Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

MUI lakukan konsolidasi metode dakwah antar tokoh selepas Buka puasa

iklan banner AlQuran 30 Juz
Pembagian zakat maal dan buka puasa bersama diselingi pertemuan antar tokoh demi kepentingan keumatan di Kota Bekasi
jabar-online.com | Senin, 9 Maret 2026, 22:05 WIB | Her
Dakwah tidak selalu di podium, tapi juga jadikan keteladanan nyata melalui metode dakwah bil hal
 — KOTA BEKASI | Kegiatan buka puasa bersama yang dirangkai dengan pembagian zakat maal digelar di kawasan Islamic Center Kota Bekasi pada Senin (9/3). Acara tersebut dihadiri Ketua MUI Kota Bekasi, KH Saifuddin Siraj, bersama sejumlah tokoh dan pejabat daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, tokoh politik sekaligus ulama Ahmad Syaikhu, Ketua Yayasan Nurul Islam Islamic Center Heri Suko Martono, serta pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Kota Bekasi, Baba Inay.

Dalam kesempatan tersebut, KH Saifuddin Siraj menyampaikan dalam wawancaranya bahwa kegiatan buka puasa bersama yang disertai pembagian zakat maal tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang konsolidasi antar tokoh untuk membahas berbagai problematika keumatan.
Menurut KH Saifuddin Siraj, tantangan dakwah kepada generasi muda saat ini tidak lagi cukup hanya melalui ceramah atau pendekatan verbal semata, tetapi perlu disertai keteladanan nyata melalui metode dakwah bil hal. Ia menilai kaum muda di era digital 2026 cenderung lebih kritis dan rasional dalam menerima pesan keagamaan, sehingga para tokoh agama perlu menghadirkan dakwah yang relevan dengan kehidupan mereka, seperti melalui aksi sosial, kepedulian terhadap lingkungan, serta keterlibatan aktif dalam pembangunan peradaban generasi muda di Kota Bekasi agar nilai-nilai keislaman dapat tumbuh seiring dengan kemajuan masyarakat dan perkembangan zaman.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi konsolidasi antar tokoh untuk membahas problematika keumatan dalam metode dakwah bil hal yang menjawab tantangan kebangsaan di era 2026 ini,” ujar KH Saifuddin.
Selain mempererat hubungan antar tokoh dan masyarakat, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran zakat maal kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan. Para tokoh yang hadir berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan untuk memperkuat nilai kebersamaan, solidaritas, serta kontribusi nyata umat dalam menjawab berbagai persoalan sosial di Kota Bekasi.
[■]

Reporter: Hery - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama