Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Ada Asa Saat Lonjakan Harga Ramadhan, Wako Bekasi Buka Pasar Murah Subsidi

iklan banner AlQuran 30 Juz

Program Pasar Murah Tiap Kecamatan ini Juga Menjadi Bagian Dari Strategi Pengendalian Inflasi di Kota Bekasi

Tri Adhianto bagikan paket sembako murah di BekasiJaya, Selasa (3/3/2026)

Program Pasar Murah Bersubsidi Tahun Anggaran 2026 ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, di Halaman Kantor Kelurahan Bekasi Jaya, Selasa (3/3/26).

KOTA BEKASI | Sejak pagi, halaman Kantor Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, dipenuhi warga yang datang dengan harapan bisa membawa pulang kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Di antara antrian itu, tampak para ibu rumah tangga, lansia, hingga pekerja harian yang sengaja meluangkan waktu demi mendapatkan paket sembako bersubsidi menjelang bulan suci Ramadhan.

Bagi warga, momen menjelang Ramadhan kerap diiringi kekhawatiran akan naiknya harga bahan pangan. Beras, minyak, dan gula biasanya merangkak naik, sementara kebutuhan rumah tangga justru meningkat. Karena itu, kehadiran Pasar Murah Bersubsidi terasa sangat membantu.

Program Pasar Murah Bersubsidi Tahun Anggaran 2026 ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, di Halaman Kantor Kelurahan Bekasi Jaya, Selasa (3/3/26).

Namun di balik seremoni pembukaan, kegiatan ini menjadi simbol kehadiran pemerintah di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Bekasi menyediakan 19.417 paket bahan pokok yang didistribusikan di 12 kecamatan. Khusus Kecamatan Bekasi Timur, disiapkan 2.362 paket. Setiap paket berisi beras premium 5 kilogram, minyak goreng premium 1 liter, gula pasir 1 kilogram, dan tepung terigu 1 kilogram.

Jika dihitung berdasarkan harga pasar, nilai satu paket mencapai Rp121.500. Namun, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp51.500, sehingga masyarakat hanya membayar Rp70.000 per paket.

Bagi keluarga dengan penghasilan terbatas, angka tersebut sangat berarti. Selisih harga yang diberikan pemerintah menjadi ruang napas untuk mengatur kebutuhan lain, mulai dari biaya sekolah anak hingga kebutuhan ibadah selama Ramadhan.

Dalam sambutannya, Tri Adhianto menegaskan bahwa pasar murah ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil.

Pasar murah ini bukan sekadar program rutin, tetapi bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Kami ingin memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau, terutama di bulan Ramadhan,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Intervensi melalui subsidi diharapkan mampu menahan lonjakan harga di pasaran agar tidak semakin membebani warga.

Kita ingin menjaga stabilitas ekonomi daerah. Dengan langkah konkret seperti ini, daya beli masyarakat bisa tetap terjaga dan situasi tetap kondusif,” tambahnya.

Tri juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini, termasuk Perum Bulog dan Pos Indonesia, serta seluruh perangkat daerah dan panitia di tingkat kecamatan dan kelurahan. Ia berpesan agar distribusi dilakukan secara tertib, transparan, dan tepat sasaran sehingga benar-benar dirasakan oleh warga yang membutuhkan.

Di sisi lain, warga berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Bagi mereka, pasar murah bukan hanya soal harga yang lebih rendah, tetapi tentang rasa aman menghadapi bulan penuh berkah tanpa dihantui kekhawatiran lonjakan kebutuhan pokok.

Pemerintah Kota Bekasi pun berharap momentum Ramadhan dapat memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Kota Bekasi yang nyaman kotanya dan sejahtera warganya. [■]

Reporter: Hery / - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama