FKUB hadiri pertemuan Ulama se-Bekasi, paparkan pencapaian indeks Kota Toleransi
jabar-online.com | Senin, 2 Maret 2026, 13:05 WIB | Her/Why/DR
— KOTA BEKASI | Ketua FKUB Kota Bekasi, H. Abdul Manan, menghadiri pertemuan ulama dari seluruh kecamatan se-Kota Bekasi yang digelar di Rumah Sehat Al Hasany, Bintara, pada Sabtu (25/4), bersama jajaran pengurus MUI, Dewan Masjid Indonesia (DMI), tokoh Kyai, serta unsur organisasi kemasyarakatan. Kehadiran FKUB menegaskan pentingnya kolaborasi antarumat beragama dalam menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika kota metropolitan dengan populasi besar.
— KOTA BEKASI | Ketua FKUB Kota Bekasi, H. Abdul Manan, menghadiri pertemuan ulama dari seluruh kecamatan se-Kota Bekasi yang digelar di Rumah Sehat Al Hasany, Bintara, pada Sabtu (25/4), bersama jajaran pengurus MUI, Dewan Masjid Indonesia (DMI), tokoh Kyai, serta unsur organisasi kemasyarakatan. Kehadiran FKUB menegaskan pentingnya kolaborasi antarumat beragama dalam menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika kota metropolitan dengan populasi besar.Dalam sambutannya, Abdul Manan menekankan pentingnya etika kebersamaan, komunikasi santun, serta budaya saling menghormati sebagai fondasi utama merawat persatuan masyarakat yang majemuk. Menurutnya, koordinasi lintas tokoh dan komunikasi yang terbuka menjadi faktor kunci agar setiap kegiatan keagamaan dan sosial berjalan tertib, inklusif, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Kita dapat peringkat ke-5, dengan tantangan yang berbeda dari kota-kota lainnya, karena jumlah penduduk Bekasi lebih dari 2,5 juta yang berbagai macam Agama dan problematikanya” ujar Manan.
Momentum silaturahmi ini juga memperkuat agenda besar peningkatan kualitas kerukunan di Kota Bekasi. Melalui berbagai pertemuan tokoh Ulama menyatukan komitmen membangun Bekasi yang harmonis sekaligus mendorong peningkatan Indeks Kota Toleran.
Sejumlah langkah strategis disiapkan, antara lain sosialisasi tata cara pendirian rumah ibadah, penguatan komunikasi publik, serta pelibatan unsur pemerintah wilayah untuk memberikan pemahaman administratif kepada masyarakat. Hasil pertemuan lintas agama juga akan dirangkum dan disebarluaskan kepada warga sebagai bentuk transparansi sekaligus penguatan dukungan publik terhadap agenda kerukunan.
Silaturahmi ulama se-Kota Bekasi ini menjadi momentum konsolidasi keumatan yang menegaskan bahwa sinergi antara ulama, organisasi keagamaan, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci menjaga keharmonisan sosial sekaligus mendorong pembangunan kota yang religius, inklusif, dan berkemajuan. Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta harapan agar kolaborasi pelayanan umat terus berlanjut secara berkesinambungan di masa mendatang.

