Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Investigasi dan Penelusuran Tim Redaksi JabarOL atas Bansos di Jatibening

iklan banner AlQuran 30 Juz

Antisipasi Kerumunan, Penyaluran Bansos Jatibening Baru Dibagi 3 Hari: Upaya Tertib Respons Keluhan Warga?

jabar-online.com | Senin, 13 April 2026, 13:05 WIBTim Redaksi

Penyaluran Bantuan Pangan Nasional di Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondokgede, kembali menjadi perhatian warga.

 — KOTA BEKASI | Di balik pola distribusi yang disebut “sama seperti sebelumnya”, penelusuran BekasiOL dan JabarOL menemukan adanya sejumlah penyesuaian teknis yang diduga merupakan respons atas kekhawatiran warga terhadap potensi kerumunan, antrean panjang, hingga persoalan ketepatan layanan.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, bantuan untuk alokasi Februari dan Maret 2026 kali ini tidak dibagikan dalam satu hari, melainkan dijadwalkan selama tiga hari berturut-turut di basement Kantor Kelurahan Jatibening Baru.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya untuk meredam penumpukan massa yang sebelumnya sempat dikeluhkan sejumlah penerima manfaat.

Menurut HS (32) warga Kelurahan Jatibening Baru yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada JabarOL bahwa pembagian selama beberapa hari dinilai lebih manusiawi bagi masyarakat, khususnya lansia dan ibu rumah tangga.

Kalau dibagi satu hari biasanya penuh sekali, antreannya panjang, kadang warga datang dari pagi. Sekarang dibagi tiga hari memang lebih tertib, walaupun tetap perlu pengawasan supaya yang datang sesuai jadwal,” ujar sumber tersebut.

Permintaan agar identitas narasumber disamarkan dilakukan demi kenyamanan dan menghindari potensi tekanan sosial di lingkungan setempat.

Penyesuaian Jadwal dan Mekanisme Distribusi
Salah satu ASN di bidang Kesos Kelurahan Jatibening Baru, SH, saat dikonfirmasi langsung, menjelaskan bahwa mekanisme pengambilan bantuan secara umum tidak mengalami perubahan mendasar.

Warga tetap diminta membawa fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga, serta kantong belanja dari rumah.

Seperti penyaluran sebelumnya, warga cukup membawa fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga, serta kantong belanja dari rumah. Lokasi pengambilan dipusatkan di basement Kelurahan Jatibening Baru,” ujar SH, Senin (13/4/2026).

Namun, menurutnya, penyesuaian jadwal menjadi tiga hari dilakukan karena bantuan yang turun mencakup dua bulan sekaligus.

Karena bantuan yang turun mencakup dua bulan, kami atur pembagiannya selama tiga hari agar tidak terjadi penumpukan warga dan proses berjalan lebih tertib,” jelasnya.

Sorotan Warga: Ketertiban Harus Diikuti Transparansi
Meski langkah antisipasi kerumunan mendapat apresiasi, warga berharap aspek transparansi daftar penerima dan ketepatan waktu distribusi juga menjadi perhatian utama.

Dari hasil penelusuran BekasiOL/JabarOL, sejumlah warga menilai pembagian bertahap akan efektif apabila informasi jadwal benar-benar tersampaikan hingga tingkat RT dan RW.

Seorang sumber lain yang juga meminta identitasnya dirahasiakan menuturkan bahwa persoalan di lapangan sering kali bukan pada bantuan itu sendiri, melainkan komunikasi informasi yang belum merata.

Kadang ada warga yang datang lebih awal karena takut kehabisan atau tidak tahu jadwal pastinya. Ini yang bikin basement penuh. Kalau informasi jelas sampai ke bawah, pembagian tiga hari ini bagus,” ujarnya.

Bagi warga Jatibening Baru, bantuan pangan bukan sekadar distribusi logistik, melainkan bagian dari jaring pengaman sosial yang menyentuh kebutuhan harian keluarga.

Karena itu, ketertiban teknis harus berjalan beriringan dengan kepastian bahwa bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang berhak.

Kepentingan Warga Menjadi Prioritas
Pihak kelurahan menegaskan komitmennya agar penyaluran berlangsung lancar dan tepat sasaran.

Kami ingin pelayanan ini berjalan maksimal. Jadi kami harap warga datang sesuai jadwal, membawa persyaratan lengkap, dan tetap menjaga ketertiban selama proses pengambilan bantuan,” tegas SH mewakili pihak pemerintah kelurahan.

Dari perspektif kepentingan warga, kebijakan pembagian selama tiga hari patut dibaca sebagai langkah administratif yang positif.

Namun, sebagaimana hasil investigasi lapangan BekasiOL/JabarOL, efektivitas kebijakan ini tetap akan diuji oleh kualitas koordinasi di tingkat lingkungan serta transparansi data penerima manfaat.

Pada akhirnya, yang paling dibutuhkan masyarakat bukan hanya bansos yang datang tepat waktu, tetapi juga proses distribusi yang tertib, adil, dan menghormati martabat warga sebagai penerima layanan publik.[■]

Reporter: Tim Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama