaya, Jalan Prof. M. Yamin, yang sebelumnya telah diberitakan media sebelumnya.

Lokasi tersebut selama berbulan-bulan dikeluhkan warga karena kondisi jalan berlubang, drainase yang diduga tidak berfungsi optimal, serta genangan air yang tetap bertahan meskipun cuaca sedang tidak hujan.

Sejumlah warga mempertanyakan mengapa persoalan yang terlihat secara kasat mata di jalur padat lalu lintas tersebut belum mendapatkan penanganan yang memadai.


Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas sistem pelaporan berjenjang dari tingkat lingkungan, kelurahan, hingga kecamatan sebelum diteruskan kepada perangkat daerah teknis yang berwenang melakukan perbaikan.

Pertanyakan Efektivitas Program Pengaduan

Dalam pandangan ABB, persoalan utama bukan semata-mata kerusakan infrastruktur, melainkan bagaimana mekanisme pelayanan publik bekerja ketika masyarakat menyampaikan keluhan.

Mandor Baya menilai keberadaan berbagai kanal pengaduan yang dimiliki pemerintah daerah seharusnya menjadi sarana mempercepat penyelesaian masalah, bukan justru membuat masyarakat kebingungan mencari pintu pelaporan yang efektif.

"Kami tidak ingin masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap pelayanan pemerintah. Ketika warga sudah melapor, maka harus ada respons, minimal informasi mengenai tindak lanjut dan progres penanganannya," ujarnya.

Ia menambahkan, transparansi komunikasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Siap Kawal Hingga Aksi Massa

Sebagai bentuk kontrol sosial, ABB menyatakan akan terus mengawal berbagai laporan masyarakat yang masuk, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan publik di wilayah Bekasi Timur.

Organisasi tersebut bahkan membuka kemungkinan melakukan aksi penyampaian aspirasi apabila keluhan warga terus berlarut-larut tanpa kejelasan penyelesaian.

"Kalau memang berbagai aduan masyarakat terus tidak mendapatkan perhatian yang memadai, kami siap mengawal bersama warga untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka di Kantor Kecamatan Bekasi Timur. Tujuannya bukan mencari konflik, tetapi mendorong perbaikan pelayanan publik," tegas Mandor Baya.

Meski demikian, ABB mengaku tetap mengedepankan dialog dan komunikasi konstruktif dengan pemerintah sebelum menempuh langkah-langkah lanjutan.

Warga Minta Evaluasi

Sebelumnya, keluhan mengenai pelayanan publik mencuat dari warga Kelurahan Duren Jaya yang mempertanyakan lambannya penanganan genangan air dan kerusakan jalan di kawasan Jalan Prof. M. Yamin.

Salah satu warga yang aktif menyampaikan aspirasi kepada pemerintah mengaku telah beberapa kali melaporkan persoalan tersebut melalui berbagai jalur komunikasi.

Namun hingga kini kondisi di lapangan dinilai belum mengalami perubahan signifikan.

Keluhan itu kemudian berkembang menjadi perbincangan publik mengenai efektivitas pelayanan pemerintahan di tingkat kelurahan dan kecamatan, terutama dalam menindaklanjuti persoalan yang langsung berdampak pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi dan tanggapan resmi dari pihak Kecamatan Bekasi Timur, Kelurahan Duren Jaya, serta perangkat daerah terkait guna memperoleh penjelasan yang berimbang mengenai berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat.

(Bersambung) [■]

Reporter: NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
banner#01Kemitraan WaralabaPers bannerbawah#02 bannerbawah#03 bannerbawah#04

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
DREWcorp property of JABAR-ONLINE.COM