Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Jawadul Akbar Serukan KADIN Bekasi Bersih dari Dualisme dan Tender Arisan

iklan banner AlQuran 30 Juz
Jawadul Akbar Serukan KADIN Bekasi Bersih dari Dualisme dan Tender Arisan
jabar-online.com | Kamis, 7 Mei 2026, 17:05 WIB | Her
 — KOTA BEKASI | Ketua ASKINDO sekaligus Wakil Ketua KADIN Jawa Barat periode 2021–2026, H. Jawadul Akbar Kholid, menegaskan bahwa Kota Bekasi memiliki posisi strategis sebagai kota penyangga Jakarta sekaligus jantung industri nasional. Menurutnya, cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai apabila Bekasi belum mampu menjadi daerah yang maju dan mandiri secara ekonomi.
Dalam pernyataannya, Jawadul menyoroti besarnya pekerjaan rumah bagi KADIN Kota Bekasi agar tidak lagi sekadar berfungsi sebagai lembaga pengurusan KTA maupun akses menuju pejabat. Ia mendorong KADIN untuk berani melawan praktik kartel dan “tender arisan”, sekaligus membuka akses proyek pemerintah daerah bagi pelaku UMKM, bukan hanya perusahaan-perusahaan tertentu yang terus mendominasi.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi laporan keuangan dan program organisasi kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas. Menurutnya, KADIN Kota Bekasi harus naik kelas: dari sekadar “tukang stempel” dan pencari proyek menjadi organisasi yang mampu menciptakan iklim usaha sehat, melahirkan pengusaha baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif.

Momentum kepengurusan baru KADIN Kota Bekasi periode 2026–2031 diharapkan menjadi awal lahirnya organisasi yang lebih solid, transparan, dan bebas dari dualisme internal. Dengan semangat persatuan, KADIN Kota Bekasi dituntut mampu bertransformasi dari organisasi yang selama ini dinilai reaktif menjadi lebih progresif dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, membuka peluang bagi UMKM, serta melahirkan pengusaha-pengusaha baru. Kepengurusan baru juga diharapkan mampu menghapus stigma KADIN sebagai sekadar “tukang stempel” dan pencari proyek, menjadi mitra strategis pembangunan ekonomi daerah. Sebab, sebagaimana disampaikan Jawadul, Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud apabila Kota Bekasi belum mampu menjadi “emas” lebih dahulu.
[■]

Reporter: Hery / Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama