Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Bukan 14, Ternyata 20! Seniman & Sanggar Seni Bekasi Dapat “Kado Ultah" Pemkot

iklan banner AlQuran 30 Juz

20 Penerima Penghargaan: 18 Pelaku Seni Budaya & 2 Sanggar Tari yang Konsisten Menjaga Identitas Kultur Bekasi


Ia menegaskan bahwa kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kekuatan identitas budaya masyarakatnya.


 — KOTA BEKASI | Peringatan Hari Jadi ke-29 Kota Bekasi tahun ini bukan cuma soal tiup lilin simbolik dan pidato panjang yang biasanya membuat petugas upacara mulai menghitung jumlah awan di langit.

Di tengah upacara yang berlangsung Selasa (10/3/2026) kemarin, Walikota Bekasi Tri Adhianto memberikan penghargaan kepada para pelaku seni dan budaya yang selama ini setia menjaga identitas kultural masyarakat Bekasi—meski kadang panggungnya lebih sering ada di hajatan warga dibanding di program resmi pemerintah.


Awalnya sempat beredar kabar bahwa hanya 14 orang penerima penghargaan. Namun setelah dihitung ulang—mungkin pakai kalkulator yang baterainya baru—ternyata totalnya 20 penerima. Terdiri dari 18 pelaku seni budaya dan 2 sanggar seni tari.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi mereka dalam melestarikan, mengembangkan, dan memperkenalkan seni budaya lokal kepada masyarakat luas.

Upacara peringatan hari jadi kota tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta komunitas seni budaya yang ikut meramaikan suasana.

Acara juga diawali dengan penampilan tari tradisional dari kelompok seni Gema Nusa Patriot Kota Bekasi, yang sukses menghadirkan nuansa budaya di tengah kota yang kadang lebih identik dengan klakson kendaraan dan suara notifikasi ojek online.

Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa di balik hiruk-pikuk kota metropolitan penyangga ibu kota, Bekasi masih punya denyut seni budaya yang terus hidup.

Daftar Penerima Penghargaan
Sebanyak 18 pelaku seni budaya menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Bekasi, yaitu:
  1. Alamsyah Pradja
  2. Hj. Dini Irma Damayanthi
  3. Yustina Tri Nur Astuti
  4. Helen Puspita Sari
  5. Eem Biliyanti
  6. Dedi Suparman
  7. Sucipto
  8. Wazir Nurry
  9. Nomir Ismail
  10. R. Maman
  11. I Wayan Agus Sumarjaya
  12. Armandira Visa Putra
  13. Helmi Okyanto Yosudarso
  14. Yeksa Sarkeh Chandra
  15. (Pelaku seni tambahan yang sebelumnya belum tercantum dalam rilis awal)
  16. (Pelaku seni tambahan)
  17. (Pelaku seni tambahan)
  18. (Pelaku seni tambahan)

Selain individu, penghargaan juga diberikan kepada dua lembaga seni yang aktif membina generasi muda:
  • Sanggar Tari Eka Budaya
  • Sanggar Tari Gantari Gita Khatulistiwa

Kedua sanggar tersebut dinilai konsisten membina generasi muda sekaligus memperkenalkan seni tari daerah kepada masyarakat luas.

Kalau kata seorang warga yang ikut nonton upacara, “Di Bekasi itu yang konsisten bukan cuma macetnya. Seniman juga ternyata konsisten berkarya.

Informasi koreksi dari 14 jadi 20 penerima penghargaan datang dari Dedi Suparman, ASN dari Disparbud Pemkot Bekasi yang juga penerima penghargaan dari Walikota.

Lelaki yang dikenal aktif dan akrab dalam banyak kegiatan seni budaya warga Kota Bekasi ini pun memberikan apresiasi atas apa yang dilakukan Pemkot kepada para pelaku seni budaya.


Pesan Wali Kota: Budaya Adalah Identitas Kota
Dalam amanatnya, Tri Adhianto menyampaikan bahwa perjalanan pembangunan Kota Bekasi selama hampir tiga dekade telah menghasilkan berbagai capaian yang patut disyukuri.

Ia menegaskan bahwa kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kekuatan identitas budaya masyarakatnya.

Menurutnya, tantangan ke depan masih cukup besar, mulai dari peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas kehidupan sosial masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari karakter kota.

Di tengah perkembangan urbanisasi yang pesat, budaya lokal dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat harmoni sosial di lingkungan perkotaan.

Seniman Bekasi: “Ini Bukan Tanda Selesai Berkarya”
Penghargaan tersebut langsung mendapat respons hangat dari kalangan seniman dan budayawan Kota Bekasi.

Dalam sebuah pernyataan bersama, para pelaku seni menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Bekasi atas apresiasi yang diberikan pada momentum ulang tahun kota.

“Atas nama seniman dan budayawan Kota Bekasi kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Walikota Bekasi yang telah memberikan apresiasi kepada kami di Hari Jadi Kota Bekasi ke-29. Ini adalah kado terindah bagi kami,” ungkap pernyataan tersebut.

Para seniman menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah tanda selesai berkarya, melainkan justru menjadi undangan moral untuk terus menggali, menjaga, dan merawat seni budaya kota.

Mereka juga berharap ke depan pemerintah dapat terus membuka ruang kolaborasi dan memberikan dukungan bagi insan seni agar dapat berinovasi, berkreasi, sekaligus melestarikan budaya lokal.

Salah satu budayawan yang hadir bahkan berseloroh, “Kalau seniman sudah dikasih panggung dan ruang berkarya, yakinlah… Bekasi bukan cuma terkenal karena macetnya, tapi juga budayanya.

Harapan tersebut sejalan dengan semangat komunitas seni di Kota Bekasi yang terus bergerak melalui berbagai organisasi dan jaringan budaya seperti Gema Nusa Patriot Kota Bekasi, Forum Seni Tari Kota Bekasi, hingga berbagai komunitas pelestari budaya nusantara.

Di usia ke-29 tahun ini, Kota Bekasi memang terus tumbuh menjadi kota modern.

Namun bagi para seniman, satu hal yang tidak boleh ikut hilang dalam pembangunan adalah ruh budaya lokal yang menjadi identitas kota.

Atau seperti kata seorang komedian Bekasi, Sidik Warkop (Wartawan Komika Sok Ngetop) yang ikut menonton upacara: “Gedung boleh tinggi, jalan boleh lebar… tapi kalau budaya hilang, nanti Bekasi cuma jadi tempat lewat orang Jakarta pulang kerja.”

Untungnya, di ulang tahun ke-29 ini, para penjaga budaya akhirnya ikut dipanggil naik panggung.

Dan itu, bagi para seniman Bekasi, sudah terasa seperti hadiah ulang tahun yang paling berharga. [■]

Reporter: NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/JabarOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama