Festival Adu Bedug dan Dondang dari Berbagai Wilayah Hadirkan Tabuhan Paling Kompak, Ritmis, dan Atraktif
jabar-online.com | Ahad, 19 april 2026, 20:05 WIB | Her / DikRizal
— KOTA BEKASI | Festival Adu Bedug dan Dondang yang digelar pada 18–19 April 2026 di Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, menjadi salah satu perhelatan budaya yang menyita perhatian masyarakat.
— KOTA BEKASI | Festival Adu Bedug dan Dondang yang digelar pada 18–19 April 2026 di Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, menjadi salah satu perhelatan budaya yang menyita perhatian masyarakat.Kegiatan ini dihadiri oleh Walikota Bekasi, Tri Adhianto, serta Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi, bersama jajaran lurah dan aparatur perangkat daerah. Tampak hadir di lokasi acara Sultan Bekasi, H. Zaini Sidi yang menjadi salah satu sponsor pendukung utama acara festival budaya setempat.
Mengusung konsep adu kreativitas, festival ini menampilkan pertunjukan bedug dan dondang dari berbagai perwakilan wilayah yang saling berlomba menghadirkan tabuhan paling kompak, ritmis, dan atraktif.
Mengusung konsep adu kreativitas, festival ini menampilkan pertunjukan bedug dan dondang dari berbagai perwakilan wilayah yang saling berlomba menghadirkan tabuhan paling kompak, ritmis, dan atraktif.
Suasana semakin semarak dengan dukungan warga yang antusias menyaksikan setiap penampilan.
Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, Festival Adu Bedug dan Dondang juga memiliki makna penting sebagai upaya pelestarian budaya.
Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, Festival Adu Bedug dan Dondang juga memiliki makna penting sebagai upaya pelestarian budaya.
Tradisi ini terus dijaga dan dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk seremonial budaya yang tetap relevan di tengah arus globalisasi.
Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi, menegaskan bahwa kegiatan ini telah dipersiapkan sejak pasca Hari Raya Idul Fitri.
“Persiapan sudah cukup lama dari sesudah Lebaran Idul Fitri dan ini rutin tahunan sebagai bentuk seremonial tradisi di tengah arus globalisasi,” ujarnya.
Melalui festival ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, religiusitas, serta kecintaan terhadap budaya lokal dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk ikut menjaga dan melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. [■]
“Persiapan sudah cukup lama dari sesudah Lebaran Idul Fitri dan ini rutin tahunan sebagai bentuk seremonial tradisi di tengah arus globalisasi,” ujarnya.
Melalui festival ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, religiusitas, serta kecintaan terhadap budaya lokal dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk ikut menjaga dan melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. [■]

